RADAR SURABAYA - Penyanyi senior Dina Mariana, 59, dikenal sebagai sosok yang dekat dengan lagu-lagu anak-anak jaman dulu. Artis lawas yang baru saja meninggal dunia itu agak prihatin dengan langkanya lagu-lagu anak dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, syair lagu-lagu tersebut sangat mencerminkan jiwa anak-anak Indonesia. Di antara lagu-lagu ikonik yang ia sukai adalah "Cicak-Cicak di Dinding" dan "Gatot Kaca."
Dina yang tinggal di dekat kawasan Pondok Cabe ini memiliki hobi berorganisasi. Ia aktif menjalin silaturahmi dengan artis-artis seumuran, senior, dan yang lebih muda. Salah satu organisasi yang ia ikuti adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sebuah ormas kepemudaan.
Dina juga aktif di Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPRI), Srikandi, dan beberapa organisasi lainnya.
"Aku suka bergaul dengan orang-orang yang ngerti politik, meski aslinya aku nggak suka politik. Aku lebih suka bergaul sama orang yang tepat untuk langsung cerita dan nambah wawasan," ungkapnya.
Selain aktif di organisasi, Dina juga memiliki kegemaran traveling. Ia sering mengajak komunitas untuk touring, baik dalam maupun luar negeri. "Kebanyakan teman-teman kita juga," kata penyanyi lagu "Ingat Kamu" yang ngetop di era 80-an itu.
Dalam perannya di dunia seni, Dina mengurus seni budaya. Meskipun ia sempat dipindahkan ke bidang lain, ia tetap berada dalam ranah seni. "Dipindah ngurus ke bidang lain tetap bidang seni," tuturnya.
Dina Mariana adalah contoh nyata dari artis yang tidak hanya dikenal lewat suara dan penampilannya, tetapi juga lewat kontribusinya di bidang seni dan masyarakat. Melalui lagu-lagu dan kegiatan organisasi, ia terus berusaha memberikan dampak positif bagi generasi muda dan lingkungan sekitarnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek