RADAR SURABAYA- Aktor Irlandia, Liam Neeson, yang kini berusia 72 tahun, mengumumkan bahwa ia akan segera pensiun dari genre film laga.
Liam Neeson, yang memulai kariernya di panggung teater Belfast, telah menikmati kebangkitan yang mengesankan dalam peran-peran aksi yang penuh tantangan, termasuk film terkenal seperti Taken, Star Wars, dan The Grey.
Dalam wawancaranya dengan People, Neeson mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya mulai memburuk, dan ia merasa sudah saatnya untuk mundur dari peran-peran berbahaya.
"Saya berusia 72 tahun—ini harus dihentikan pada tahap tertentu," ujarnya. Ia menambahkan, "Anda tidak bisa menipu penonton. Saya tidak ingin Mark [pemeran penggantinya, Mark Vanselow] bertarung dalam adegan perkelahian untuk saya."
Meskipun belum ada tanggal pasti untuk film laga terakhirnya, Neeson mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan pensiun paling cepat pada tahun 2025.
"Mungkin akhir tahun depan. Saya rasa itu saja," katanya.
Sebelum pensiun, Liam Neeson akan menghadirkan film terbarunya, Absolution, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 1 November.
Film ini mengisahkan tentang seorang gangster tua yang berusaha memperbaiki hubungan dengan anak-anaknya dan menebus kesalahan masa lalu.
Selain itu, Neeson juga baru saja menyelesaikan syuting untuk film komedi klasik The Naked Gun.
Liam Neeson, yang berasal dari Irlandia Utara, memulai perjalanan filmnya dengan Pilgrim's Progress pada tahun 1978.
Ketenarannya meroket setelah penampilannya yang memukau dalam Schindler's List, yang membuatnya meraih nominasi Academy Award untuk Aktor Terbaik di usia 41 tahun.
Pada tahun 1999, ia memasuki dunia Star Warssebagai Jedi Master Qui-Gon Jinn di The Phantom Menace.
Setelah debut tersebut, karier Neeson beralih ke film laga dengan peran-peran ikonik dalam Batman Begins dan Taken, yang menjadikannya bintang laga yang tak terduga pada usia 50.
Film waralaba Taken melambungkan nama Liam Neeson ke era baru ketenaran, mengukuhkan reputasinya sebagai pemeran utama dalam film thriller penuh aksi seperti The Grey dan Non-Stop.
Dengan pengumuman pensiun terbaru ini, Liam Neeson menutup babak yang gemilang dalam kariernya di dunia perfilman aksi.
Pengumuman pensiun ini muncul hampir setahun setelah Neeson mengungkapkan bahwa ia hampir memerankan James Bond, peran yang dapat mengubah hidupnya dalam lebih dari satu cara.
Sebelum film Schindler’s List tayang di bioskop pada tahun 1993, Liam Neeson bertemu dengan Natasha Richardson saat mereka sama-sama membintangi Anna Christie versi Broadway, dan mereka menikah pada tahun 1994.
Dalam wawancara dengan Rolling Stone, Neeson mengungkapkan bahwa Richardson pernah memberikan ultimatum terkait keinginannya berperan sebagai sebagai agen 007.
"Dia mengatakan, 'Liam, aku ingin memberitahumu sesuatu: Jika kamu memerankan James Bond, kita tidak akan menikah,'" kenangnya saat syuting film Nell.
Neeson juga menyebutkan bahwa ia mengenal keluarga Broccoli, produser legendaris di balik film waralaba James Bond, Albert 'Cubby' Broccoli dan putrinya, Barbara.
Setelah Schindler's List, mereka mendekatinya untuk menjadi James Bond berikutnya setelah pensiunnya Timothy Dalton.
Meskipun Neeson sangat tertarik untuk memerankan Bond, Richardson bersikap tegas. "Dia memberiku ultimatum James Bond. Dan dia bersungguh-sungguh!" tambah Neeson, menjelaskan alasan di balik kekhawatiran Richardson.
"Ayolah, ada banyak gadis cantik di berbagai negara yang tidur dan bangun dari tempat tidur di film James Bond. Aku yakin banyak keputusannya didasarkan pada itu!"
Pada akhirnya, peran ikonis tersebut jatuh ke tangan Pierce Brosnan, yang memulai debutnya sebagai agen 007 dalam GoldenEye pada tahun 1995.
Dengan perjalanan karier yang kaya dan penuh prestasi, Liam Neeson akan selalu dikenang sebagai salah satu bintang aksi paling berpengaruh dalam sejarah perfilman.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan