JAKARTA - Setelah Wulan Guritno, YUki Kato dan pedangdut Cupi Cupita, giliran pesinetron Amanda Manopo memenuhi panggilan polisi terkait dugaan promosi/endorse judi online di akun media sosialnya.
Amanda Manopo dipanggil untuk dimintai keterangan di Bareskrim Polri. Ia diperiksa selama 10 jam. Ia keluar dari gedung pemeriksaan Bareskrim Polri sekitar pukul 21.00 WIB didampingi oleh kuasa hukumnya.
"Pertanyaannya tidak begitu banyak, saya juga dibantu lawyer sama manajer saya," papar Amanda Manopo seperti dikutip dari Antara, Senin (2/10).
Dalam pengakuannya, Amanda mengaku sama sekali tidak mengetahui jika konten video promosi yang dipromosikannya yaknit Tengah 99 adalah sebuah situs judi online.
"Saya tidak tahu (kalau judi online,). Yang saya tahu memang hanya game online saja. Saya tidak tahu-menahu soal judi online," ucap wanita yang akrab disapa Manda itu.
"Saya memenuhi panggilan saja, saya tidak ada niatan yang aneh-aneh dan memang ingin menjelaskan secara detail bahwa semua baik-baik saja, jadi ada kesalahpahaman," tutur artis berdarah Manado ini.
Ia pun mengaku kecewa lantaran telah menerima endorse situs judi online tersebut. Menurutnya bayaran yang diberikan tidak sebanding dengan namanya yang ikut terseret dalam kasus judi online.
"Fee-nya kalau tahu juga ya Allah. Tanya aja sama kuasa hukum dan manajer saya," kata Manda yang mengaku konten berisi judinonline husnul
Sementara itu, Ina Rachman selaku pengacara Amanda Manopo mengatakan kliennya mendapatkan bayaran sebesar Rp16 juta untuk mempromosikan situs judi online tersebut.
"Manda cuma dibayar Rp16 juta. (Bayaran Rp16 juta) bukan dari permainan itu tapi dari endorse bikin video mentah itu. Manda itu bikin video disuruh pakai kaus dan dibaca skrip dan ya udah video biasa," papar Ina.
"Cuma diunggah di Instagram Stories saat pandemi itu," lanjutnya.
Ina menambahkan Amanda Manopo tidak lagi memeriksa soal proyek endorse tersebut lantaran telah menyerahkan seluruh pekerjaannya kepada sang manajer.
"Jadi pada saat Manda ditawari project itu, itu lewat manajernya, Ricco, itu katanya game online, jadi bukan judi online. Jadi Manda tidak tahu sama sekali. Manda juga tidak memfilter karena dia kan sudah ada manajer jadi ketika manajer melempar ke Manda otomatis Ricco sudah meneliti apakah pekerjaan itu layak diambil atau tidak," jelasnya. (jpc/ant/jay)
Editor : Jay Wijayanto