JERINX, penabuh drum dari grup musik Superman Is Dead (SID), mengumumkan dengan penuh penyesalan bahwa ia tidak dapat bergabung dalam tur konser SID di berbagai kota di luar Bali. Keputusan ini diambil karena ia harus mendukung istri tercintanya, Nora Alexandra, yang sedang menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).
Dalam pernyataan yang ia sampaikan, Jerinx mengungkapkan bahwa ia hampir setiap hari harus mengantar sang istri, Nora Alexandra, ke rumah sakit untuk menjalani berbagai tahapan dalam program bayi tabung.
Proses ini melibatkan suntikan hormon dan vitamin yang harus diberikan kepada istri untuk mempersiapkan tubuhnya dalam menerima embrio hasil dari IVF.
“Halo semuanya, saya JRX from Superman is dead. Izinkan saya meminta maaf kepada kalian. Para outSIDers Ladyrose, kali ini saya belum bisa ikut tur konser bersama Superman is dead di kota kota kalian. Karena saya harus menemani istri yang sedang menjalani program bayi tabung atau ivf,” kata Jerinx melalui unggahan video di Instagram, Minggu (27/8).
“Jadi hampir setiap hari saya harus ke rumah sakit mengantar istri untuk suntik hormon, suntik vitamin dan lain sebagainya,” sambungnya.
Jerinx juga menekankan pentingnya memiliki stamina psikologis yang baik untuk mendukung kualitas sperma yang nantinya akan digunakan dalam proses pembuahan sel telur istri.
Jerinx mengaku harus memenuhi janjinya kepada Nora ketika ia masih mendekam di dalam penjara. "Karena janji yang saya lontarkan saat dipenjara harus saya tepati APAPUN alasannya. Usia saya 46 tahun, saya ingin tetap fit dalam menyaksikan/menemani anak saya bertumbuh kembang nanti. Rejeki bisa dicari. Buah hati? Belum tentu bisa terjadi,” tulis JRX dengan tekad menyertai video tersebut.
Dalam konteks pengorbanan yang dilakukan, JRX juga mengungkapkan pandangannya tentang pengorbanan kaum lelaki dalam proses IVF ini. Ia dengan tegas menyatakan bahwa pengorbanan yang ia lakukan sebagai seorang pria, sangatlah kecil dibandingkan dengan pengorbanan yang harus dilalui oleh para perempuan dalam proses ini. (uta/opi)
Editor : Jay Wijayanto