Film besutan sutradara Garin Nugroho ini jelas menjadi kesempatan langka bagi Mawar untuk mengeksplor karakter yang tak biasa tersebut. Bahkan untuk mendalami karakternya, kekasih Bryan Domani ini mendapat bimbingan khusus dari seorang psikolog.
"(Dalam film ini) Ada Mbak Anna, psikolog kita," ucap Mawar Eva di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pelantun Lebih Dari Egoku ini mengatakan bahwa dirinya sebelumnya tak memiliki pengalaman untuk berakting dan memerankan karakter seorang psikopat. Beruntung perempuan blasteran Indo-Belanda ini berhasil keluar dari karakter psikopat tersebut dan tidak terbawa ke real life atau kehidupan nyata.
"Puji Tuhan nggak sih Kak. Jadi aku emang meninggalkan karakternya si film Puisi Cinta yang Membunuh," ungkap Mawar De Jongh. "Sebenarnya nggak kebawa karena sudah diberikan beberapa referensi juga ya," lanjutnya
Adapun, film bergenre horor ini merupakan karya Garin Nugroho yang pertama. Film ini sendiri diadaptasi dari buku kumpulan puisi karangan sang sutradara yang berjudul Adam, Hawa dan Durian. Puisi Cinta yang Membunuh tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada Kamis (5/1). (one/opi) Editor : Administrator