Nikita sendiri sudah mendatangi Polres Serang Kota untuk mencari tahu, masalah apa yang sebenarnya terjadi. Ksmid (16/6), Nikita juga melakukan live Instagram. Dirinya menyebut pengepungan rumahnya seperti teroris.
"Kayak teroris gue," ungkap Nikita. "Iya kemarin sudah ke kantor polisi karena pengen tahu masalahnya apa sih sebenarnya, ih ternyata sepele toh masalahnya," ungkap Nikita lagi.
Nikita mengaku bingung, mengapa kasusnya ini sampai begitu hebohnya. "Gue narkoba nggak, nyimpen senjata tajam nggak, di rumah nggak ada prostitusi anak ayam heran gue," paparnya lagi.
Selama berada di dalam rumahnya, Nikita selalu ditemani sahabatnya, Fitri Salhuteru. Karena banyak yang menanyakan keadaan Nikita, Fitri memperlihatkan jika sahabatnya itu baik-baik saja.
"Jadi jangan dm aku semuanya ya. handphone aku hag ini ramai sekali dm dari kalian yang menanyakan kondisi Niki, tuh liat tuh kondisi dia baik-baik saja," kata Fitri seraya memperlihatkan Nikita yang ada di sampingnya.
Nggak cuma itu saja, Fitri juga membagikan aktivitas Nikita yang sempat melakukan peregangan otot saat berada di dalam rumah. "Biar otot kuat jadi saya hanya ingin membagikan suasana Nikita Mirzani pagi ini untuk kalian yang pada DM bertanya kabar Niki. Nikita lagi peregangan otot yang masih ngilu habis tinju," tulis Fitri dalam Instagram Storiesnya, Rabu (15/6).
"Jika tidak mau diolok-olok janganlah buat celah untuk diolok, jika ingin dihormati, janganlah buat celah untuk tidak dihormati," ungkap Fitri lagi.
Pada Rabu (15/6) malam, Nikita diketahui mengunjungi Polres Serang Kota untuk memberikan keterangan mengenai kejadian yang bikin heboh. “Saya sebagai warga negara Indonesia juga ingin tahu laporan apa yang disangkakan kepada saya, sampai akhirnya terjadi seperti ini dan akhirnya saya tahu. Saya hanya mau bilang terima kasih, ternyata saya di sini diperlakukan sangat baik sekali," ungkap aktris yang bermain di film Comic 8 itu. Belakangan diketahui jika pengepungan itu karena polisi ingin menjemput Nikita guna pemeriksaan atas laporan dari Dito Mahendra.
Di Polresta Serang Kota, Nikita menjalani pemeriksaan. Ia juga datang untuk mengetahui bukti apa yang dibawa oleh Dito Mahendra untuk menjeratnya dengan UU ITE. "Kenapa kemarin pada akhirnya saya ke Polres Serang Kota itu kepengen tahu, apa sih alat buktinya yang bisa bikin ini masuk UU ITE," kata Nikita kepada detikcom saat ditemui di kediamannya di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, Kamis (16/6).
"Makanya pas ke sana itu baru tahu, oh ini barang buktinya," ujar Nikita melanjutkan. Kemudian, Nikita mengonfirmasi jika ia hanya sebatas saksi saat pemeriksaan itu. "Iya jadi saksi," ucap Nikita.
Saat ditanya mengenai Dito Mahendra, Nikita sendiri tak mengetahui, siapa sosok pelapor tersebut. Yang Nikita ketahui hanya ia merupakan sosok kekasih dari Nindy Ayunda. "Jadi Dito Mahendra itu yang laporin, terkait UU ITE, tapi saya sendiri nggak tahu Dito Mahendra itu siapa. Yang baru saya tahu juga dia itu pacarnya Nindy Ayunda," pungkasnya.
Sekadar informasi, mengenai pengepungan sejumlah polisi di kediaman Nikita Mirzani sudah diklarifikasi oleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga. Ia mengatakan penjemputan paksa dilakukan karena Nikita Mirzani mangkir dari beberapa kali panggilan.
"Upaya paksa dilakukan terhadap NM karena NM mangkir dalam beberapa kali pemanggilan resmi dari penyidik," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga dalam keterangannya kepada wartawan.
Upaya tersebut sudah sesuai dengan ketentuan. Dia meminta Nikita Mirzani bisa kooperatif. "Sesuai dengan hukum acara pidana, maka penyidik datang ke kediaman NM dan meminta NM untuk kooperatif dan ikut bersama dengan penyidik guna memberi keterangan di depan penyidik," jelasnya.
Kombes Shinto Silitonga mengatakan soal kasusnya nanti akan dibuka pada waktunya. "Penyidikan nanti akan dibuka pada waktunya," tegas Kombes Shinto Silitonga. Pada akhirnya setelah kehebohan ini, polisi membubarkan diri dari rumah Nikita Mirzani setelah 10 jam. (kho/opi) Editor : Lambertus Hurek