Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Technical Study Group: Piala Dunia U-17 2023 Penting untuk Pengembangan Pemain Muda

Rahmat Adhi Kurniawan • Sabtu, 2 Desember 2023 | 00:18 WIB

 

KOMPAK: Tim studi teknis FIFA yang bekerja selama berlangsungnya Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. (FIFA)
KOMPAK: Tim studi teknis FIFA yang bekerja selama berlangsungnya Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. (FIFA)

RADAR SURABAYA - Piala Dunia FIFA U-17 2023™ di Indonesia diikuti 24 tim yang memainkan total 52 pertandingan di empat kota, Surabaya, Solo, Bandung, dan Jakarta.

Final antara Jerman dan Prancis dimainkan, Sabtu (2/12), di Stadion Manahan, Solo.

Setiap momen pertandingan disaksikan secara langsung oleh anggota Technical Study Group (TSG) FIFA.

Tanggung jawab TSG di antaranya mengidentifikasi dan menganalisis tren teknis, taktik, dan fisik para pemain, menobatkan Player of the Match di setiap pertandingan, dan memilih pemenang penghargaan Adidas Golden Ball.

Mulai edisi 2023, TSG terdiri dari empat pakar teknis, yaitu mantan pemain internasional Swiss, Pascal Zuberbühler, pelatih kepala tim nasional senior sepakbola wanita Wales, Gemma Grainger, mantan pemain internasional Paraguay, Julio Gonzalez, dan mantan pemain internasional Senegal, Pape Thiaw.

Piala Dunia FIFA U-17 merupakan turnamen dwitahunan, dan akan menjadi turnamen tahunan mulai 2025, yang didesain untuk memberikan kesempatan bagi pemain berusia 17 tahun ke bawah untuk bermain dalam turnamen besar di tingkat internasional.

Sejak diadakan pertama kali pada 1985, turnamen ini dikenal telah berhasil mengembangkan para pemain berkelas dunia dan memperkenalkan sejumlah calon superstar. Di antaranya Andres Iniesta, Ronaldinho, dan Alessandro Del Piero.

Menurut TSG, Piala Dunia FIFA U-17 berperan penting dalam proses pengembangan dan identifikasi talenta muda.

“Piala Dunia FIFA U-17 merupakan turnamen yang sangat penting, karena menjadi dasar bagi para pemain untuk mencapai level top,” kata Thiaw, dikutip Radar Surabaya dari siaran pers FIFA.

“Yang pertama, turnamen ini membiasakan para pemain muda untuk berkompetisi. Mereka dapat merasakan atmosfer turnamen besar dan memperoleh pengalaman melawan berbagai tim sebagai bagian dari pengembangan mereka, dan memungkinkan mereka tumbuh lebih cepat.”

“Pada level U-17, para pemain dipersiapkan: kami berbicara tentang pengembangan permainan sepakbola dan upaya untuk melatih berbagai hal. Melalui Piala Dunia FIFA U-17, kami menambahkan sisi kompetitif dalam pengembangan tersebut, sehingga mereka dapat menunjukkan bakatnya meskipun masih muda.”

Melalui pengalaman bermain dalam turnamen melawan tim berskala internasional, para pemain dapat merasakan menjadi pemain profesional.

Selain itu, Piala Dunia FIFA U-17 membawa para pemain menjalani tantangan: membawa mereka keluar dari zona nyaman dan membuat mereka mengalami hal yang sebelumnya asing bagi mereka seperti perjalanan, akomodasi, kebudayaan, zona waktu yang berbeda, serta penonton lawan.

Semua hal tersebut merupakan bagian hidup sehari-hari dari seorang pemain internasional senior, dan dengan merasakan hal ini sejak muda, para pemain dapat berkembang dengan cepat.

Gonzalez, yang bermain di Piala Dunia FIFA U-20™ di awal karirnya, sepakat bahwa Piala Dunia U-17 memberikan dorongan besar bagi masa depan seorang pemain.

“Dalam hal pertumbuhan dan pengembangan pemain sepak bola, turnamen ini sangat penting. Anak-anak ini adalah pemain U-17. Kebanyakan dari mereka bahkan belum pernah ke luar negeri untuk bermain sepak bola sebelumnya, sehingga menjalani pertandingan internasional melawan tim nasional lainnya memberikan pengalaman yang unik dan berharga bagi para pemain ini. Hal ini tidak dapat dibandingkan dengan turnamen lain mana pun,” kata Gonzalez.

Karena turnamen ini memberikan begitu banyak manfaat bagi para pemain, seluruh dunia menyambut dengan antusias saat diumumkan bahwa Piala Dunia FIFA U-17 akan menjadi turnamen tahunan mulai 2025, setelah sebelumnya menjadi turnamen dwitahunan.

“Level U-17 adalah usia potensial bagi pesepak bola muda yang sedang menapak jenjang karir. Setelah melakukan studi dan konsultasi panjang, FIFA memutuskan bahwa Piala Dunia FIFA U-17 harus diadakan setiap tahun,” kata Zuberbühler, yang bermain di Piala Dunia FIFA 2006™.

Menurut Gonzalez, efek sampingan dari turnamen yang diadakan setiap tahun akan melampaui para pemain yang mengikuti turnamen.

“Piala Dunia U-17 yang diadakan setiap tahun dapat mengubah pengembangan sepak bola sepenuhnya. Hal ini dapat menciptakan perbedaan besar di seluruh dunia, bagi setiap anak yang sedang berkembang dan bertumbuh sebagai pemain“ tutup Gonzalez. (fifa/rak)

Editor : Nofilawati Anisa
#pemain muda #Piala Dunia U-17 #FIFA #technical study group