Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Psikolog Ungkap Beberapa Pemain Timnas Indonesia U-17 Sempat Down Akibat Perundungan dari Netizen di Medsos

Rahmat Sudrajat • Senin, 27 November 2023 | 16:16 WIB
MENTAL: Psikolog timnas Indonesia U-17, Afif Kurniawan, memberikan keterangan terkait penanganan mental para pemain di information center Piala Dunia U-17, Kamis (23/11). (Andy Satria/Radar Surabaya)
MENTAL: Psikolog timnas Indonesia U-17, Afif Kurniawan, memberikan keterangan terkait penanganan mental para pemain di information center Piala Dunia U-17, Kamis (23/11). (Andy Satria/Radar Surabaya)

SURABAYA - Perundungan Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023 yang dilakukan oleh publik di media sosial (medsos) berdampak pada psikologis pemain.

Ada beberapa pemain yang mengalami down saat hendak bertanding karena perundungan yang dilakukan oleh netizen di medsos. Terutama di pertandingan awal ketika itu para pemain bisa menahan 1-1 Ekuador. Namun permainan Timnas U-17 kurang baik.

"Sampai setelah empat hingga lima hari setelah pertandingan melawan Maroko, masih ada perundungan ke pemain. Dan, saya mau sampaikan bahwa ada pemain kami yang terdampak. Ini cukup serius,” kata Psikolog Timnas U-17, Afif Kurniawan, Minggu (26/11).

Menurut Afif, kritik tidak dilarang. Bahkan, jajaran pelatih dan pemain terbuka dengan kritik. Tapi, tidak demikian dengan komentar negatif. Apalagi, komentarnya itu berupa caci maki dan hal-hal yang di luar nalar.

”Kita sudah seharusnya bersinergi. Kritik media sudah sangat konstruktif. Pelatih dan pengurus sudah mendampingi serta mengarahkan dengan baik. Tapi, di media sosial tidak sedikit yang berkomentar negatif,” imbuhnya.

Komentar-komentar itu berdampak serius ke mental pemain. Apalagi, para pemain Timnas Indonesia U-17 usianya masih remaja. Emosi mereka masih labil.

”Kami sangat terbuka dengan kritik. Apalagi, kritik dengan dasar yang jelas. Tapi, jangan komentar negatif. Dan itu yang terjadi di media sosial,” tutur pria juga dosen Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

Afif menceritakan saat Timnas Indonesia U-17 dinyatakan tidak lolos ke babak 16 besar, Arkhan Kaka dan kawan-kawan sempat sedih. Dan hal itu disebut Afif sangat wajar. Sebab, seperti kebanyakan orang Indonesia, para pemain tersebut juga berekspektasi bisa menembus babak 16 besar.

”Selama 24 jam setelah diumumkan skor Meksiko yang kemudian menang 4-0, saat itu kami di ruang makan situasinya jadi seperti ada mendung. Dalam perspektif psikologi, ketika mereka bersedih, maka dibiarkan saja selama 24 jam,” ujar Afif.

Timnas Indonesia U-17 yang tergabung di Grup A sempat bermain imbang dengan skor identik 1-1 saat melawan Ekuador dan Panama. Sayang, mereka kemudian kalah 1-3 kontra Maroko yang berdampak terhentinya perjalanan mereka di Piala Dunia U-17.

Saat dinyatakan tidak lolos, para pemain langsung bersedih. Tapi, kesedihan itu hanya berlangsung 24 jam saja. Setelah itu, tim psikolog melakukan pendekatan kepada mereka. Baik secara personal maupun berkelompok.

Baca juga: Pengelolaan Lingkungan di Sektor Usaha Dinilai Optimal, DLH Surabaya Siapkan Awarding

”Pemain saat ini sudah move on dan berfokus pada tantangan berikutnya. Mereka sudah Bersiap menatap perjalanan di depan,” ucap Afif.

Nah, ketika pemain sudah move on, ternyata hal berbeda terjadi di dunia maya. Tidak sedikit netizen yang melakukan perundungan kepada pemain dengan melontarkan komentar-komentar negatif.
Staf kepelatihan Timnas Indonesia U-17 sebenarnya telah membatasi penggunaan smartphone untuk pemain. Selama mereka bertanding di Piala Dunia U-17, interaksi pemain dengan handphone hanya sebentar.

”HP pemain dikumpulkan dalam koper merah. Jadi mereka sangat minim memegang HP,” ujar Afif.

Tapi, setelah langkah Timnas Indonesia U-17 terhenti, semua pemain kembali dibebaskan menggunakan handphone masing-masing. Nah, pada momen itulah para pemain membaca komentar-komentar negatif yang masuk ke media sosial mereka.

Beberapa pemain terdampak serius. ”Komentar negatif di media sosial itu sangat mengganggu. Meski tim sudah dibubarkan sejak Selasa (21/11), kami tetap berinteraksi dan mendampingi pemain terdampak itu. Kami damping hingga mereka betul-betul pulih,” tuturnya.

Karena itu, Afif dan tim psikolog Timnas Indonesia U-17 berharap publik bijak dalam bermedia sosial. ”Jangan berkomentar negatif. Para pemain Timnas Indonesia U-17 memerlukan arahan untuk terus belajar dan berkembang. Sebab, mereka bisa menjadi tumpuhan sepak bola Indonesia di masa depan,” pungkasnya. (rmt/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#psikolog #mental #Piala Dunia U17 2023 #Perundungan #Timnas U17 Indonesia