Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Okupansi Hotel di Surabaya saat Opening Ceremony Piala Dunia Tembus 90 Persen. Setelahnya, Begini Nasibnya

Rahmat Sudrajat • Rabu, 22 November 2023 | 18:50 WIB

 

OKUPANSI: Ketua Harian PHRI Surabaya Puguh Sugeng Sutrisno memberikan keterangan terkait keterisian hotel  selama penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023, Selasa (20/11). (ANDY S)
OKUPANSI: Ketua Harian PHRI Surabaya Puguh Sugeng Sutrisno memberikan keterangan terkait keterisian hotel selama penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023, Selasa (20/11). (ANDY S)

SURABAYA - Selama perhelatan Piala Dunia U-17 okupansi tamu hotel di Surabaya jauh dari harapan yang ditargetkan bisa mencapai 100 persen.

Nyatanya dari data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surabaya okupansi hotel hanya meningkat 5 sampai 10 persen.

Ketua Harian PHRI Surabaya Puguh Sugeng Sutrisno mengatakan efek yang dirasakan selama pertandingan Piala Dunia U-17 di Surabaya jauh dari harapan, karena setiap pertandingan kenaikan hanya 5-10 persen tamu yang menginap di hotel.

Rata-rata setiap pertandingan hanya 6-10 kamar yang terisi oleh penonton pertandingan bergengsi itu.

"Jauh dari harapan karena mungkin ini pertandingan junior, masih jarang penonton yang berminat untuk melihat ke stadion. Jadi mempengaruhi tingkat hunian. Hanya 5-10 persen saja," kata Puguh, Selasa (21/11).

Meski demikian Puguh mengaku saat opening ceremony 10 November lalu, hotel-hotel di tengah kota mengalami peningkatan karena banyak pejabat maupun artis yang membooking kamar hotel.

"Pada awal penyelenggaraan Piala Dunia atau saat opening ceremony hotel di tengah kota okupansinya 90 persen, karena rata-rata ada artis menteri yang lihat piala dunia. Ada kenaikan yang signifikan," jelasnya.

Peningkatan tamu hotel berbeda dengan hotel yang ditempati oleh tim atau official Piala Dunia U-17. Yang telah ditetapkan ada empat hotel.

"Kalau hotel yang ditempati oleh official atau timnas beda lagi. Karena itu sudah ditunjuk oleh official," imbuhnya.

Sedangkan hotel yang paling banyak ditempati oleh tamu yang akan menyaksikan piala dunia ia menyebut seperti hotel di kawasan Tidar, Rajawali, HR Muhammad, hingga Gresik.

"Hotel yang dekat dengan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) biasanya lebih banyak diminati oleh masyarakat (penonton, Red)," terang Puguh.

Atas berlangsungnya Piala Dunia di Surabaya ia mengaku berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat maupun daerah, yang sudah mempermudah tamu-tamu hotel yang akan berangkat ke stadion dengan menggunakan shuttle bus gratis.

"Support pemerintah patut kita apresiasi. Kami berharap event ke depan lebih baik lagi," harapnya.

Pihaknya juga melakukan kerja sama dengan UMKM yang memproduksi merchandise. Produk itu dipasarkan juga oleh pihak hotel. Selain itu, sejatinya juga menyiapkan paket wisata.

“Kami diimbau untuk kerja sama dengan UMKM mulai dari pernak-pernik yang ada di hotel. Selain kami pajang di lobi, kami juga paketkan dengan kamar. Merchandise itu contohnya gantungan kunci dan magnet kulkas,” ujar Puguh.

Kota Surabaya sendiri menggelar hari terakhir pertandingan Piala Dunia U-17 2023, Selasa (21/11). Ada dua pertandingan babak 16 besar, yakni Mali melawan Meksiko dan Maroko kontra Iran. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Piala Dunia U-17 #okupansi #Berita Terbaru #opening ceremony #industri perhotelan #Radar Surabaya