Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Semarakkan Piala Dunia U-17, Ayo Main Sepakbola Paku di Balai RW Sambiarum, Surabaya

Rahmat Sudrajat • Kamis, 9 November 2023 | 17:55 WIB

 

HEBOH: Ibu-ibu di lingkungan RW 06 Sambiarum, Sambikerep, Surabaya, bermain sepak bola paku untuk menyambut gelaran Piala Dunia U17, di Balai RW setempat, Rabu (8/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
HEBOH: Ibu-ibu di lingkungan RW 06 Sambiarum, Sambikerep, Surabaya, bermain sepak bola paku untuk menyambut gelaran Piala Dunia U17, di Balai RW setempat, Rabu (8/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Bermain sepak bola dengan bola di lapangan memang sudah lumrah dilakukan.

Namun bermain sepak bola dengan kelereng dan lapangan dari papan serta banyaknya halangan berupa paku yang ditancapkan memang sedikit aneh.

Selain aneh, permianan ini membuat kedua orang yang bermain harus berkonsentrasi untuk memasukan kelereng ke gawang.

Sepak bola tradisional itu dimainkan di Balai RW 06 Sambi Arum, Surabaya, Rabu (8/11).

Ada empat lapangan mini yang dihiasi dengan bendera peserta Piala Dunia U-17.

Emak-emak warga RW 06 pun turut bermain sepak bola paku demi menyemarakkan Piala Dunia U-17 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, 10 November.

Yuni Purwanti salah satu peserta sepak bola paku terlihat gembira ketika bola kelereng yang ia mainkan dengan stik ice cream sebagai pemukul kelereng bisa masuk ke gawang lawan.

Meski banyak rintangan paku, permainan 2x5 menit itu begitu seru.

Hingga akhir pertandingan babak kedua kedudukan 8-8, dan berlanjut adu penalti yang dimenangkan Yuni dengan skor 3-2.

"Ya agak sulit karena ada banyak paku. Tapi tadi bisa menang adu penalti 2-3," kata Yuni.

Yuni mengaku tak melakukan latihan dalam pertandingan tersebut, yang dibutuhkan hanya kesabaran dan juga semangat.

Dengan hadirnya sepak bola paku Yuni tampak senang karena permainan tradisional itu pernah ia mainkan saat masih kecil.

Seakan bernostalgia dengan masa kecil dulu. "Lama tidak muncul (sepak bola paku, Red) sekarnag muncul lagi dalam rangka memeriahkan Piala Dunia U-17," ujarnya.

Ia berharap sepak bola paku ini bisa tetap lestari meskipun nanti piala dunia sudah berakhir.

"Semoga permainan tradisional ini tetap berjalan. Jangan sampai vakum lagi dan terus berkembang," harap warga RT 05 itu.

Sementara itu founder Kampoeng Dolanan Mustofa Sam mengaku bahwa permainan sepak bola paku ini dalam rangka memeriahkan Piala Dunia U-17, yang digelar di Surabaya sekaligus menghidupkan permainan tradisional.

Pesertanya pun lintas generasi mulai dari emak-emak, anak-anak hingga karang taruna.

"Ya dalam rangka menyambut Piala Dunia U-17 yang tuan rumahnya Surabaya sehingga kami menyemarakkan dengan kompetisi sepak bola paku," ujar Mus.

Mus mengaku bahwa sepak bola paku ini pernah dimainkan oleh ibu negara Iriana Joko Widodo dan Wury Ma'ruf Amin beserta rombongan OASE KIM ketika berkunjung di SDN Pakis III Surabaya beberapa waktu lalu.

"Jadi permainan tradisional yang sempat kondang di tahun 70-90an ini pernah juga dimainkan oleh ibu negara saat berkunjung ke Surabaya," tuturnya.

Ia berharap permainan tradisional sepak bola paku ini bisa ikut dirasakan oleh masyarakat umum lainnya.

Sehingga ia membuat kompetisi sepak bola paku jelang Piala Dunia U-17. (rmt/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Piala Dunia U-17 2023 #sepakbola paku #berita piala dunia u17 terbaru #Radar Surabaya #Radar Surabaya Terkini