RADAR SURABAYA – Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB.
Meski gagal melangkah ke final, duel dua raksasa Eropa ini tetap menyimpan gengsi besar, mulai dari perebutan posisi ketiga hingga persaingan individu dalam perburuan Sepatu Emas.
Kedua tim datang ke Amerika Utara dengan status kandidat juara. Namun, langkah mereka terhenti di semifinal.
Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan Inggris takluk dramatis 1-2 dari Argentina setelah kebobolan pada menit-menit akhir.
Kini, Les Bleus dan The Three Lions berusaha menutup turnamen dengan kemenangan sekaligus menjaga reputasi sebagai kekuatan sepak bola dunia.
Kylian Mbappe Berpeluang Salip Messi
Sorotan utama tertuju kepada kapten Prancis, Kylian Mbappe. Penyerang berusia 27 tahun itu telah mengoleksi delapan gol, jumlah yang sama dengan Lionel Messi dalam daftar top skor Piala Dunia 2026.
Saat ini Messi masih memimpin perburuan Sepatu Emas karena unggul dalam jumlah assist.
Namun, satu gol tambahan dari Mbappe berpotensi mengubah peta persaingan dan membawa bintang Prancis itu menjadi pencetak gol terbanyak turnamen.
Di kubu Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham juga masih memiliki peluang meski baru mengumpulkan enam gol.
Thomas Tuchel Kejar Hasil Terbaik Inggris dalam 60 Tahun
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menegaskan timnya tetap memiliki motivasi tinggi meski gagal mencapai final.
Menurutnya, perebutan tempat ketiga tetap merupakan pertandingan resmi Piala Dunia yang harus dimenangkan.
"Tidak ada yang ingin berada di pertandingan ini. Namun, ini adalah laga resmi Piala Dunia. Kami memiliki kesempatan mencatatkan hasil terbaik Inggris dalam 60 tahun terakhir.
Mentalitas bukan sesuatu yang bisa dinyalakan dan dimatikan sesuka hati," ujar Tuchel.
Baca Juga: Sempat Bikin Macet, Mobil Tersangkut Median Jalan di Karang Tembok Surabaya
Tuchel diperkirakan melakukan sejumlah rotasi setelah mendapat kritik atas strategi defensif yang diterapkannya saat Inggris kalah dari Argentina di semifinal.
Laga Perpisahan Didier Deschamps
Bagi Prancis, pertandingan ini memiliki makna emosional karena menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional.
Deschamps mengakhiri pengabdiannya selama 14 tahun dengan catatan gemilang. Ia sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018 dan membawa Prancis kembali ke final pada edisi 2022.
Pelatih berusia 57 tahun itu berharap anak asuhnya menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.
"Kami memiliki tanggung jawab. Saya memiliki tanggung jawab, staf pelatih juga demikian, begitu pula para pemain," kata Deschamps.
Bek Prancis Ibrahima Konate mengakui suasana ruang ganti timnya masih diliputi kekecewaan usai gagal melaju ke final.
"Tidak satu pun dari kami ingin bermain dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Namun, kami tidak punya pilihan selain menjalaninya," ujar Konate.
Meski demikian, Prancis tetap bertekad mengakhiri turnamen dengan kemenangan sekaligus memberikan hadiah perpisahan yang manis kepada Deschamps.
Duel Sarat Gengsi
Walau hanya memperebutkan posisi ketiga, pertandingan ini diprediksi berlangsung menarik.
Prancis ingin menutup era Deschamps dengan kemenangan sekaligus membantu Mbappe merebut Sepatu Emas.
Sementara itu, Inggris berusaha mengakhiri turnamen dengan hasil terbaik sejak menjadi juara dunia pada 1966.
Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, duel Prancis kontra Inggris diperkirakan berlangsung terbuka dan menyajikan pertandingan berintensitas tinggi.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan