Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Asap Kebakaran Hutan Kanada Ganggu Persiapan Final Piala Dunia 2026, Spanyol Tetap Berlatih di Tengah Udara Berbahaya

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 17 Juli 2026 | 06:05 WIB
Pemandangan sebuah pusat perbelanjaan terbuka saat kualitas udara memburuk akibat asap pekat dari kebakaran hutan di Kanada, di Glenview, Illinois, Kamis (16/7). (Foto AP/Nam Y. Huh).
Pemandangan sebuah pusat perbelanjaan terbuka saat kualitas udara memburuk akibat asap pekat dari kebakaran hutan di Kanada, di Glenview, Illinois, Kamis (16/7). (Foto AP/Nam Y. Huh).

RADAR SURABAYA – Persiapan menjelang final Piala Dunia 2026 diwarnai ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan besar di Kanada.

Laporan Associated Press (AP) , tim nasional Spanyol tetap menggelar latihan di luar ruangan di East Hanover, New Jersey, Kamis (16/7) waktu setempat, meski kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Kabut asap yang menutupi sinar matahari berasal dari kebakaran hutan di wilayah Ontario, Kanada.

Asap terbawa angin hingga menyelimuti sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, termasuk New Jersey yang menjadi lokasi persiapan Spanyol sebelum menghadapi Argentina pada laga final.

Media hanya diizinkan menyaksikan 15 menit pertama sesi latihan sehingga intensitas latihan tidak diketahui secara pasti. Sesi tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu jam.

Baca Juga: Messi Masih Memimpin, Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia Belum Berakhir

Di sisi lain, Argentina memilih tetap berada di kawasan Atlanta untuk menjalani pemulihan setelah memastikan tiket final usai mengalahkan Inggris di semifinal.

Wilayah Georgia relatif tidak terdampak asap karena letaknya lebih jauh di selatan.

Ahli Khawatir Risiko bagi Pemain

Kondisi kualitas udara memicu kekhawatiran para ahli kesehatan. Mereka menilai latihan di luar ruangan berisiko bagi atlet yang membutuhkan kapasitas paru-paru maksimal.

Dokter spesialis gawat darurat sekaligus pejabat Global Climate and Health Alliance, Dr. Courtney Howard, mengatakan atlet

seharusnya tidak berlatih ketika kualitas udara berada pada level berbahaya akibat polusi kebakaran hutan.

Menurutnya, solusi terbaik adalah memindahkan latihan ke fasilitas dalam ruangan yang memiliki sistem penyaringan udara bersih.

 Penggunaan masker N95 dinilai kurang ideal karena sulit memastikan seluruh atlet mengenakannya secara sempurna selama latihan intensif.

FIFA Belum Beri Tanggapan

Hingga berita ini ditulis, FIFA maupun Federasi Sepak Bola Spanyol belum memberikan tanggapan terkait kemungkinan memindahkan latihan ke dalam ruangan.

Baca Juga: Sekolah Kekurangan Guru di Surabaya Terbantu, Unesa Terapkan Skema Baru Penempatan Mahasiswa PPG

Meski demikian, prakiraan cuaca menunjukkan kondisi udara diperkirakan membaik sebelum laga final digelar di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, pada Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin pagi WIB. 

Kualitas Udara Masih di Atas Standar WHO

Berdasarkan data sistem pemantauan AirNow milik Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), kualitas udara di East Hanover pada Kamis pagi berada dalam

kategori tidak sehat sebelum berangsur membaik menjadi tidak sehat bagi kelompok sensitif pada sore hari.

Meski mengalami perbaikan, tingkat polusi partikel di New Jersey masih tercatat lebih dari tujuh kali lipat di atas ambang batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara menjelang partai puncak Piala Dunia 2026.

Beruntung, prakiraan terbaru menyebut kualitas udara akan kembali ke kategori sedang saat Spanyol dan Argentina bertanding memperebutkan trofi juara dunia.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : AP News
timnas spanyol Piala Dunia 2026 kebakaran hutan