RADAR SURABAYA – Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris dipastikan berlangsung sengit.
Menariknya, media Argentina justru menilai ancaman terbesar Inggris bukan hanya Harry Kane dan Jude Bellingham, melainkan dua gelandang yang menjadi jantung permainan tim asuhan Thomas Tuchel.
Harian Clarin menyebut Declan Rice dan Elliot Anderson sebagai pemain yang harus mendapat perhatian khusus jika Argentina ingin mengamankan tiket ke final.
Menurut media tersebut, kedua gelandang itu memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengawali setiap serangan Inggris.
Selama Piala Dunia 2026, Jude Bellingham dan Harry Kane memang tampil luar biasa. Keduanya mencetak 12 dari total 13 gol Inggris, termasuk dua gol Bellingham saat menyingkirkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di perempat final.
Meski demikian, Clarin menilai keberhasilan Inggris tidak lepas dari kontribusi Rice yang menjadi pelindung lini belakang sekaligus pengatur tempo permainan.
"Rice adalah keseimbangan tim. Dia melindungi bek tengah, menutup ruang ketika bek sayap naik membantu serangan, dan mengarahkan pembangunan serangan dari lini belakang," tulis Clarin.
Selain Rice, Elliot Anderson juga dianggap sebagai sosok penting di lini tengah Inggris. Gelandang Manchester City itu dinilai mampu menghubungkan setiap lini melalui pergerakan tanpa bola dan distribusi umpan yang efektif.
"Anderson adalah benang merah yang menyatukan permainan Inggris. Dia selalu membuka ruang, menerima bola, berputar, lalu kembali menawarkan diri untuk menjaga aliran bola tetap hidup," ulas media tersebut.
Strategi Argentina Redam Inggris
Media Argentina juga memaparkan taktik yang dinilai efektif untuk menghentikan permainan Inggris.
Menurut Clarin, Lionel Scaloni harus menginstruksikan para pemainnya untuk menekan Rice dan Anderson sejak awal.
Tujuannya adalah mencegah keduanya menerima bola dalam posisi menghadap ke depan sehingga Inggris kesulitan membangun serangan.
Julián Álvarez diperkirakan menjadi pemain pertama yang memimpin tekanan dari lini depan.
Sementara Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister diharapkan aktif mempersempit ruang gerak kedua gelandang Inggris tersebut.
Di sisi lain, Lionel Messi diprediksi mendapat peran lebih bebas. Kapten Argentina itu bisa menutup jalur umpan ke belakang atau menunggu kesempatan untuk menerima bola di ruang kosong di belakang lini tengah Inggris.
Waspadai Serangan Balik Inggris
Selain menekan lini tengah, Clarin juga mengingatkan Argentina agar tidak kehilangan bola di area sentral.
Pasalnya, Inggris dikenal sangat berbahaya ketika berhasil merebut bola di lini tengah. Serangan balik cepat mereka kerap memanfaatkan kecepatan Anthony Gordon di sisi kiri, pergerakan Bukayo Saka dari sisi kanan, serta kemampuan Jude Bellingham menusuk dari lini kedua.
Karena itu, media Argentina menyarankan agar Albiceleste memaksa Inggris bermain lebih melebar dan mengandalkan umpan silang, bukan memberikan ruang bagi mereka untuk menyerang melalui kombinasi cepat di area tengah.
Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris diprediksi menjadi duel taktik antara Lionel Scaloni dan Thomas Tuchel.
Pemenang pertandingan akan menghadapi Spanyol di partai final setelah La Furia Roja lebih dulu memastikan tempat di laga puncak.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan