RADAR SURABAYA – Pelatih Inggris Thomas Tuchel meyakini Argentina akan tampil dengan motivasi berlipat saat kedua tim bentrok pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Menurutnya, sejarah panjang rivalitas kedua negara menjadi bahan bakar tambahan bagi juara bertahan tersebut.
Laga Inggris kontra Argentina merupakan salah satu pertandingan paling bergengsi di Piala Dunia.
Kedua negara sudah lima kali bertemu di ajang ini, termasuk duel-duel yang selalu dikenang karena drama dan kontroversinya.
Pertemuan paling ikonik terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Tangan Tuhan" (Hand of God) sebelum Argentina menang 2-1 dan akhirnya menjadi juara dunia.
Pada Piala Dunia 1998, Argentina kembali menyingkirkan Inggris lewat adu penalti setelah David Beckham mendapat kartu merah.
Empat tahun kemudian, Beckham membalas dengan gol penalti yang membawa Inggris menang 1-0 pada fase grup Piala Dunia 2002.
Sementara itu, Inggris juga pernah menang 3-1 pada fase grup Piala Dunia 1962 dan 1-0 di perempat final Piala Dunia 1966, yang berakhir dengan gelar juara dunia pertama mereka.
Baca Juga: Lamine Yamal Tak Cetak Gol, tetapi Jadi Penentu! Aksi Cerdiknya Antar Spanyol Singkirkan Prancis
Tuchel: Argentina Bermain dengan Emosi dan Sejarah
Tuchel menilai Argentina masih diperkuat sebagian besar pemain yang membawa negaranya menjadi juara dunia pada 2022.
Kekompakan dan mental juara itu, menurutnya, menjadi kekuatan utama tim asuhan Lionel Scaloni.
Selain itu, Argentina juga bertekad mempertahankan gelar sekaligus memberikan perpisahan manis kepada Lionel Messi yang diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya.
Seusai menyingkirkan Swiss 3-1 di perempat final, sejumlah pemain Argentina menyanyikan lagu yang menyinggung Kepulauan Malvinas (Falklands), Diego Maradona, dan Lionel Messi di ruang ganti.
Lagu tersebut semakin menegaskan besarnya makna laga ini bagi skuad Albiceleste.
"Saya mengenal beberapa pemain mereka dan pernah melatih sebagian dari mereka. Anda bisa melihat semangat juang mereka, terutama ketika tertinggal atau menghadapi pertandingan yang sulit," ujar Tuchel.
Menurut pelatih asal Jerman tersebut, Argentina memiliki identitas permainan yang sangat emosional.
"Mereka hampir memiliki skuad yang sama seperti empat tahun lalu. Anda bisa melihat kekompakan, pengorbanan, dan keyakinan mereka terhadap gaya bermain sendiri.
Sejarah juga menjadi bahan bakar mereka. Kami memahami tantangan itu, tetapi Inggris juga memiliki mentalitas dan daya juang untuk menghadapinya. Kami siap," tegasnya.
Tuchel Pastikan Hubungannya dengan Jude Bellingham Baik-Baik Saja
Tuchel juga meluruskan kabar mengenai hubungannya dengan Jude Bellingham setelah sang gelandang terlihat kurang senang terhadap evaluasi pelatih seusai kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia di babak perempat final.
Dalam pertandingan tersebut, Bellingham mencetak dua gol yang membawa Inggris lolos ke semifinal.
Menurut Tuchel, komentarnya semata-mata bertujuan meningkatkan kualitas permainan tim, bukan mengkritik Bellingham secara pribadi.
"Saya juga mengatakan dia adalah pemain kelas dunia dan kembali menentukan kemenangan kami.
Wajar jika pemain yang baru bermain 120 menit dan mencetak dua gol bereaksi secara emosional. Tidak ada masalah di antara kami," katanya.
Tuchel menambahkan seluruh tim sudah melakukan evaluasi dan kini fokus penuh menghadapi Argentina.
Marc Guéhi: Tekanan Ada pada Argentina
Bek Inggris Marc Guéhi justru menilai tekanan terbesar berada di kubu Argentina sebagai juara bertahan.
"Tidak ada tekanan bagi kami. Justru mereka yang harus mempertahankan gelar juara dunia. Mereka yang memiliki beban lebih besar," ujar Guéhi.
Pemain Crystal Palace itu telah pulih dari cedera hamstring dan diperkirakan kembali berduet dengan John Stones di jantung pertahanan Inggris.
Sementara itu, Ezri Konsa masih bersaing dengan Reece James untuk mengisi posisi bek kanan.
Semifinal Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung sengit. Inggris memburu gelar dunia pertama sejak 1966, sedangkan Argentina mengincar keberhasilan mempertahankan trofi sekaligus menutup perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia dengan akhir yang sempurna.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan