Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lamine Yamal Santai Jelang Prancis vs Spanyol, Minta Kado Kemenangan di Hari Ulang Tahun ke-19

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:43 WIB
Lamine Yamal tampil penuh percaya diri menyambut laga semifinal Piala Dunia melawan Prancis di Dallas. (The Guardian/Hannah McKay/Reuters).
Lamine Yamal tampil penuh percaya diri menyambut laga semifinal Piala Dunia melawan Prancis di Dallas. (The Guardian/Hannah McKay/Reuters).

RADAR SURABAYA– Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, tampil penuh percaya diri menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis.

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-19, pemain Barcelona yang lahir pada 13 Juli 2007 itu menegaskan tidak merasakan tekanan sedikit pun menghadapi pertandingan terbesar dalam kariernya.

 Lamine Yamal mengawali hari spesialnya dengan mengikuti sesi latihan bersama skuad Spanyol. 

Sesuai tradisi tim, ia dan rekan setim yang juga berulang tahun, Víctor Munoz, mendapat sambutan meriah dari para pemain sebelum latihan dimulai.

Pada sore harinya, Yamal menjadi pusat perhatian dalam konferensi pers resmi jelang semifinal.

Baca Juga: Rodri Optimistis Jelang Prancis vs Spanyol: Kami Bisa Kalahkan Les Bleus dan Rebut Tiket Final Piala Dunia 2026

Mengenakan kalung emas putih bertabur berlian yang dibelinya sendiri, ia tampil santai dan penuh senyum saat menjawab berbagai pertanyaan dari media.

"Sebetulnya saya membeli kalung ini sendiri, jadi tidak bisa dianggap sebagai hadiah," ujar Yamal dikutip The Guardian. 

Meski belum menerima banyak hadiah ulang tahun, pemain berusia 19 tahun itu mengaku hanya memiliki satu keinginan.

"Yang saya inginkan sebagai hadiah adalah kemenangan," katanya.

Kemenangan atas Prancis akan membawa Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 yang digelar di New York.

Tak Merasa Tertekan

Menghadapi semifinal melawan salah satu tim terkuat di dunia tidak membuat Yamal gugup. Menurutnya, pertandingan sepak bola bukanlah hal yang patut ditakuti.

"Tekanan? Tidak," tegasnya.

"Ada banyak hal yang jauh lebih sulit dalam hidup daripada pertandingan sepak bola. Ini hanya sebuah permainan. Saya tahu kemampuan saya dan saya tidak mengkhawatirkan apa pun."

Meski demikian, Yamal mengakui duel kontra Prancis merupakan pertandingan terbesar yang pernah dijalaninya.

Baca Juga: Prancis vs Spanyol: Sempat Dicemooh, Didier Deschamps Tinggal Selangkah Jadi Legenda Piala Dunia Usai Sulap Prancis Jadi Tim Menakutkan

"Ini adalah pertandingan nomor satu dalam karier saya."

Spanyol Tak Takut Prancis

Yamal juga kembali menegaskan keyakinannya bahwa Spanyol tidak memiliki alasan untuk takut menghadapi Prancis.

"Saya ditanya apakah kami takut. Tentu saja tidak. Kami adalah juara Eropa. Kami tahu apa yang harus dilakukan di lapangan," ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan kepercayaan diri skuad La Roja yang datang ke semifinal dengan performa impresif sepanjang turnamen.

Luis de la Fuente Yakin Performa Terbaik Yamal Belum Keluar

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, percaya kemampuan terbaik Yamal masih belum terlihat di Piala Dunia 2026.

"Dia baru berusia 19 tahun. Saya hanya ingin dia menikmati setiap momen. Hari terbaik Lamine di Piala Dunia ini masih akan datang.

Saya berharap itu terjadi saat melawan Prancis atau bahkan di final," kata De la Fuente.

Siap Menjawab Tantangan

Yamal tercatat selalu mencetak gol dalam dua pertandingan sebelumnya melawan Prancis. Namun, di Piala Dunia 2026 ia baru mengoleksi satu gol.

Pemain Barcelona itu tidak mempermasalahkan kritik yang menyebut performanya belum mencapai level terbaik.

"Kalian mengatakan saya belum bermain pada level terbaik. Tidak masalah. Saya berharap besok menjadi hari yang spesial."

Menurutnya, mencetak gol bukanlah target utama.

"Saya tidak terlalu memikirkan gol. Yang paling penting adalah tim meraih kemenangan."

Sepak Bola Harus Menyatukan

Dalam kesempatan tersebut, Yamal juga menanggapi komentar kontroversial mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengenai identitas para pemain Prancis.

Menurut Yamal, sepak bola seharusnya menjadi simbol persatuan, bukan alat untuk memperdebatkan asal-usul seseorang.

"Sepak bola seharusnya menjadi sarana untuk menyatukan orang. Spanyol dan Prancis adalah contoh keberagaman yang baik. Tidak perlu membahas komentar seperti itu," ujarnya.

Makin Populer di Amerika Serikat

Popularitas Yamal juga terus meningkat selama Piala Dunia 2026. Ia mengaku terkejut karena banyak penggemar mengenalinya, termasuk saat berada di Chattanooga, markas latihan Spanyol di Amerika Serikat.

"Saya tidak pernah membayangkan bisa datang ke Amerika Serikat dan begitu banyak orang mengenali saya," katanya.

Ia juga mengaku senang melihat adiknya, Keyne, menjadi perhatian kamera selama turnamen.

"Dia belum mengerti apa yang terjadi. Saat kamera menyorotnya, dia justru bertingkah lucu. Itu selalu membuat saya tertawa."

Kini, Yamal hanya berharap ulang tahunnya yang ke-19 ditutup dengan hasil sempurna: membawa Spanyol menyingkirkan Prancis dan melangkah ke final Piala Dunia 2026.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
prancis vs Spanyol lamine yamal Piala Dunia 2026 semifinal