RADAR SURABAYA – Kapten Spanyol, Rodri, menegaskan timnya memiliki kemampuan untuk mengalahkan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Gelandang peraih Ballon d'Or itu menilai kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen, tetapi La Furia Roja memiliki modal kuat untuk kembali menyingkirkan Les Bleus.
Pernyataan tersebut disampaikan Rodri menjelang duel panas Spanyol kontra Prancis di Dallas.
Ia mengaku telah mengikuti hampir seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 meski harus menjalani jadwal padat bersama tim nasional.
"Saya menonton sebagian sebagai penggemar dan sebagian lagi untuk menganalisis permainan. Mungkin memang saya terlalu sering menganalisis," ujar Rodri dikutip The Guardian.
Rodri Sebut Empat Semifinalis Memang Tim Terbaik
Menurut Rodri, empat tim yang berhasil mencapai semifinal memang layak berada di fase tersebut karena menunjukkan performa paling konsisten sepanjang turnamen.
Baca Juga: Prancis vs Spanyol: Sama-sama Tak Pernah Tertinggal di Piala Dunia 2026, Siapa Melaju ke Final?
Ia menilai laga Inggris melawan Argentina akan berlangsung sangat ketat. Namun, fokus utamanya tetap tertuju pada pertandingan Spanyol menghadapi Prancis.
"Prancis adalah salah satu tim terbaik di turnamen ini dan sedang berada dalam performa yang sangat baik.
Namun, Spanyol juga demikian. Kami bisa mengalahkan mereka. Kami sudah membuktikannya di Euro dan UEFA Nations League," katanya.
Optimisme Rodri bukan tanpa alasan. Dalam dua pertemuan terakhir di fase semifinal turnamen besar, Spanyol selalu mampu mengalahkan Prancis.
La Furia Roja menang 2-1 pada semifinal Euro 2024, kemudian kembali menundukkan Les Bleus dengan skor 5-4 di semifinal UEFA Nations League 2025.
Waspadai Kekuatan Bertahan Prancis
Meski percaya diri, Rodri menilai Prancis tetap menjadi lawan yang sangat sulit dihadapi.
Menurut pemain berusia 30 tahun itu, kekuatan terbesar Les Bleus bukan hanya terletak pada lini serang, tetapi juga organisasi pertahanan yang sangat disiplin.
"Mereka bertahan dengan sangat baik menggunakan blok rendah. Mereka kuat secara fisik dan sangat agresif. Kami harus mampu mengendalikan pertandingan sesuai dengan permainan kami," ujarnya.
Rodri memperkirakan duel kali ini tidak akan berlangsung terbuka seperti pertemuan sebelumnya.
"Pertandingan 5-4 seperti tahun lalu sangat jarang terjadi. Kami tidak boleh berharap laga nanti berjalan seperti itu. Ini akan menjadi pertandingan yang jauh lebih ketat."
Rodri Ungkap Cara Terbaik Memaksimalkan Lamine Yamal
Selain membahas pertandingan melawan Prancis, Rodri juga berbicara mengenai perkembangan wonderkid Spanyol, Lamine Yamal.
Menurutnya, Yamal tetap merupakan pemain kunci meski belum menunjukkan performa paling eksplosif selama Piala Dunia 2026.
"Saat berusia 19 tahun, saya bahkan belum bermain sebagai pesepak bola profesional. Lamine sudah menunjukkan kedewasaan yang luar biasa," kata Rodri.
Ia mengungkapkan bahwa cara terbaik membantu Yamal adalah menjaga ketenangannya di lapangan.
"Kadang-kadang dia terlalu ingin menunjukkan semua kemampuannya. Yang perlu dilakukan adalah memilih momen yang tepat. Dia sangat cerdas dan selalu ingin belajar."
Rodri juga menegaskan bahwa Yamal selalu terbuka menerima masukan dari rekan-rekannya.
"Dia selalu mendengarkan. Dia sangat kritis terhadap dirinya sendiri dan terus berusaha berkembang. Dia bisa menjadi panutan."
Kapten yang Menyatukan Ruang Ganti Spanyol
Sejak ditunjuk sebagai kapten utama, Rodri merasa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjaga keharmonisan skuad Spanyol.
Ia berusaha memberikan dukungan kepada para pemain yang belum banyak memperoleh menit bermain agar tetap merasa menjadi bagian penting dari tim.
"Semua pemain memiliki peran. Saya selalu berusaha mendukung mereka karena kami semua pernah mengalami situasi seperti itu," tutur Rodri.
Kini, setelah meraih gelar Liga Champions, juara Eropa, dan Ballon d'Or, Rodri hanya memiliki satu target yang belum tercapai.
"Menjadi kapten yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia adalah pencapaian tertinggi yang bisa diraih seorang pesepak bola. Itulah impian kami." Pungkasnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan