Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi Serukan Toleransi Usai Pernyataan Rajoy soal Pemain Prancis

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 13 Juli 2026 | 18:18 WIB
Pau Cubarsi lebih bijak menyikapi ucapan mantan perdana menteri Spanyol. (BBC)
Pau Cubarsi lebih bijak menyikapi ucapan mantan perdana menteri Spanyol. (BBC)

RADAR SURABAYA - Bek Spanyol Pau Cubarsi menyerukan pentingnya toleransi setelah mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menuai sorotan karena mempertanyakan identitas kewarganegaraan pemain tim nasional Prancis.

Cubarsi menegaskan bahwa pemain yang membela Prancis tetap merupakan orang Prancis, apa pun warna kulit mereka.

Kontroversi ini muncul setelah Rajoy menulis kolom di surat kabar Spanyol El Debate menjelang laga semifinal Piala Dunia antara Spanyol dan Prancis pada Rabu dini hari WIB.

 Dalam tulisannya, Rajoy menyebut Prancis “tidak memiliki pemain yang benar-benar orang Prancis,” pernyataan yang kemudian memicu kecaman luas dari berbagai kalangan.

Saat dimintai tanggapan oleh stasiun radio Catalan RAC1, Cubarsi menolak keras pandangan tersebut.

Baca Juga: Prancis vs Spanyol: Semifinal Rasa Final! Pertarungan Dua Tim Terbaik Piala Dunia 2026

Bek Barcelona itu menilai bahwa sikap toleran harus dijunjung tinggi dalam sepak bola maupun kehidupan sosial.

“Jika mereka bermain untuk tim nasional Prancis, pada akhirnya mereka adalah orang Prancis, terlepas dari warna kulit mereka. Kita harus bersikap toleran kepada semua orang,” ujar Cubarsi. 

Ia menambahkan bahwa warna kulit tidak seharusnya menjadi ukuran dalam menilai identitas seseorang.

“Warna kulit tidaklah penting karena kita semua adalah manusia dan sama-sama berhak mendapatkan rasa hormat,” katanya.

Pernyataan Rajoy segera menuai reaksi keras di Spanyol. Menteri Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan Spanyol Oscar Puente mengecam Rajoy dengan sebutan

tajam dan menilai komentar tersebut masih mencerminkan cara pandang pasca-Franco yang ketinggalan zaman.

Mariano Rajoy. (BBC)
Mariano Rajoy. (BBC)

Gelombang kritik juga datang dari Prancis. Kedutaan Besar Prancis di Madrid menegaskan bahwa seluruh pemain tim nasional Prancis adalah warga negara Prancis.

Dalam pernyataannya, Kedutaan menekankan bahwa dari 26 pemain tim nasional, 23 di antaranya lahir di Prancis, sedangkan tiga lainnya yang lahir di luar negeri juga memiliki kewarganegaraan Prancis.

Sejumlah tokoh politik di Prancis pun menilai komentar Rajoy bernuansa rasis. Pemimpin Partai Sosialis Prancis Olivier Faure menyatakan bahwa tim nasional Prancis

hanya terdiri atas warga negara Prancis, dan bahwa Prancis bukan negara yang ditentukan oleh etnis, warna kulit, atau agama.

Baca Juga: Lurah Tambak Wedi Dimutasi, Dewan Sebut Hak Prerogatif Wali Kota Surabaya

Menteri Urusan Wilayah Seberang Laut Prancis Naïma Moutchou bahkan meminta Federasi Sepak Bola Prancis mengambil langkah hukum terhadap Rajoy.

Ia menilai pernyataan semacam itu memperlihatkan kebencian yang sistematis dan telah dinormalisasi terhadap identitas Prancis.

Kontroversi ini juga muncul tidak lama setelah Kylian Mbappe mengecam pernyataan bernada rasis dari senator Paraguay Celeste Amarilla.

Penyerang Prancis itu menyebut Amarilla sebagai “perempuan tercela” yang tidak pantas menduduki jabatannya.

Komentar Mbappe itu sebagai respon komentar Rasis Amarilla yang  menyebut kapten Timnas Prancis tersebut sebagai "orang Kamerun terjajah yang mati-matian ingin diakui sebagai warga Prancis"

Isu ini kembali menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga ruang besar bagi perdebatan soal identitas, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat manusia.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
prancis vs Spanyol mariano rajoy kylian mbappe Pau Cubarsi Piala Dunia 2026