RADAR SURABAYA – Timnas Argentina memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1.
Kemenangan tersebut menghadirkan duel sarat gengsi melawan Inggris yang akan memperebutkan satu tiket ke partai final.
Pertemuan di Atlanta ini menjadi laga pertama antara Argentina dan Inggris sejak 2005.
Meski kedua negara memiliki sejarah rivalitas panjang di dalam maupun di luar lapangan, pelatih Lionel Scaloni menegaskan anak asuhnya tidak ingin larut dalam romantisme masa lalu.
"Pesan saya sederhana. Ini adalah pertandingan sepak bola. Itu saja. Kami akan menghadapi lawan yang sangat tangguh dengan pelatih yang hebat. Ini hanyalah pertandingan sepak bola," ujar Scaloni dikutip The Guardian.
Pelatih berusia 48 tahun itu lebih memilih menyoroti pencapaian Argentina yang kembali menembus semifinal sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi 2022.
"Masuk semifinal lagi adalah pencapaian yang luar biasa. Berada di empat besar Piala Dunia bukan sesuatu yang mudah.
Kami bahagia dan akan berjuang hingga tetes keringat terakhir untuk mencapai final," katanya.
José López: Kami Akan Berjuang Sampai Detik Terakhir
Penyerang Argentina, José López, menegaskan seluruh pemain Albiceleste siap memberikan segalanya demi mengamankan tiket ke final.
López menjadi salah satu pahlawan kemenangan saat menghadapi Swiss. Masuk sebagai pemain pengganti, ia mengirim umpan matang yang diselesaikan
Julián Álvarez menjadi gol pada babak tambahan waktu. Lautaro Martínez kemudian memastikan kemenangan Argentina melalui gol ketiga.
"Semua orang tahu pertandingan ini memiliki sejarah panjang dan penuh emosi. Namun, kami adalah profesional.
Kami akan memainkan laga ini seperti pertandingan lainnya dan berjuang hingga detik terakhir," ujar López.
Scaloni Akui Swiss Memberikan Pelajaran Berharga
Argentina sempat dibuat kesulitan oleh permainan disiplin Swiss. Dan Ndoye membawa Swiss menyamakan kedudukan sebelum situasi berubah setelah Breel Embolo menerima kartu merah.
Baca Juga: Bernardo Tavares Atur Intensitas Latihan Perdana Persebaya, Pemain Asing Masih Jet Lag
Scaloni mengakui duel-duel fisik menjadi tantangan besar bagi timnya.
"Kami kesulitan memenangi duel, tetapi pada akhirnya mampu menemukan solusi. Pertandingan ini menjadi pelajaran penting karena kami tahu tantangan yang akan dihadapi pada semifinal nanti," ucapnya.
Swiss Kecewa dengan Keputusan VAR
Di sisi lain, pelatih Swiss Murat Yakin melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit dan VAR yang berujung kartu merah untuk Breel Embolo.
Menurut Yakin, insiden tersebut bermula ketika Leandro Paredes lebih dahulu menerima kartu kuning karena dianggap melanggar Embolo.
Setelah ditinjau melalui VAR dengan dasar aturan mistaken identity, keputusan itu dibatalkan. Embolo justru dinilai melakukan simulasi dan menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
"Tidak ada alasan memberikan kartu kuning kepada Paredes. Saya tidak memahami keputusan itu. Aturan tersebut menghancurkan pertandingan kami," kata Yakin.
Ia menilai Swiss layak melaju ke semifinal berdasarkan penampilan sepanjang pertandingan.
"Kami memang gagal lolos, tetapi saya yakin pantas berada di semifinal. Tersingkir dengan cara seperti ini sangat menyakitkan. Meski demikian, saya bangga terhadap perjuangan para pemain sepanjang turnamen," ujarnya.
Kini, perhatian dunia tertuju pada duel klasik Argentina kontra Inggris. Pemenang laga tersebut akan mengamankan satu tempat di final Piala Dunia 2026 dan selangkah lebih dekat menuju trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan