RADAR SURABAYA – Timnas Inggris diingatkan agar tidak hanya fokus menghentikan Erling Haaland saat menghadapi Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026.
Menurut pelatih tim nasional putri Amerika Serikat, Emma Hayes, kekuatan Norwegia terletak pada permainan kolektif yang telah dibangun selama bertahun-tahun di bawah arahan Stale Solbakken.
Hayes memprediksi pertandingan bakal berlangsung sengit dan menguras tenaga.
Bahkan, laga berpotensi berlanjut hingga babak perpanjangan waktu karena kedua tim memiliki organisasi permainan yang sama-sama solid.
"Inggris harus bersabar. Ini tidak akan menjadi pertandingan dengan tempo tinggi. Saya tidak akan terkejut jika laga berlangsung hingga 120 menit," ujar Hayes dikutip dari The Guardian.
Baca Juga: Spanyol vs Belgia 2-1: Merino Jadi Pahlawan, Cedera Courtois Ubah Jalannya Laga
Menurutnya, prioritas utama Inggris adalah memutus suplai bola kepada Haaland.
Penyerang Manchester City itu dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam di dunia dan mampu mengubah peluang sekecil apa pun menjadi gol.
"Jika bola sampai ke area Haaland dan ia diberi sedikit ruang, peluang itu sangat mungkin berakhir menjadi gol.
Inggris harus bekerja sangat keras untuk menghentikan aliran bola kepadanya," katanya.
Hayes menjelaskan, Norwegia merupakan tim yang sabar dalam membangun serangan dari lini belakang.
Hal itu terlihat saat mereka menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Tim asuhan Solbakken mampu mengontrol tempo
permainan, menjaga organisasi tim, serta memanfaatkan kecepatan pemain sayap, terutama dari sisi kiri.
Ia menilai konsistensi permainan Norwegia tidak terlepas dari kepemimpinan Solbakken yang telah menangani tim nasional selama lebih dari enam tahun.
Baca Juga: Norwegia vs Inggris: The Three Lions Harus Dominasi Penguasaan Bola, Bukan Andalkan Serangan Balik
Stabilitas tersebut membuat para pemain memahami sistem permainan dengan sangat baik.
Haaland Sulit Dijaga di Kotak Penalti
Hayes menilai keunggulan utama Haaland bukan hanya terletak pada postur tubuh dan kekuatan fisiknya, melainkan juga kecerdasannya mencari ruang di kotak penalti.
Penyerang berusia 25 tahun itu kerap bergerak di luar jangkauan pandangan bek sebelum melakukan sprint pendek yang sulit diantisipasi.
Kemampuan tersebut membuatnya sangat berbahaya, baik saat menyambut umpan silang maupun menerima umpan pendek di dalam kotak penalti.
Hayes bahkan penasaran apakah pelatih Inggris Thomas Tuchel akan memasang Dan Burn sebagai pengawal utama Haaland karena keduanya memiliki postur dan kekuatan fisik yang seimbang.
Selain piawai mencetak gol melalui sundulan, Haaland juga memiliki kemampuan penyelesaian akhir dengan satu sentuhan, baik melalui tembakan keras maupun sontekan di tiang jauh.
"Ketika Haaland bermain dengan penuh percaya diri dan menikmati setiap pertandingan seperti sekarang, ia menjadi ancaman yang sangat berbahaya," ujar Hayes.
Norwegia Bukan Hanya Mengandalkan Haaland
Hayes mengingatkan Inggris agar tidak hanya terpaku kepada Haaland. Norwegia memiliki sejumlah pemain lain yang juga mampu menentukan hasil pertandingan.
Antonio Nusa sedang tampil impresif di sisi kiri, sementara Alexander Sorloth memberikan kekuatan tambahan di lini depan.
Dari bangku cadangan, Oscar Bobb juga beberapa kali mampu mengubah jalannya pertandingan berkat kreativitas dan kualitas individunya.
Di lini tengah, Martin Odegaard menjadi motor permainan Norwegia. Kapten Arsenal tersebut mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan melalui umpan-umpan akurat serta pergerakan cerdas di ruang sempit.
Hayes juga memuji kemampuan Norwegia membangun serangan dari belakang. Lini tengah mereka dinamis dan mampu
menciptakan keunggulan jumlah pemain di berbagai area lapangan sehingga menyulitkan lawan saat melakukan tekanan.
Karena itu, bek sayap Inggris dituntut mampu menghentikan umpan silang, sedangkan para gelandang harus menutup ruang agar bola tidak mudah masuk ke area berbahaya.
Inggris Punya Senjata Mematikan
Di sisi lain, Hayes menilai Inggris memiliki peluang besar memanfaatkan ruang kosong saat transisi menyerang.
Jude Bellingham dinilai sedang berada dalam performa terbaik dan mampu memanfaatkan celah di belakang gelandang bertahan Norwegia.
Harry Kane juga terus menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak. Sementara Anthony Gordon dan Bukayo Saka tampil semakin percaya diri setelah tampil impresif saat mengalahkan Meksiko.
Meski demikian, Hayes mengingatkan bahwa cuaca panas di Miami akan menjadi tantangan besar bagi kedua tim.
Kondisi tersebut diperkirakan membuat tempo pertandingan lebih lambat karena pemain harus menghemat energi.
"Norwegia kemungkinan akan lebih banyak menguasai bola dan memperlambat ritme permainan. Cuaca di Miami akan menjadi faktor penting dalam pertandingan ini," jelasnya.
Hayes menilai Inggris memiliki peluang lebih besar untuk melaju ke semifinal berkat pengalaman para pemain menghadapi tekanan di turnamen besar.
Kemenangan dramatis atas Meksiko, ketika Inggris tetap mampu menang meski bermain dengan 10 pemain, menjadi bukti mentalitas kuat skuad asuhan Thomas Tuchel.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa laga melawan Norwegia akan menjadi ujian yang sama sekali berbeda.
"Secara individu Inggris memang memiliki kualitas lebih baik. Namun, di Piala Dunia setiap pertandingan selalu sulit.
Tantangan terbesar mereka adalah menjaga fokus, mengendalikan emosi setelah kemenangan atas Meksiko, dan mampu bertahan dalam panas ekstrem di Miami," tutup Hayes.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan