Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Era Baru Maroko Dimulai! Sentuhan Mohamed Ouahbi Bikin Singa Atlas Makin Garang di Piala Dunia 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 5 Juli 2026 | 03:59 WIB
Pelatih timnas Maroko, Mohamed Ouahbi. (FIFA)
Pelatih timnas Maroko, Mohamed Ouahbi. (FIFA)

RADAR SURABAYA – Timnas Maroko membuktikan bahwa perubahan tidak selalu berarti meninggalkan jati diri.

Di bawah kepemimpinan pelatih baru Mohamed Ouahbi, Singa Atlas berhasil memadukan filosofi sepak bola yang lebih progresif dengan karakter bertahan yang telah menjadi identitas mereka selama beberapa tahun terakhir. 

Hasilnya, Maroko menyingkirkan Kanada 3-0 dan memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.

Kemenangan di Stadion NRG, Houston, Minggu dini hari WIB itu diwarnai dua gol Azz-Eddine Ounahi serta satu gol Soufiane Rahimi.

Selain mengakhiri perjalanan Kanada, hasil tersebut juga mengukir sejarah baru karena Maroko menjadi negara Afrika pertama yang dua kali mencapai babak perempat final Piala Dunia.

Mohamed Ouahbi Bawa Angin Segar

Penunjukan Mohamed Ouahbi pada Februari lalu sempat memunculkan keraguan.

Baca Juga: Maroko vs Kanada 3-0: Ounahi Borong Dua Gol, Atlas Lions Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Ia menggantikan Walid Regragui, sosok yang membawa Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022 dan menjadi pelatih tersukses dalam sejarah tim nasional.

Meski demikian, Ouahbi perlahan membuktikan kapasitasnya. Mantan asisten Anderlecht yang sukses mengantarkan Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 itu

membawa pendekatan baru dengan permainan yang lebih agresif, dominan dalam penguasaan bola, serta berani menekan lawan sejak awal pertandingan.

Transformasi tersebut membuat Maroko tampil lebih atraktif sepanjang Piala Dunia 2026.

Bahkan, mereka dinilai layak meraih hasil lebih besar saat menghadapi Brasil di fase grup yang berakhir imbang maupun Belanda di babak 32 besar andai lebih efektif dalam penyelesaian akhir.

Identitas Lama Tetap Menjadi Fondasi

Meski membawa filosofi menyerang, Ouahbi tidak menghapus fondasi yang diwariskan Regragui.

Saat menghadapi Kanada, Maroko menunjukkan bahwa mereka masih memiliki organisasi pertahanan yang disiplin, mental bertanding yang kuat, serta kemampuan membaca momentum pertandingan.

Baca Juga: Jurgen Klopp Siap Latih Timnas Jerman, Akui Energinya Sudah Pulih Total Usai Tinggalkan Liverpool

Pada babak pertama, Kanada tampil menekan dengan intensitas tinggi. Maroko bahkan kehilangan gelandang Ismael Saibari

akibat cedera sebelum jeda minum pertama. Namun, mereka tetap tenang dan mampu meredam agresivitas lawan.

Memasuki babak kedua, perubahan ritme permainan menjadi kunci. Maroko memanfaatkan peluang pertama dengan sempurna ketika Achraf Hakimi mengirim

umpan tarik dari situasi tendangan bebas yang diselesaikan Ounahi melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.

Setelah unggul, Maroko kembali memainkan sepak bola pragmatis yang menjadi ciri khas mereka. Pertahanan tetap rapat, sementara serangan balik cepat menjadi senjata mematikan.

Ounahi dan Rahimi Jadi Pembeda

Kanada sempat berusaha bangkit, tetapi penampilan gemilang kiper Yassine Bounou menjaga gawang Maroko tetap aman.

 Ketika stamina lawan mulai menurun, Maroko menghukum mereka lewat transisi cepat.

Ounahi mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Chemsdine Talbi dan Brahim Díaz.

Pada masa injury time, Rahimi melengkapi kemenangan menjadi 3-0 melalui serangan balik yang kembali dibangun Díaz.

Efektivitas tersebut menjadi bukti bahwa Maroko kini memiliki keseimbangan antara kreativitas menyerang dan disiplin bertahan.

Perpaduan Filosofi Lama dan Baru

Perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 memperlihatkan bahwa proses regenerasi berjalan mulus.

Baca Juga: KONI Surabaya Gerak Cepat! Keluhan Fasilitas Latihan Cabor Langsung Dituntaskan Jelang Porprov 2027

Mohamed Ouahbi tidak menghilangkan identitas yang telah dibangun Walid Regragui, melainkan menyempurnakannya dengan pendekatan yang lebih modern.

Kombinasi pertahanan solid, organisasi permainan yang rapi, serta keberanian menyerang menjadikan Maroko sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia.

Dengan fondasi lama yang tetap kokoh dan sentuhan taktik baru dari Ouahbi, Singa Atlas kini tidak hanya dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan, tetapi juga mampu bermain atraktif dan efektif.

 Modal inilah yang membawa Maroko melangkah percaya diri menuju perempat final Piala Dunia 2026 sekaligus membuka harapan untuk kembali mencatat sejarah bagi sepak bola Afrika.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Mohamed Ouahbi #Singa Atlas #timnas maroko #Piala Dunia 2026