Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persagi, Stunting Jatim Turun Drastis Jadi 14,7 Persen

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:36 WIB
Penghargaan untuk Gubernur Khofifah Indar Parawansa
Penghargaan untuk Gubernur Khofifah Indar Parawansa

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) atas keberhasilannya memimpin percepatan penurunan prevalensi stunting di Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diberikan setelah angka stunting di provinsi ini turun menjadi 14,7 persen pada 2024.

Penghargaan diserahkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persagi, Doddy Izwardy, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur

Khofifah dalam pembukaan Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persagi Tahun 2026 di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Jumat (3/7).

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024.

Baca Juga: Kasus Perdagangan Komodo, JPU di PN Surabaya Ungkap Jaringan dan Aliran Dana Rp 565 Juta

 Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penurunan stunting terbaik di Pulau Jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali.

Persagi menilai Khofifah memiliki komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai kebijakan lintas sektor yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan anak-anak di Jawa Timur.

"Alhamdulillah, komitmen Jawa Timur dalam percepatan penurunan stunting terus menunjukkan hasil positif. Kami bersyukur hari ini menerima penghargaan dari Persagi," ujar Khofifah saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi.

Menurut Khofifah, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berkolaborasi menekan angka stunting di Jawa Timur.

"Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah provinsi, tetapi juga apresiasi bagi seluruh pihak yang memiliki komitmen yang sama dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Jawa Timur," katanya.

Khofifah menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai organisasi perangkat daerah, TP PKK Jawa Timur, BKKBN, serta berbagai instansi lainnya yang bekerja bersama dalam program percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Bersama BPH Migas Laksanakan Pemantauan Bersama, Pastikan Kelancaran Distribusi BBM Subsidi Jawa Timur

Selain kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menghadirkan sejumlah inovasi, seperti konseling dari rumah ke rumah, pendampingan bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, hingga program Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting.

Pembekalan bagi calon pengantin juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan.

Khofifah juga menegaskan pentingnya peran ahli gizi dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, para ahli gizi menjadi ujung tombak dalam memastikan kualitas dan kecukupan gizi setiap menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan oleh tenaga ahli gizi yang memiliki kompetensi dan telah terverifikasi. Satu orang ahli gizi dapat mengawasi lebih dari satu SPPG sesuai kebutuhan.

"Adanya pengawasan dari ahli gizi menjadi jaminan terhadap kandungan dan kualitas gizi sajian MBG yang diterima masyarakat," ujarnya.

Khofifah berharap penghargaan dari Persagi menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam menurunkan prevalensi stunting di Jawa Timur.

"Mari terus bersama-sama menurunkan angka stunting dan melahirkan generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(nin) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Gubernur Khofifah Indar Parawansa #Prevalensi #stunting