RADAR SURABAYA - Inggris memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan RD Kongo dengan skor 2-1, Kamis dini hari WIB.
Dua gol kapten Harry Kane menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung sengit di Atlanta.
Kemenangan ini mengantarkan skuad asuhan Thomas Tuchel menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, di Stadion Azteca pada babak berikutnya.
Meski lolos, penampilan The Three Lions masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam membangun kreativitas serangan.
Harry Kane Kembali Jadi Pembeda
Saat Inggris mengalami kebuntuan sepanjang pertandingan, Harry Kane kembali membuktikan dirinya sebagai pemain yang paling dapat diandalkan.
Baca Juga: Kabar CPNS 2026! Pemprov Jatim Usulkan 2.100 Formasi, Tenaga Teknis Jadi Prioritas
Penyerang Bayern Munich itu sempat kesulitan menembus pertahanan RD Kongo pada babak pertama.
Ia hanya mencatatkan dua percobaan tembakan dan sempat meminta hadiah penalti yang tidak dikabulkan wasit Adham Makhadmeh.
Namun, kualitas Kane kembali berbicara pada babak kedua.
Anthony Gordon yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi kreator dua gol sang kapten.
Umpan silangnya dari sisi kiri disambut sundulan Kane untuk menyamakan kedudukan.
Tak lama kemudian, Gordon kembali memberikan umpan kepada Kane yang berhasil menciptakan ruang sebelum melepaskan tendangan keras ke pojok atas gawang dan memastikan kemenangan Inggris 2-1.
Torehan Bersejarah Harry Kane
Dua gol ke gawang DR Kongo mengukuhkan posisi Kane sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah Timnas Inggris.
Menurut catatan Opta, kapten berusia 32 tahun itu menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol pada fase gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker melakukannya pada perempat final Piala Dunia 1990 melawan Kamerun.
Tambahan dua gol tersebut juga membuat Kane mengoleksi 13 gol di Piala Dunia.
Ia kini menyamai rekor legenda Prancis, Just Fontaine, sekaligus melampaui koleksi gol legenda Brasil, Pele, yang mencetak 12 gol di ajang yang sama.
Produktivitas Kane juga sangat impresif di fase gugur turnamen besar. Sejak Euro 2020, ia telah mencetak 10 gol dalam 11 pertandingan fase gugur Piala Dunia maupun Piala Eropa.
Jumlah itu menjadi yang terbanyak di antara seluruh pemain Eropa, unggul atas Kylian Mbappe yang mengoleksi tujuh gol.
Performa Kane Masih Luar Biasa
Meski akan berusia 33 tahun pada akhir Juli, ketajaman Kane belum menunjukkan tanda-tanda menurun.
Sejak Agustus 2025, ia telah mencetak 72 gol dalam 62 pertandingan bersama Inggris dan Bayern Munich di semua kompetisi.
Catatan tersebut jauh melampaui nilai expected goals (xG) pribadinya yang hanya berada di angka 50,2.
Pertandingan melawan RD Kongo juga menjadi penampilan starter ke-15 Kane di Piala Dunia, terbanyak sepanjang sejarah untuk pemain lapangan Timnas Inggris.
Inggris Masih Bergantung pada Harry Kane
Di balik kemenangan dramatis tersebut, Inggris masih memperlihatkan kelemahan dalam membangun serangan.
Tim asuhan Thomas Tuchel belum mampu menciptakan banyak peluang berbahaya tanpa kehadiran Kane sebagai penyelesai akhir.
Laga menghadapi Meksiko di babak 16 besar diprediksi akan menjadi ujian yang jauh lebih berat.
Jika ingin melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026, Inggris membutuhkan kontribusi lebih besar dari pemain lain agar tidak terus bergantung pada ketajaman sang kapten.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan