RADAR SURABAYA – Timnas Inggris diunggulkan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada babak 32 besar Piala Dunia 2026,Rabu (1/7) pukul 23.00 WIB.
Namun, skuad berjuluk The Leopards dipastikan bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Meski bukan kekuatan tradisional sepak bola dunia, RD Kongo datang dengan modal impresif.
Mereka memiliki pertahanan yang solid, sejumlah pemain berpengalaman di Premier League Inggris serta pelatih sarat pengalaman yang dikenal piawai merancang strategi bertahan.
Inggris asuhan Thomas Tuchel pun dituntut tampil maksimal jika ingin mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Rekam Jejak RD Kongo Tak Bisa Diremehkan
RD Kongo saat ini menempati peringkat ke-41 FIFA, satu tingkat di atas Skotlandia. Posisi tersebut meningkat setelah mereka bangkit mengalahkan Uzbekistan untuk memastikan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Prancis Luar Biasa! Siapa yang Bisa Menghentikan Les Bleus di Piala Dunia 2026?
Perjalanan mereka menuju babak 32 besar juga menunjukkan konsistensi. Pada laga pembuka, RD Kongo mampu menahan imbang Portugal.
Sebelumnya, mereka mengalahkan Senegal di Piala Afrika serta menyingkirkan Nigeria dan Kamerun pada babak kualifikasi Piala Dunia.
Menjelang turnamen, mereka juga sukses menahan Denmark tanpa gol dalam laga uji coba.
Catatan tersebut menjadi bukti bahwa RD Kongo memiliki kualitas untuk menyulitkan tim-tim unggulan.
Pertahanan Jadi Senjata Utama
Pelatih Sebastien Desabre membangun identitas permainan yang bertumpu pada organisasi pertahanan.
"Soliditas pertahanan adalah fondasi tim kami," ujar Desabre sebelum turnamen.
Statistik membuktikan ucapan tersebut. Dalam 16 pertandingan sejak September tahun lalu, RD Kongo hanya sekali kebobolan lebih dari satu gol.
Selain disiplin bertahan, mereka juga mengandalkan transisi cepat melalui serangan balik, strategi yang berpotensi merepotkan lini belakang Inggris.
Deretan Bintang Premier League
Kekuatan RD Kongo juga berasal dari pemain-pemain yang telah berkiprah di Liga Inggris dan Ligue 1 Prancis.
Di lini depan ada Yoane Wissa (Newcastle United) yang tampil tajam dengan torehan tiga gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Lini tengah diperkuat Noah Sidiki dari Sunderland, sementara pertahanan dihuni Aaron Wan-Bissaka (West Ham United) ,
Axel Tuanzebe (Burnley), Chancel Mbemba (Lille/Prancis), serta Arthur Masuaku (RC Lens/Prancis) yang memiliki pengalaman bermain di level tertinggi.
Kehadiran para pemain tersebut membuat RD Kongo memiliki keseimbangan antara pengalaman dan kualitas individu.
Presiden Beri Suntikan Motivasi
Menjelang duel melawan Inggris, Presiden Félix Tshisekedi menyampaikan pesan penyemangat kepada seluruh pemain.
Ia meminta tim tampil disiplin, berani, cerdas, serta bermain tanpa rasa takut demi mengukir sejarah baru bagi negaranya.
Dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat menjadi tambahan motivasi bagi RD Kongo untuk menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.
Inggris Wajib Waspada
Secara kualitas materi pemain, Inggris memang lebih diunggulkan. Namun, Thomas Tuchel diperkirakan tidak akan meremehkan lawannya.
RD Kongo memiliki organisasi pertahanan yang disiplin, pengalaman menghadapi tim-tim besar, serta efektivitas dalam memanfaatkan serangan balik.
Jika Inggris gagal membongkar pertahanan lawan sejak awal pertandingan, duel ini berpotensi berlangsung ketat bahkan hingga babak tambahan atau adu penalti.
Fakta Menarik RD Kongo
- Peringkat FIFA: 41.
- Juara Piala Afrika dua kali saat masih bernama Zaire.
- Tim Afrika Sub-Sahara pertama yang tampil di Piala Dunia.
- Hanya sekali kebobolan lebih dari satu gol dalam 16 pertandingan terakhir.
- Diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di Premier League.
- Pelatih Sebastien Desabre dijuluki "The Florist" karena pernah bekerja sebagai penjual bunga di Prancis.
Laga Inggris melawan RD Kongo diprediksi menjadi ujian pertama sesungguhnya bagi skuad Thomas Tuchel di fase gugur. Jika lengah, The Three Lions bisa menjadi korban kejutan berikutnya di Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan