RADAR SURABAYA – Les Bleus Prancis semakin menegaskan statusnya sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
Tidak hanya mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe, Les Bleus juga menunjukkan kekompakan tim yang menjadi modal besar dalam perburuan trofi dunia.
Prancis tampil luar biasa saat membungkam Swedia dengan skor 3-0 pada babak 32 besar, Rabu (1/7). Mbappe dan kawan-kawan bermain nyaman ketika membekuk Swedia.
Kemenangan meyakinkan itu mengantarkan skuad asuhan Didier Deschamps melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Paraguay.
Momen paling emosional terjadi setelah Mbappe mencetak gol pembuka. Kapten Prancis itu langsung berlari menuju bangku cadangan untuk memeluk pelatih Didier Deschamps yang baru kembali mendampingi tim usai menghadiri pemakaman sang ibu di Prancis.
Seluruh pemain kemudian ikut bergabung dalam pelukan bersama sebagai simbol kuatnya persatuan di dalam skuad Les Bleus.
"Kelompok ini sangat solid. Mereka tetap tampil luar biasa meski saya tidak berada bersama mereka pekan lalu," kata Deschamps dikutip dari BBC News.
"Semangat kebersamaan memang tidak otomatis memenangkan pertandingan. Namun, tanpa itu Anda bisa kehilangan segalanya. Kekuatan kolektif adalah yang utama," tambahnya.
Gelandang Aurelien Tchouameni mengungkapkan seluruh pemain ingin memberikan kemenangan untuk sang pelatih.
"Kami tahu pelatih sedang melalui masa yang sulit. Kami ingin memberikan segalanya agar bisa membuatnya tersenyum," ujar Tchouaméni.
Kylian Mbappe Samai Rekor Messi
Bradley Barcola menggandakan keunggulan Prancis sebelum Kylian Mbappe mencetak gol keduanya pada laga tersebut.
Tambahan dua gol membuat penyerang Real Madrid itu mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026, menyamai torehan Lionel Messi dalam persaingan memperebutkan Sepatu Emas.
Mantan penyerang Inggris Ian Wright menilai kualitas Prancis berada di atas negara lain.
"Anda tidak bisa menghentikan pemain dengan kemampuan seperti Mbappe. Prancis adalah salah satu favorit paling kuat yang pernah saya lihat di Piala Dunia," ujarnya.
Baca Juga: Inggris vs RD Kongo: Krisis Bek Kanan Hantui Inggris, Reece James dan Quansah Diragukan
Legenda Prancis Patrick Vieira bahkan menyebut Les Bleus sebagai tim yang harus dikalahkan seluruh peserta turnamen.
Selain Mbappe, Michael Olise kembali tampil gemilang dengan menyumbang dua assist sehingga kini telah mengoleksi lima assist sepanjang turnamen.
Prancis juga mencatat rekor sebagai tim pertama yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam lima pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Empat tahun setelah gagal menjadi juara usai kalah adu penalti dari Argentina pada final Piala Dunia Qatar 2022, Les Bleus kini tampil jauh lebih matang dan lapar gelar.
Statistik Prancis Sangat Mengerikan
Meski menyia-nyiakan sejumlah peluang saat menghadapi Swedia, Prancis tetap melepaskan 25 tembakan ke gawang.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1998.
Hingga babak 32 besar, Prancis telah mencetak 12 gol hanya dalam empat pertandingan.
Statistik individu para pemainnya pun sangat impresif. Ousmane Dembele telah berkontribusi dalam enam gol dengan rincian empat gol dan dua assist.
Sementara itu, Michael Olise menjadi pemain pertama sejak Piala Dunia 1994 yang mampu mencatatkan sedikitnya lima assist dalam satu edisi turnamen.
Di sisi lain, Mbappe kini telah mengoleksi 18 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia. Ia hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Kapten Prancis itu juga telah mencetak minimal dua gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia, lebih banyak tiga laga dibandingkan pemain lain.
Mantan bek Inggris Gary Neville menyebut lini depan Prancis sebagai mimpi buruk bagi setiap lawan.
"Mbappe, Dembele, Olise, dan Barcola akan membuat setiap bek kesulitan. Saya tidak tahu bagaimana cara menghentikan mereka. Mereka berada di level yang berbeda," kata Neville.
Bertabur Bintang
Pelatih Swedia Graham Potter mengakui keunggulan lawannya.
"Tidak memalukan tersingkir oleh tim Prancis seperti ini. Saya belum melihat tim yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Deschamps memberikan pujian khusus kepada Michael Olise yang dinilai menjadi penghubung sempurna antara lini tengah dan lini depan.
Michael Olise memulai perjalanan sepak bolanya bersama Hayes & Yeading United saat berusia enam tahun.
Delapan belas tahun kemudian, mantan pemain Crystal Palace itu membuktikan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik dunia di panggung terbesar sepak bola.
Olise lahir di Hammersmith dari ayah berkebangsaan Nigeria serta ibu keturunan Prancis-Aljazair. Olise belum fasih berbahasa Prancis.
Ia menjadi pemain pertama yang mencatatkan lima assist atau lebih dalam satu edisi Piala Dunia sejak 1994.
"Michael sedang bermain di level tertinggi," kata Deschamps.
Ia memiliki pengaruh besar di dalam tim dan menjadi penghubung antara lini depan serta lini belakang. Dia memang pribadi yang pendiam, tetapi tidak ketika berada di atas lapangan." Puji Deschamps.
Tim Prancis terus mencatatkan rekor baru hampir di setiap pertandingan.
Dembele dan Mbappe telah berkolaborasi menghasilkan enam gol di Piala Dunia 2026, terdiri atas empat assist Dembele kepada Mbappé dan dua assist Mbappé kepada Dembélé.
Catatan tersebut menjadi kerja sama dua pemain paling produktif dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966.
Dengan performa yang terus meningkat, lini serang yang tajam, serta kekompakan tim yang luar biasa, Prancis kini semakin difavoritkan untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Les Bleus mengirimkan pesan tegas kepada seluruh pesaing bahwa mereka adalah tim yang sulit dikalahkan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan