RADAR SURABAYA – Timnas Inggris menghadapi persoalan serius di sektor bek kanan menjelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan RD Kongo, Rabu (1/7) pukul 23 WIB.
Dua pemain yang biasa mengisi posisi tersebut, Reece James dan Jarell Quansah, masih dibekap cedera sehingga peluang tampil keduanya menjadi tanda tanya.
Jarell Quansah mengalami cedera pergelangan kaki saat Inggris mengalahkan Panama 2-0 pada laga terakhir fase grup.
Bek Bayer Leverkusen itu harus ditarik keluar dan digantikan Djed Spence setelah mengalami ankle terkilir.
Sementara itu, Reece James belum juga kembali berlatih setelah mengalami cedera hamstring ketika Inggris bermain imbang tanpa gol melawan Ghana pada pertandingan kedua fase grup.
Meski sebelumnya pelatih Thomas Tuchel sempat membuka peluang James tampil menghadapi RD Kongo, kondisi terkini membuat kemungkinan tersebut semakin kecil.
Absennya dua bek kanan utama membuat Thomas Tuchel harus memutar otak untuk mencari solusi terbaik.
Situasi ini juga memunculkan kritik terhadap komposisi skuad Inggris yang dinilai kurang seimbang, terutama di sektor pertahanan.
Baca Juga: Prediksi Meksiko vs Ekuador: El Tri Andalkan Rekor Sempurna, La Tri Siap Bikin Kejutan
Masalah Inggris semakin bertambah setelah bek sayap Newcastle United, Tino Livramento, lebih dulu mundur dari skuad akibat cedera betis sebelum turnamen dimulai.
Sebagai penggantinya, Tuchel memanggil Trevoh Chalobah, tetapi pemain Chelsea tersebut diproyeksikan sebagai opsi di posisi bek tengah, bukan bek kanan.
Kini, Djed Spence menjadi kandidat terdepan mengisi posisi bek kanan. Pemain Tottenham Hotspur itu sebelumnya tampil sebagai
bek kiri saat melawan Kroasia dan Ghana, sebelum bergeser ke sisi kanan menggantikan Quansah ketika menghadapi Panama.
Selain Spence, Ezri Konsa juga berpeluang dimainkan di posisi tersebut. Bek Aston Villa itu merupakan salah satu pemain yang paling dipercaya Tuchel sejak menangani Inggris pada Januari 2025.
Konsa memiliki pengalaman bermain sebagai bek kanan saat menjalani debut internasional melawan Brasil pada 2024.
Penampilannya ketika itu mendapat pujian dari mantan pelatih Gareth Southgate karena mampu membatasi pergerakan Vinicius Junior.
Krisis di sektor bek kanan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Inggris menjelang duel hidup-mati melawan RD Kongo.
Thomas Tuchel kini dituntut menemukan komposisi terbaik agar The Three Lions tetap mampu melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan