RADAR SURABAYA – Timnas Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Rabu (1/7).
Les Bleus datang sebagai favorit kuat setelah tampil sempurna sepanjang fase grup.
Prancis, juara Piala Dunia 2018, melaju sebagai pemuncak Grup I dengan tiga kemenangan dan torehan 10 gol.
Kylian Mbappe kembali menjadi sosok sentral dengan mencetak masing-masing dua gol saat menghadapi Senegal dan Irak, serta menyumbang dua assist dalam kemenangan 4-1 atas Norwegia.
Selain mengincar tiket ke babak 16 besar, Mbappe juga berpeluang mencatat sejarah baru di Piala Dunia.
Mbappe Dekati Rekor Gol Lionel Messi
Penyerang berusia 27 tahun itu terus memburu rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia yang saat ini masih dipegang Lionel Messi.
Messi telah mengoleksi 22 gol dari 29 penampilan di Piala Dunia. Sementara itu, Mbappe kini mengemas 19 gol dan hanya terpaut tiga gol dari legenda Argentina tersebut.
Meski belum tentu mampu menyamai atau melampaui rekor itu di Piala Dunia 2026, Mbappe diyakini hanya tinggal menunggu waktu untuk mencapainya.
Bidik Rekor Gol Terbanyak di Fase Gugur
Laga melawan Swedia juga membuka peluang Mbappe memecahkan rekor gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia.
Saat ini, Mbappe telah mencetak delapan gol di babak gugur, jumlah yang sama dengan dua legenda Brasil, Leonidas dan Ronaldo Nazario.
Leonidas mencatatkan delapan gol dalam lima pertandingan pada Piala Dunia 1934 dan 1938. Namun, saat itu format turnamen masih menggunakan sistem gugur sejak awal kompetisi.
Adapun Ronaldo Nazario mengemas delapan gol dalam 10 pertandingan fase gugur, termasuk dua gol yang mengantarkan Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002 setelah mengalahkan Jerman di partai final.
Jika mampu mencetak satu gol ke gawang Swedia, Mbappe akan menjadi pemegang tunggal rekor tersebut.
Mbappe Bersinar di Piala Dunia
Piala Dunia selalu menjadi panggung istimewa bagi Mbappe.
Pada edisi 2018, ketika masih berusia 19 tahun, ia mencetak empat gol, termasuk satu gol di final melawan Kroasia yang membawa Prancis meraih gelar juara.
Empat tahun kemudian, Mbappe tampil lebih impresif dengan delapan gol, termasuk hattrick spektakuler pada final Piala Dunia 2022.
Meski demikian, Prancis harus puas menjadi runner-up setelah kalah adu penalti dari Argentina.
Dari total 12 gol yang dicetak pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, delapan di antaranya lahir pada fase gugur.
Pertahanan Swedia Jadi Titik Lemah
Peluang Mbappe mencetak rekor baru semakin terbuka karena lini belakang Swedia sedang mengalami penurunan performa.
Tim asuhan Graham Potter kebobolan tujuh gol sepanjang fase grup, termasuk saat kalah telak 0-5 dari Belanda.
Bahkan, jika ditarik lebih jauh, Swedia telah menjalani 14 pertandingan tanpa mencatatkan clean sheet sejak menang 2-0 atas Hungaria pada Juni 2025.
Dalam rentang tersebut, mereka kebobolan dua gol atau lebih dalam delapan pertandingan.
Situasi itu menjadi modal positif bagi lini depan Prancis yang diperkirakan kembali diperkuat Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, dan Kylian Mbappe.
Cedera Isak Hien Perparah Masalah Swedia
Masalah Swedia semakin bertambah setelah bek tengah andalan Isak Hien dipastikan absen hingga akhir turnamen akibat cedera hamstring yang dialami saat menghadapi Jepang.
Pelatih Graham Potter diperkirakan akan menarik Victor Lindelof kembali ke posisi bek tengah setelah sebelumnya dimainkan sebagai gelandang bertahan.
Perubahan tersebut membuka peluang Lucas Bergvall tampil sebagai starter di lini tengah. Namun, kemampuannya dalam membantu pertahanan masih menjadi tanda tanya saat menghadapi serangan agresif Prancis.
Alternatif lain adalah memainkan Jesper Karlstrom sebagai gelandang bertahan. Meski demikian, perubahan komposisi lini belakang membuat koordinasi antara Lindelof, Carl Starfelt/Lagerbielke, dan Gudmundsson harus segera terbentuk agar tidak kebobolan sejak awal pertandingan.
Prancis Difavoritkan Melaju
Dengan performa yang sedang menanjak serta kualitas lini serang yang sangat tajam, Prancis diprediksi mampu menciptakan banyak peluang.
Mbappe, yang rata-rata melepaskan tiga tembakan tepat sasaran setiap 90 menit sepanjang turnamen, diyakini kembali menjadi ancaman utama bagi pertahanan Swedia.
Selain berpeluang memecahkan rekor gol fase gugur milik Leonidas dan Ronaldo Nazario, Mbappe juga terus menjaga asa dalam persaingan peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan