RADAR SURABAYA - Pelatih Tim Nasional Prancis, Didier Deschamps, menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan menyerang saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di New York, Rabu (1/7) pukul 04.00 WIB.
Menurutnya, kemampuan Prancis dalam menciptakan ancaman ke gawang lawan merupakan salah satu kekuatan utama yang harus terus dipertahankan.
"Kami memiliki kemampuan untuk menciptakan bahaya bagi lawan, dan saya ingin kami terus mempertahankannya," ujar Deschamps dikutip The Guardian.
Deschamps mengaku senang bisa kembali bergabung dengan skuad setelah sempat pulang ke Prancis menyusul wafatnya sang ibu pekan lalu.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan para pemain dan staf, yang menurutnya mencerminkan kuatnya kebersamaan di dalam tim Les Bleus sepanjang turnamen ini.
Baca Juga: Sinergi BUMD Jadi Kunci Perluas Pembiayaan UMKM di Jawa Timur
"Kami sudah beberapa kali dijagokan sebagai favorit. Setelah penampilan kami dalam tiga pertandingan fase grup, status itu belum berubah," kata Deschamps.
"Namun, sekarang semuanya dimulai dari awal lagi. Kami sedang menghadapi kompetisi yang sesungguhnya.
Kami akan melawan tim yang tidak memiliki beban dan bisa saja menyulitkan kami. Kami percaya diri, tetapi tidak berlebihan.
Dari segi pendekatan, kami ingin melanjutkan permainan yang telah kami tampilkan di fase grup."
Prancis mencetak 10 gol selama fase grup, bahkan Deschamps menilai timnya seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol.
Meski demikian, ia mengakui timnya masih memberikan terlalu banyak peluang kepada lawan.
"Kami memang memberi lawan cukup banyak peluang sehingga mungkin muncul pertanyaan apakah kami bisa terus bermain seperti ini.
Empat tahun lalu kami juga melakukannya, begitu pula beberapa tim lain. Saat menguasai bola, kami tidak memiliki masalah.
Baca Juga: RPMK Tentang Tembakau dan Rokok Elektrik Dikhawatirkan Berdampak pada Ribuan UMKM dan Petani
Ketika kehilangan penguasaan bola, kami harus bermain lebih efisien. Namun, kemampuan kami menciptakan ancaman adalah kekuatan yang ingin terus kami pertahankan," jelasnya.
Deschamps kembali memimpin tim pada Jumat setelah menjalani cuti karena alasan keluarga.
Selama ketidakhadirannya, permintaan skuad Prancis untuk mengenakan ban hitam saat melawan Norwegia ditolak FIFA.
Meski demikian, Deschamps mengaku keputusan tersebut tidak terlalu memengaruhinya.
"Sejujurnya, keputusan itu tidak banyak mengubah apa pun bagi saya. Saya tidak membutuhkan ban hitam itu.
Dukungan para pemain, staf, dan semua pesan yang saya terima sudah lebih dari cukup," ujarnya.
Gelandang Adrien Rabiot mengatakan seluruh pemain sangat memikirkan kondisi pelatih mereka selama beberapa hari terakhir.
"Saat beliau memberi tahu kami tentang wafatnya ibunya, kami semua sangat terkejut. Tentu tidak mudah menjalani masa berkabung dalam situasi seperti ini.
Namun, inilah sepak bola dan kami sedang berada di Piala Dunia. Beliau kembali dengan tekad membawa tim melangkah sejauh mungkin.
Kami bersatu dan memahami apa yang sedang beliau alami. Kami ingin memberikan sesuatu yang bisa membuatnya bahagia. Itu adalah hal paling sedikit yang bisa kami lakukan," kata Rabiot.
Mengenai Swedia, Deschamps menilai calon lawannya sebagai tim yang solid dengan lini depan berkualitas dunia.
"Mereka tim yang sangat kuat secara fisik dan memiliki kemampuan yang baik. Lini serang mereka diisi pemain-pemain berkualitas.
Mereka juga memiliki dua gelandang yang bagus, kuat dalam situasi bola mati serta lemparan ke dalam jarak jauh. Mereka adalah tim yang solid.
Tiga pemain depan mereka bermain di klub-klub besar dan memiliki kualitas tinggi," ujarnya.
Kondisi Pemain
Prancis tidak menghadapi banyak masalah cedera menjelang pertandingan yang menjadi laga kedua mereka dalam rentang lima hari.
Penyerang Marcus Thuram dipastikan belum bisa bermain akibat cedera otot ringan, sedangkan N'Golo Kanté diperkirakan sudah cukup bugar untuk masuk dalam daftar pemain cadangan.
Bek William Saliba masih menjalani pemantauan karena mengalami masalah pada punggung.
Meski belum berada dalam kondisi 100 persen, Deschamps optimistis bek andalannya siap tampil.
"Semua sudah diatur agar dia hanya melakukan apa yang memang perlu dilakukan.
Dia memang belum seratus persen, tetapi jika kondisinya sudah mencapai 99 persen, itu sudah cukup baik," kata Deschamps.
Potter: Swedia Harus Tampil Sempurna
Sementara itu, pelatih Swedia, Graham Potter, mengakui timnya harus memainkan pertandingan terbaik jika ingin menyingkirkan Prancis.
"Mereka memiliki kualitas luar biasa di semua lini, baik pemain inti maupun cadangan. Kami sangat menghormati lawan, kualitas individu mereka, pencapaian mereka, serta pelatih hebat yang mereka miliki.
Kami memahami tantangan besar yang menanti. Kami harus memainkan pertandingan terbaik dalam hidup kami. Namun, para pemain berada dalam kondisi mental yang sangat baik," ujar Potter.
Potter juga menepis anggapan bahwa timnya datang dengan beban untuk membuktikan sesuatu, meski Swedia dipastikan kehilangan bek Alexander Hien akibat cedera hamstring.
"Kalau melihat perjalanan kami hingga berada di titik ini, kesempatan yang kami miliki sangat besar.
Tim ini sudah memberikan banyak kenangan indah yang akan selalu saya syukuri. Kekuatan terbesar kami adalah kebersamaan. Kami terus berjuang untuk berkembang setiap hari.
Sekarang kami akan menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, dan bagi saya perasaan yang muncul hanyalah antusiasme," tuturnya.
Prediksi Prancis vs Swedia
Berdasarkan performa di fase grup, Prancis memiliki keunggulan dari sisi kualitas pemain, kedalaman skuad, hingga produktivitas gol.
Swedia memang memiliki lini depan yang berbahaya, tetapi rapuhnya pertahanan mereka berpotensi dimanfaatkan oleh Mbappe dan rekan-rekannya.
Jika mampu mempertahankan performa seperti di fase grup, Les Bleus diprediksi akan melangkah mulus ke babak 16 besar.(rak)
Prediksi Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1):
Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Hernandez; Tchouameni, Rabiot; Olise, Dembele, Doue; Mbappe.
Swedia (3-4-3):
Zetterstrom; Lagerbielke, Lindelof, Gudmundsson; Bernhardsson, Bergvall, Ayari, Stroud; Elanga, Gyokeres, Isak.
Prediksi Skor: Prancis 3-1 Swedia
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan