RADAR SURABAYA - Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, tetap menunjukkan ketenangannya setelah tim asuhannya meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6) pagi WIB.
Menurutnya, ia tidak pernah meragukan anak asuhnya mampu membalikkan keadaan dan meyakini performa Brasil terus mengalami peningkatan.
"Saat jeda babak pertama, saya mengatakan kepada para pemain agar tetap bersabar karena cepat atau lambat kami akan mencetak gol," ujar Ancelotti dikutip The Guardian.
"Hal terpenting adalah menjaga struktur permainan. Kami tahu sedang berada di jalur yang tepat dan harus terus melanjutkan langkah ini."
Brasil sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Kaishu Sano pada babak pertama. Penampilan Selecao kala itu kurang efektif
sehingga sempat muncul kekhawatiran mereka akan gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Baca Juga: Belanda vs Maroko: Laga Derby yang Terlahir dari Sejarah Migrasi, Siapa Melaju ke 16 Besar?
Namun, Casemiro berhasil menyamakan kedudukan sebelum Gabriel Martinelli, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Kemenangan tersebut menjadi kali pertama Brasil mampu bangkit dari ketertinggalan dan memenangi laga fase gugur Piala Dunia sejak mengalahkan Inggris pada perempat final Piala Dunia 2002.
Ancelotti mengungkapkan bahwa strategi timnya mengalami perubahan setelah jeda pertandingan.
"Pada awal pertandingan kami mencoba menciptakan keunggulan di lini tengah dan mencari celah untuk menembus pertahanan lawan. Namun, hal itu tidak berhasil karena mereka melakukan penjagaan yang sangat ketat."
"Ketika turun minum, kami mengubah pendekatan agar lebih sering memasuki kotak penalti. Kami mulai melepaskan umpan silang dan lebih agresif menyerang.
Itu menunjukkan perkembangan permainan kami. Pada awalnya kami kesulitan menemukan ruang, tetapi akhirnya mampu mengatasi masalah tersebut dengan sangat baik."
Pelatih asal Italia itu juga mengungkapkan sempat menyiapkan Neymar sebagai opsi apabila Brasil belum mampu menyamakan kedudukan.
Baca Juga: Belanda vs Maroko: Cuaca Panas Monterrey Jadi Kendala! Maroko Siap Kejutkan De Oranje
"Saya mengatakan kepada Neymar bahwa jika kami belum berhasil menyamakan skor hingga waktu tertentu, saya akan memasukkannya ke lapangan."
Hingga saat ini, pemain berusia 34 tahun tersebut baru tampil selama 15 menit sebagai pemain pengganti ketika Brasil sudah memastikan kemenangan atas Skotlandia pada fase grup.
Meski Brasil akhirnya meraih kemenangan, Ancelotti menilai laga melawan Jepang merupakan penampilan terbaik timnya sepanjang turnamen.
"Ini adalah pertandingan paling lengkap yang kami mainkan sejauh ini. Pada babak pertama kami tidak kehilangan arah seperti ketika menghadapi Maroko.
Dalam sepak bola, Anda harus siap menderita. Itu bukan hal baru. Penderitaan adalah bagian dari permainan, begitu pula rasa lega setelah berhasil melewatinya."
Sementara itu, pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, menilai selisih kualitas antara timnya dan Brasil semakin mengecil.
Ia juga memberi sinyal akan tetap menangani Jepang setidaknya hingga Piala Asia tahun depan.
"Jarak antara kami dan Brasil kini semakin dekat. Brasil memang tim papan atas, tetapi kami benar-benar mulai mendekati level tersebut."
"Ada momen ketika Jepang mampu mengendalikan pertandingan dan lini pertahanan kami juga tampil lebih solid dibanding sebelumnya.
Namun, jika ingin mengalahkan tim-tim besar seperti Brasil, kami masih harus terus berkembang dan meningkatkan kualitas permainan." Pungkasnya.
Bagi Brasil kemenangan ini mempertegas status Brasil sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Kebangkitan Selecao setelah tertinggal menunjukkan karakter tim asuhan Carlo Ancelotti yang semakin matang menghadapi tekanan di fase gugur.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan