Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Belanda vs Maroko: Laga Derby yang Terlahir dari Sejarah Migrasi, Siapa Melaju ke 16 Besar?

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 30 Juni 2026 | 02:10 WIB
Ayyoub Bouaddi (kiri) harapan baru Maroko yang menyita perhatian di Piala Dunia 2026.(The Guardian).
Ayyoub Bouaddi (kiri) harapan baru Maroko yang menyita perhatian di Piala Dunia 2026.(The Guardian).

RADAR SURABAYA – Laga Belanda vs Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur.

Selain mempertemukan dua tim kuat, duel yang digelar di Monterrey, Meksiko, ini juga dibalut sejarah panjang dan ikatan sosial yang membuat atmosfer pertandingan terasa layaknya sebuah derby.

Pertandingan ini berlangsung tepat 32 tahun setelah pertemuan resmi pertama kedua negara di Piala Dunia 1994.

Saat itu, Belanda menang 2-1 atas Maroko di fase grup. Kini, Atlas Lions berpeluang membalas kekalahan tersebut sekaligus melangkah ke babak 16 besar.

Monterrey juga menyimpan kenangan manis bagi Maroko. Pada Piala Dunia 1986, kota ini menjadi saksi keberhasilan Atlas Lions mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang lolos dari fase grup Piala Dunia.

Optimisme Maroko semakin tinggi setelah pencapaian luar biasa mereka pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Saat itu, Maroko mencetak sejarah dengan menembus semifinal usai menyingkirkan Belgia, Spanyol, dan Portugal.

Baca Juga: Belanda vs Maroko: Cuaca Panas Monterrey Jadi Kendala! Maroko Siap Kejutkan De Oranje

Kini, mereka kembali mengincar kemenangan atas salah satu kekuatan sepak bola Eropa.

Wartawan dan penulis keturunan Maroko-Belanda, Hassan Bahara, menilai kedua tim seharusnya bertemu pada fase yang lebih jauh.

"Sayang sekali dua negara dengan tradisi sepak bola yang hebat harus bertemu sedini ini di fase gugur.

Saya berharap keduanya memiliki kesempatan menunjukkan kualitas mereka lebih lama di turnamen," ujarnya dikutip The Guardian. 

Sama-sama Tampil Meyakinkan

Maroko dan Belanda sama-sama menutup fase grup dengan koleksi tujuh poin. Keduanya juga mengawali turnamen sebagai

penghuni 10 besar peringkat FIFA sehingga laga ini dinilai layak menjadi salah satu partai besar pada babak 32 besar.

Bagi Maroko, pertandingan melawan Belanda menjadi ujian berat kedua setelah bermain imbang 1-1 melawan Brasil pada laga pembuka Grup C.

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Pertandingan ini juga memiliki makna sosial yang kuat. Sejak 1960-an, banyak warga Maroko bermigrasi ke Belanda untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

 Kini, generasi kedua dan ketiga dari keluarga tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan sepak bola kedua negara.

Baca Juga: Hebat! Alumni SMANOR Dominasi Tim Sepak Takraw Jatim di Liga Sepak Takraw Indonesia 2026

Tiga pemain Maroko, yakni Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine, lahir dan besar di Belanda sebelum memilih membela negara asal keluarga mereka.

Wartawan olahraga asal Utrecht, Jean-Paul Rison, bahkan menyebut atmosfer pertandingan ini hampir menyerupai laga derby.

"Rasanya hampir seperti laga derby. Sebanyak 99 persen masyarakat di sini akan menikmati pertandingan ini.

Satu-satunya hal yang saya khawatirkan adalah adanya pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan laga ini untuk menyebarkan kebencian," ujarnya.

Bahara menyebut duel ini sebagai "sepak bola jalanan yang berpindah ke panggung dunia", mengingat banyak anak-anak Maroko dan Belanda tumbuh bersama serta bermain sepak bola di lingkungan yang sama.

Bahara juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketegangan politik menjelang pertandingan.

"Saya khawatir media sayap kanan tertentu, seperti De Telegraaf, dan politisi sayap kanan Geert Wilders akan memanfaatkan pertandingan ini untuk memancing ketegangan.

Wilders bahkan telah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) di media sosial yang dinilai sengaja memancing reaksi komunitas Maroko," katanya.

Meski demikian, harapan terbesar adalah agar seluruh ketegangan tersebut sirna saat peluit awal dibunyikan di Monterrey, sehingga

emosi dan semangat pertandingan justru menghadirkan salah satu laga terbaik di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Selasa 30 Juni 2026: Cerah Seharian, Warga Pesisir Diminta Waspadai Banjir Rob Saat Bulan Purnama

Maroko Percaya Diri

Dalam empat tahun terakhir, Maroko terus menunjukkan perkembangan signifikan. Selain menjadi juara Piala Afrika (AFCON),

mereka juga memiliki sistem pembinaan pemain muda yang menghasilkan banyak talenta baru.

Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah gelandang berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi.

 Penampilan impresifnya saat menghadapi Brasil membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu bintang muda Piala Dunia 2026.

Berbekal pengalaman, kedalaman skuad, dan kepercayaan diri tinggi, Maroko datang ke laga ini tanpa rasa gentar.

Atlas Lions yakin mampu mengatasi Belanda dan menjaga asa melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#atlas lions #babak 32 besar #belanda vs maroko #Derby