Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Korea Selatan Minta Investigasi Kegagalan Timnas di Piala Dunia 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 29 Juni 2026 | 06:34 WIB
Pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo. (Yahoo Sports)
Pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo. (Yahoo Sports)

RADAR SURABAYA- Setelah Tim Nasional Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kalah 0-1 dari Afrika Selatan, pelatih kepala Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya.

Keputusan tersebut muncul di tengah desakan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, yang meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata

melakukan investigasi terhadap performa tim di Piala Dunia, termasuk proses penunjukan Hong sebagai pelatih oleh Federasi sepakbola Korea Selatan (KFA). ) 

"Sebagai mantan manajer kehormatan klub sepak bola profesional dan pendukung setia Red Devils, saya tidak hanya merasa bingung, tetapi juga sangat terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini," ujar Lee dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial dikutip dari Yahoo Sports. 

"Pada akhirnya, sekali lagi terbukti bahwa pemilihan personel adalah segalanya," lanjutnya.

 "Ketika nepotisme dan kedekatan pribadi lebih diutamakan daripada kompetensi dalam memilih seorang pelatih, hasilnya dapat diprediksi, seperti api yang membakar kertas."

Baca Juga: Prediksi Brasil vs Jepang: Selecao Wajib Waspada, Samurai Biru Siap Bikin Kejutan

Korea Selatan sebenarnya mengawali kiprahnya di Grup A dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.

Namun, mereka kemudian menelan dua kekalahan beruntun dengan skor identik 0-1 dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Taegeuk Warriors hanya mengoleksi tiga poin dan gagal melaju ke babak 32 besar.

Sebaliknya, kemenangan atas Korea Selatan mengantar Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, Bafana Bafana kalah 0-2 dari Meksiko dan bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko pada fase grup.

Keputusan Hong Myung-bo tidak memasang Son Heung-min sebagai starter saat menghadapi Afrika Selatan juga menuai kritik tajam dari para pendukung.

Pelatih menjelaskan bahwa ia sengaja menyimpan sang bintang agar bisa dimainkan ketika lawan mulai kelelahan.

Namun, Son justru baru dimasukkan pada awal babak kedua, saat kedua tim sama-sama baru selesai beristirahat.

Keputusan tersebut dinilai tidak sesuai dengan alasan yang disampaikan Hong.

Usai pertandingan, Hong mengakui bahwa jika diberi kesempatan mengulang pertandingan, ia tidak akan mengambil keputusan yang sama terkait Son.

Baca Juga: Uang Melimpah Tak Cukup! Arab Saudi dan Qatar Gagal Total di Piala Dunia 2026, Apa Penyebabnya?

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Korea yang telah mendukung tim kami. Hari ini saya memutuskan untuk mengundurkan diri," kata Hong dalam pernyataannya.

"Menerima jabatan ini bukanlah keputusan yang mudah. Namun, sejak saya menerimanya, satu-satunya fokus saya adalah menjalankan tanggung jawab hingga akhir dengan sebaik-baiknya."

Kemarahan publik Korea Selatan atas kegagalan tim nasional lolos ke babak gugur begitu besar.

Menurut laporan Goal.com, Korean Broadcasting System (KBS) bahkan menyamarkan wajah Hong Myung-bo saat konferensi pers setelah kekalahan dari Afrika Selatan.

Presiden Lee juga menyoroti penggunaan dana publik untuk membiayai persiapan tim nasional menuju Piala Dunia.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyebab kegagalan tersebut.

"Mengingat besarnya dana pajak masyarakat dan dukungan negara yang dialokasikan untuk keikutsertaan di Piala Dunia, saya meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyelidiki secara

menyeluruh kejadian ini, menganalisis penyebabnya, serta menyusun langkah-langkah pencegahan dan perbaikan agar tidak terulang," ujar Lee.

"Saya sangat menyesal telah membuat masyarakat begitu kecewa akibat peristiwa yang memalukan ini.

 Kami akan segera mendorong reformasi tata kelola olahraga agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi."

Hong Myung-bo merupakan salah satu pemain bertahan terbaik yang pernah dimiliki Asia.

 Ia tampil bersama Korea Selatan dalam empat edisi Piala Dunia, yakni pada 1990, 1994, 1998, dan 2002.

Ia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih tim nasional pada 2014, tetapi mengundurkan diri setelah Korea Selatan gagal meraih satu pun kemenangan di Piala Dunia tahun tersebut.

Hong kembali dipercaya menangani tim nasional pada 2024. Namun, penunjukannya sejak awal menuai kontroversi.

Kementerian Olahraga Korea Selatan menilai Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) mengabaikan prosedur internal dalam proses perekrutannya karena tidak melalui tahapan wawancara yang layak.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#hong myung-bo #KFA #timnas korea selatan #investigasi