Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inggris vs RD Kongo: Jordan Pickford Tegaskan Inggris Tak Mau Adu Penalti di Piala Dunia 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 29 Juni 2026 | 02:06 WIB
Jordan Pickford tidak ingin adu penalti. (The Guardian)
Jordan Pickford tidak ingin adu penalti. (The Guardian)

RADAR SURABAYA – Kiper Timnas Inggris Jordan Pickford menegaskan skuad The Three Lions tidak ingin bergantung pada adu penalti untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

Inggris akan menghadapi RD Kongo di babak 32 besar Piala Dunia 2026 Rabu (1/7) mendatang. 

 Meski dikenal sebagai spesialis penyelamatan penalti, Pickford berharap Inggris mampu mengunci kemenangan dalam waktu normal.

Pernyataan itu disampaikan Pickford setelah Inggris menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama.

Hasil tersebut memastikan tim asuhan Thomas Tuchel lolos sebagai juara Grup L dan akan menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 16 besar.

Bagi Pickford, fase gugur menjadi ujian sesungguhnya dalam perburuan gelar juara dunia.

"Mulai sekarang tekanannya meningkat. Ini fase yang sebenarnya. Kami harus fokus menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan.

Semua pemain memahami tekanan di turnamen besar dan saya yakin di sinilah kami akan menunjukkan kualitas terbaik," ujar Pickford dikutip The Guardian. 

Baca Juga: Lionel Messi Pecahkan Rekor Lagi, Berapa Total Gol yang Bisa Dicetak di Piala Dunia 2026?

Pickford Jadi Pilar Pengalaman Timnas Inggris

Kiper Everton itu menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Inggris. Sejak menjalani debut bersama tim nasional senior,

Pickford telah tampil dalam 87 pertandingan dengan koleksi 46 clean sheet, termasuk enam nirbobol di ajang Piala Dunia.

Meski sempat melakukan beberapa kesalahan pada fase grup, termasuk ketika hampir dihukum akibat terlambat keluar dari sarang saat menghadapi Ghana,

pelatih Thomas Tuchel tetap memberikan kepercayaan penuh kepadanya.

Persaingan dengan Dean Henderson memang semakin ketat setelah sang kiper Crystal Palace tampil impresif musim lalu.

Namun, pengalaman Pickford di turnamen besar menjadi alasan utama ia tetap dipercaya sebagai penjaga gawang nomor satu Inggris.

Thomas Tuchel Ubah Wajah Permainan Inggris

Salah satu perubahan terbesar di era Thomas Tuchel adalah pendekatan permainan yang jauh lebih agresif dibandingkan era Gareth Southgate.

Baca Juga: Ironis! Tak Terkalahkan, Iran Tetap Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Korea Selatan Bernasib Sama

Inggris kini lebih berani menekan lawan sejak area pertahanan mereka sendiri. Bek kiri Nico O'Reilly kerap didorong naik membantu serangan sehingga lini belakang beberapa kali harus menghadapi situasi satu lawan satu.

Menurut Pickford, strategi tersebut bukan sebuah perjudian, melainkan bagian dari taktik untuk memaksimalkan potensi menyerang tim.

"Kami bermain dengan sepak bola yang agresif dan menyerang. Kami ingin merebut bola lebih cepat dan terus menekan lawan.

Memang ada risiko, tetapi seluruh pemain bekerja keras melakukan recovery ketika kehilangan bola," katanya.

Ia menambahkan seluruh pemain rela berkorban demi menjaga keseimbangan permainan, sementara dirinya harus selalu siap melakukan penyelamatan penting apabila lini pertahanan berhasil ditembus lawan.

Tetap Berlatih Penalti Meski Tak Ingin Adu Tos-tosan

Jordan Pickford memiliki reputasi sebagai penyelamat Inggris dalam adu penalti. Ia menjadi pahlawan saat menggagalkan penalti Carlos Bacca pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 melawan Kolombia.

Kiper berusia 32 tahun itu juga sukses menepis penalti Manuel Akanji ketika Inggris menyingkirkan Swiss pada Euro 2024.

Meski demikian, Pickford berharap Inggris tidak perlu kembali menentukan nasib melalui adu penalti.

"Saya tetap berlatih mengambil penalti dan melakukan penyelamatan. Semua pemain percaya saya bisa menggagalkan tendangan lawan, dan saya percaya mereka mampu mencetak gol.

Tetapi kami ingin memenangkan pertandingan dalam waktu normal. Kami tidak ingin pertandingan harus berakhir dengan adu penalti," tegasnya.

Inggris Bidik Langkah Besar di Babak Gugur

Dengan status juara Grup L, Inggris kini bersiap menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Skuad asuhan Thomas Tuchel membawa optimisme tinggi setelah tampil produktif sepanjang fase grup.

Pengalaman para pemain senior seperti Jordan Pickford dipadukan dengan talenta muda diyakini menjadi modal penting untuk membawa Inggris mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#inggris vs rd kongo #timnas inggris #Piala Dunia 2026 #jordan pickford