Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Uruguay vs Spanyol: Pertemuan Perdana Marcelo Bielsa dengan Muridnya, Luis de la Fuente

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 27 Juni 2026 | 03:20 WIB
Marcelo Bielsa kini dalam situasi sulit.
Marcelo Bielsa kini dalam situasi sulit. (The Guardian) 

RADAR SURABAYA – Timnas Uruguay menghadapi ujian terberatnya di fase Grup H Piala Dunia 2026.

La Celeste wajib mengalahkan Spanyol pada laga terakhir untuk menjaga asa lolos ke babak 16 besar, sekaligus menghadapi duel emosional antara pelatih Marcelo Bielsa dan mantan muridnya, Luis de la Fuente.

Pertandingan yang digelar di Guadalajara itu bukan sekadar perebutan tiket ke fase gugur. Laga ini juga menjadi pertemuan pertama Bielsa dengan De la Fuente sebagai pelatih kepala.

Murid yang Pernah Belajar Langsung dari Bielsa

Hubungan keduanya bermula pada 2011 saat Marcelo Bielsa ditunjuk sebagai pelatih Athletic Bilbao. Pada saat yang sama, Luis de la Fuente meninggalkan klub tersebut untuk menangani Deportivo Alavés.

Karier De la Fuente di Alavés hanya bertahan 11 pertandingan sebelum akhirnya dipecat. Selama sekitar 18 bulan menganggur, ia memilih kembali ke pusat latihan Lezama untuk mempelajari metode kepelatihan Bielsa.

"Saya sangat mengagumi Marcelo Bielsa. Saya menghabiskan lima hingga enam bulan menyaksikan setiap sesi latihannya. Saya belajar banyak darinya dan merasa terhormat akhirnya bisa menghadapi beliau," ujar De la Fuente dikutip The Guardian. 

Pujian itu dibalas Bielsa. Pelatih asal Argentina tersebut menilai Spanyol berkembang menjadi salah satu tim dengan permainan terbaik di dunia.

"Sepak bola yang dimainkan Spanyol sangat luar biasa. Bahkan menurut saya, permainan mereka lebih indah daripada yang mampu saya bangun bersama tim saya," kata Bielsa.

Situasi Kedua Tim Sangat Berbeda

Spanyol datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi. Juara Eropa tersebut belum terkalahkan dalam 33 pertandingan dan telah memastikan tempat di babak 16 besar sebagai pemuncak Grup H.

Sebaliknya, Uruguay justru berada di ambang eliminasi setelah hanya meraih dua hasil imbang pada dua laga awal.

Mereka kini wajib mengalahkan Spanyol jika ingin menjaga peluang melaju ke fase gugur.

Gelandang Uruguay, Agustín Canobbio, menegaskan timnya tetap optimistis.

"Kami tidak merasa lebih rendah dari siapa pun. Uruguay selalu menjadi tim yang kuat ketika percaya pada kemampuannya sendiri," ujarnya.

Namun, Bielsa mengakui kepercayaan diri timnya sedang menurun setelah enam pertandingan beruntun tanpa kemenangan.

Ruang Ganti Uruguay Pernah Bergejolak

Performa Uruguay juga dibayangi persoalan internal yang sempat mencuat setelah Copa América 2024.

Legenda Uruguay, Luis Suarez, pernah mengungkap bahwa hubungan antara pemain dan Bielsa tidak berjalan harmonis.

 Ia menyebut para pemain bahkan meminta sang pelatih setidaknya menyapa mereka setiap pagi.

Suárez juga mengungkap sejumlah insiden lain, termasuk ketika Darwin Núñez menangis saat turun minum dan konflik yang melibatkan Agustín Canobbio.

Bielsa kemudian mengakui dirinya memiliki karakter yang keras.

"Saya adalah orang yang beracun. Orang-orang yang bekerja bersama saya sering kali merasa lebih buruk. Saya selalu menuntut dan tidak pernah puas karena saya lebih takut kalah daripada menikmati kemenangan," ujar Bielsa.

Misi Mengembalikan Identitas Uruguay

Meski diterpa berbagai masalah, Uruguay tetap bertekad bangkit.

Negara dua kali juara dunia itu memiliki sejarah panjang sebagai tim yang mampu menciptakan kejutan.

Namun, mereka juga menghadapi kenyataan bahwa Uruguay belum pernah memenangkan pertandingan Piala Dunia tanpa Luis Suárez sejak 1990.

Kini, seluruh harapan bertumpu pada duel melawan Spanyol. Canobbio menegaskan Uruguay harus kembali menunjukkan karakter khasnya.

"Bermain bagus saja tidak cukup. Kami harus memperebutkan setiap bola dengan mentalitas Uruguay.

Tim ini memiliki kebanggaan, rasa lapar, dan keyakinan. Saat mengenakan seragam Uruguay, tidak ada alasan untuk menyerah," tegasnya.

Jika gagal meraih kemenangan, Uruguay dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026. Sebaliknya, kemenangan atas Spanyol akan membuka peluang mereka melangkah ke babak 32 besar dan menjaga mimpi meraih prestasi di turnamen paling bergengsi tersebut.

Prediksi Laga

Di atas kertas, Spanyol tetap lebih diunggulkan berkat performa impresif dan rekor tak terkalahkan yang mereka miliki.

Namun, Uruguay dikenal sebagai tim yang selalu tampil penuh determinasi dalam pertandingan hidup-mati.

Duel antara Marcelo Bielsa dan Luis de la Fuente diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup Piala Dunia 2026, dengan gengsi, sejarah, dan tiket ke babak gugur sebagai taruhannya.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Uruguay vs Spanyol #marcelo bielsa #Luis de la Fuente #Piala Dunia 2026