RADAR SURABAYA – Curacao menghadapi laga hidup-mati saat berjumpa Pantai Gading pada pertandingan terakhir Grup E Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Jumat (26/6) dini hari WIB.
Sementara Pantai Gading hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tempat di babak 32 besar,
Curacao wajib meraih kemenangan sambil berharap hasil laga lain menguntungkan mereka.
Pertandingan ini menjadi penentu nasib kedua tim di Grup E. Pantai Gading berada dalam posisi lebih nyaman setelah mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan,
sedangkan Curacao masih berjuang menjaga mimpi tampil di fase gugur pada debut mereka di Piala Dunia.
Baca Juga: Prediksi Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Incar Sapu Bersih Grup E
Curacao Berharap Lanjutkan Kejutan
Curacao telah mencuri perhatian dunia sepak bola sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Setelah menelan kekalahan telak 1-7 dari Jerman pada laga pembuka, tim berjuluk Blue Wave itu bangkit dengan menahan imbang Ekuador tanpa gol pada pertandingan kedua.
Hasil tersebut tak lepas dari aksi heroik kiper veteran Eloy Room. Penjaga gawang berusia 36 tahun itu mencatatkan 15 penyelamatan sepanjang pertandingan, menyamai rekor
penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia sejak statistik resmi mulai dicatat pada 1966.
Satu poin dari Ekuador membuat Curacao masih memiliki peluang lolos. Namun, skenario tersebut sangat berat karena
mereka harus mengalahkan Pantai Gading dan berharap Ekuador gagal meraih hasil positif saat menghadapi Jerman.
Meski demikian, pelatih Dick Advocaat diyakini akan mencoba memanfaatkan momentum positif timnya untuk menciptakan kejutan terbesar di Grup E.
Baca Juga: Thapelo Maseko Antar Afrika Selatan Ukir Sejarah, Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Pantai Gading Selangkah Lagi Cetak Sejarah
Di kubu lawan, Pantai Gading berada di ambang sejarah. The Elephants berpeluang lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah sebelumnya selalu tersingkir di babak grup pada tiga penampilan terdahulu.
Tim asuhan Emerse Fae membuka turnamen dengan kemenangan dramatis atas Ekuador sebelum harus menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari Jerman.
Dalam laga tersebut, Pantai Gading sempat unggul melalui gol kapten Franck Kessie sebelum Deniz Undav mencetak dua gol balasan untuk membawa Jerman menang.
Kendati kalah, posisi Pantai Gading masih cukup aman. Mereka unggul dua poin atas Curacao dan Ekuador sehingga hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Bermodalkan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dan kualitas skuad yang lebih mumpuni, Pantai Gading diprediksi tampil agresif sejak menit awal demi menghindari kejutan.
Eloy Room Jadi Tumpuan Curacao
Curacao kembali menaruh harapan besar kepada Eloy Room yang tampil sensasional saat menghadapi Ekuador.
Selain itu, Jurgen Locadia diharapkan pulih dari cedera ringan agar dapat memimpin lini serang.
Di lini tengah, duet saudara Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna diperkirakan tetap menjadi andalan untuk mengimbangi kekuatan fisik para pemain Pantai Gading.
Sementara itu, Pantai Gading kemungkinan kehilangan Wilfried Singo yang masih dibekap cedera hamstring.
Namun, mereka mendapat kabar baik setelah Evan N'Dicka kembali berlatih dan berpeluang masuk dalam skuad pertandingan.
Prediksi Susunan Pemain
Curacao: (4-5-1)
Room; Brenet, Gaari, Obispo, Floranus, Fonville; Chong, Comenencia, Leandro Bacuna, Juninho Bacuna; Locadia.
Pantai Gading:(4-3-3)
Yahia Fofana; Doue, Kossounou, Agbadou, Konan; Sangare, Kessie, Inao Oulai; Diallo, Bonny, Diomande.
Prediksi Pertandingan Curacao vs Pantai Gading
Secara kualitas, pengalaman, dan kedalaman skuad, Pantai Gading berada di atas Curacao. Meskipun Curacao menunjukkan semangat juang luar biasa saat menahan Ekuador,
menghadapi lini depan Pantai Gading yang dihuni pemain-pemain berpengalaman akan menjadi tantangan berbeda.
Jika mampu tampil lebih efektif dalam penyelesaian akhir, The Elephants berpeluang mengamankan kemenangan dan memastikan langkah ke babak gugur.(rak)
Prediksi Skor: Curacao 0-2 Pantai Gading.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan