Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ante Budimir Selamatkan Kroasia, Luka Modric Rayakan Penampilan ke-200 Bersama Timnas

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:05 WIB
Luka Modrić diangkat ke udara oleh rekan-rekan setimnya setelah kemenangan pada laga ke-200 bersama tim nasional Kroasia.( Benoît Tessier/Reuters)
Luka Modrić diangkat ke udara oleh rekan-rekan setimnya setelah kemenangan pada laga ke-200 bersama tim nasional Kroasia.( Benoît Tessier/Reuters)

RADAR SURABAYA — Ante Budimir menjaga asa Kroasia di Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 atas Panama pada laga Grup L yang berlangsung di BMO Field, Toronto, Rabu (24/6) WIB.

Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan tonggak bersejarah Luka Modric yang mencatatkan penampilan ke-200 bersama tim nasional Kroasia.

Usai pertandingan, para pemain Kroasia mengenakan kaus hitam bertuliskan "Infinite Legacy" dengan angka 200 dan gambar Modric sebagai bentuk penghormatan kepada sang kapten. 

Namun, gelandang berusia 40 tahun itu tetap menunjukkan sikap rendah hati dan tidak ingin menjadi pusat perhatian.

Dengan pencapaian tersebut, Modric menjadi pemain keempat dalam sejarah sepak bola putra yang mencapai 200 caps internasional.

Ia bergabung dengan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Bader Al-Mutawa dari Kuwait dalam klub eksklusif tersebut.

Baca Juga: Inggris Ditahan Imbang Ghana 0-0 di Piala Dunia 2026: Dominasi Tanpa Gol The Three Lions

"Modric mungkin sebenarnya ingin menghindari semua perayaan ini. Dia sangat rendah hati dan sederhana. Dia bukan sosok yang menyukai perayaan besar. Namun, saya senang kami bisa menandai momen ini dengan kemenangan," ujar pelatih Kroasia, Zlatko Dalic.

Kroasia Bangkit Setelah Kekalahan dari Inggris

Gol Budimir pada menit ke-54 menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan tersebut. 

Hasil ini membuat Kroasia kini mengoleksi tiga poin dan hanya tertinggal satu angka dari Inggris serta Ghana di klasemen Grup L.

Sebaliknya, Panama dipastikan tersingkir dari turnamen. Mereka masih belum meraih satu poin pun dalam lima pertandingan Piala Dunia yang dijalani sejak edisi 2018.

Kroasia datang ke laga ini dengan tekanan besar setelah kalah 2-4 dari Inggris pada pertandingan pembuka. 

Generasi emas yang membawa negara berpenduduk kurang dari empat juta jiwa itu ke final Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga pada 2022 kini mulai memasuki penghujung karier mereka.

Di sisi lain, Panama juga diperkuat banyak pemain senior. Generasi ini telah mengukir sejarah dengan membawa negara mereka mencapai perempat final Copa America 2024, final Concacaf Nations League 2025, serta meraih medali perak Piala Emas Concacaf 2023.

Di bawah asuhan Thomas Christiansen, Panama dikenal mengandalkan pertahanan rapat, serangan balik cepat, dan permainan fisik yang disiplin.

Baca Juga: Inggris Ditahan Imbang Ghana 0-0 di Piala Dunia 2026: Dominasi Tanpa Gol The Three Lions

"Kami percaya bahwa keyakinan bisa memindahkan gunung," kata Christiansen sebelum turnamen dimulai.

Namun, keyakinan itu kembali tidak cukup membantu Panama. Setelah kalah 0-1 dari Ghana pada laga pertama, mereka kembali gagal mencetak gol saat menghadapi Kroasia.

Babak Pertama Minim Peluang

Panama tampil dengan formasi defensif 5-4-1 dan membiarkan Kroasia menguasai bola. Strategi tersebut membuat pertandingan berjalan lambat dan minim peluang.

Kroasia kesulitan menembus rapatnya pertahanan Panama. Sebagian besar serangan mereka hanya berupa umpan silang ke kotak penalti atau memanfaatkan kecepatan Ivan Perisic yang kini berusia 37 tahun.

Peluang terbaik babak pertama justru dimiliki Panama pada menit ke-23. Amir Murillo mengirim umpan silang yang disambut sundulan keras José Luis Rodríguez.

 Bola hampir menjadi gol sebelum Dominik Livakovic menepisnya ke mistar gawang dan mengamankannya.

Sepanjang babak pertama, kedua tim hanya menghasilkan tiga tembakan dengan total expected goals (xG) sebesar 0,11.

Gol Budimir Pecahkan Kebuntuan

Kebuntuan akhirnya pecah sembilan menit setelah babak kedua dimulai.

Josip Stanisic yang melakukan overlap menerima umpan terobosan Marco Pasalic sebelum melepaskan umpan silang mendatar ke depan gawang.

 Budimir, yang masuk sebagai pemain pengganti saat jeda pertandingan, berhasil menyambar bola dan menggetarkankan jala Panama.

Tertinggal satu gol memaksa Panama keluar dari zona pertahanan mereka. Situasi ini membuka ruang lebih besar bagi Kroasia untuk melakukan serangan balik.

Beberapa menit kemudian, Modric mengirim umpan kepada Pasalic yang lolos ke area kosong. Namun, peluang tersebut berhasil digagalkan kiper Orlando Mosquera.

Panama berupaya menyamakan kedudukan hingga menit-menit akhir, tetapi Livakovic tampil solid di bawah mistar gawang Kroasia dan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.

"Mereka bermain dengan semangat, dedikasi, dan energi yang luar biasa. Saya sangat bangga kepada tim ini.

Kroasia hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan salah satunya menjadi gol," ujar Christiansen.

Sementara itu, Pasalic mengakui timnya bermain jauh lebih baik setelah jeda.

"Kami memahami kualitas yang kami miliki dan situasi yang sedang kami hadapi. Apa yang gagal kami lakukan pada babak pertama berhasil kami lakukan pada babak kedua. Sekarang kami bisa melangkah ke depan dengan lebih lega," katanya.

Luka Modric Terus Menambah Warisan

Modric akhirnya ditarik keluar pada menit ke-81 dan mendapatkan standing ovation dari para suporter yang memenuhi stadion.

Jika turnamen ini menjadi "tarian terakhir" bagi generasi emas Kroasia, maka kemenangan atas Panama menjaga harapan mereka untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Sementara Panama harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal, Modric masih memiliki kesempatan menambah jumlah penampilannya bersama tim nasional

dan terus memperpanjang warisan yang telah ia bangun selama lebih dari dua dekade mengenakan seragam Kroasia.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#200 caps #luka modric #timnas kroasia #Piala Dunia 2026