RADAR SURABAYA- Setelah mencatatkan poin pertama sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia, Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) kembali beraksi
menghadapi pemuncak sementara Grup K, Kolombia, di Stadion Guadalajara, Rabu (24/6) pagi WIB.
Yoane Wissa menjadi penyelamat RD Kongo saat menahan imbang Portugal, sementara Kolombia sukses mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1 untuk meraih tiga poin penuh pada laga pembuka.
Kolombia Ingin Segera Amankan Tiket Fase Gugur
Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo, menyadari bahwa timnya memiliki peluang besar mengambil alih kendali Grup K setelah Portugal hanya bermain imbang melawan RD Kongo.
Los Cafeteros berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut meski sempat mendapat perlawanan sengit dari Uzbekistan yang dilatih Fabio Cannavaro.
Gol Luis Diaz pada menit ke-65 membawa Kolombia unggul 2-1. Namun, kemenangan baru benar-benar aman setelah Jaminton Campaz mencetak gol ketiga pada masa injury time babak kedua.
Baca Juga: Inggris vs Ghana: Tuchel Minta Inggris Pertahankan Karakter Menyerang
Hasil itu menjadikan Kolombia sebagai satu-satunya tim di Grup K yang meraih kemenangan pada laga pertama.
Jika kembali menang atas RD Kongo, mereka akan memastikan tiket ke babak 32 besar.
Dengan pengalaman mencapai perempat final dan 16 besar dalam dua penampilan terakhir di Piala Dunia, Kolombia tentu berharap dapat segera mengamankan tempat di fase gugur.
RD Kongo Tak Datang Sekadar Pelengkap
Di sisi lain, pelatih Sebastien Desabre menegaskan bahwa timnya tidak datang ke Amerika Utara hanya untuk menjadi pelengkap turnamen.
Kembalinya RD Kongo ke Piala Dunia setelah 52 tahun menjadi bukti perkembangan signifikan yang mereka raih dalam beberapa tahun terakhir.
Saat menghadapi Portugal, RD Kongo sempat tertinggal cepat akibat gol sundulan Joao Neves pada menit keenam. Namun, mereka mampu menunjukkan mental kuat dan karakter yang impresif.
Baca Juga: Panama vs Kroasia: Misi Hidup-Mati Luka Modric di Piala Dunia 2026
Leopards berhasil membatasi agresivitas Portugal serta menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Bahkan, mereka nyaris membalikkan keadaan andai peluang emas dari Cedric Bakambu dan Joris Kayembe dapat dimaksimalkan.
Meski hanya bermain imbang, hasil tersebut meningkatkan kepercayaan diri RD Kongo bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Kini mereka mengincar kemenangan pertama dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.
Kabar Tim
Kolombia kemungkinan akan meninggalkan formasi menyerang 4-3-3 yang digunakan saat melawan Uzbekistan dan kembali memakai skema 4-2-3-1.
Dalam formasi tersebut, James Rodriguez diperkirakan bermain sebagai gelandang serang di belakang penyerang utama Luis Suarez.
Meski gagal mencetak gol pada laga pembuka, Suarez tampil tajam bersama Sporting Lisbon dengan torehan 28 gol liga sepanjang musim 2025/2026.
Sementara itu, Luis Diaz tetap menjadi andalan terbesar Kolombia berkat kemampuannya mencetak gol maupun menciptakan peluang.
Di kubu RD Kongo, Desabre masih mempertimbangkan apakah akan tetap menggunakan formasi lima bek atau kembali ke empat bek.
Lini pertahanan mereka akan dipimpin kapten berpengalaman Chancel Mbemba yang harus berhati-hati karena terancam skorsing jika kembali menerima kartu kuning.
Untuk urusan mencetak gol, harapan utama akan berada di pundak Wissa dan Bakambu. Wissa sendiri sukses mencetak gol pertama RD Kongo di Piala Dunia saat menghadapi Portugal.
Perkiraan Susunan Pemain
Kolombia (4-2-3-1):
Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Rios, Lerma; Arias, James Rodriguez, Luis Diaz; Luis Suarez.
RD Kongo (4-3-3):
Mpasi; Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Kayembe; Mukau, Moutoussamy, Sadiki; Bongonda, Bakambu, Wissa.
Prediksi Pertandingan
Kolombia memang lebih diunggulkan untuk lolos dari fase grup. Namun, performa RD Kongo saat menahan Portugal menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dikalahkan.
Kolombia memang mampu mencetak minimal dua gol dalam tiga pertandingan terakhirnya, tetapi pertahanan disiplin RD Kongo berpotensi kembali menyulitkan lawan.(rak)