Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Argentina vs Austria: Maradona Menangis di Dallas, Messi Ingin Membuat Argentina Tersenyum

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 22 Juni 2026 | 10:29 WIB
Pendukung Timnas Argentina menggelar aksi dukungan di Dallas menjelang pertandingan Piala Dunia 2026 kontra Austria. Foto: Julio Cortez/AP.
Pendukung Timnas Argentina menggelar aksi dukungan di Dallas menjelang pertandingan Piala Dunia 2026 kontra Austria. Foto: Julio Cortez/AP.

RADAR SURABAYA – Timnas Argentina bertekad melanjutkan tren positif mereka saat menghadapi Austria pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026, Senin (22/6) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB di Stadion AT&T, Dallas. 

Sorotan utama kembali tertuju kepada Lionel Messi yang berpeluang mencetak rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia.

Setelah tampil gemilang dan mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair pada laga pembuka, Messi kembali menjadi harapan utama Albiceleste untuk mengamankan tiket ke babak gugur.

Namun, Austria diperkirakan akan memberikan perlawanan yang jauh lebih berat dibandingkan lawan sebelumnya.

Selain memburu kemenangan, Argentina juga mengincar posisi juara Grup J. Finis di puncak klasemen akan membantu mereka menghindari potensi pertemuan dengan

Spanyol pada fase gugur yang diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Prediksi Prancis vs Irak: Dominasi Total atau Kejutan Mustahil di Piala Dunia 2026?

Messi Dekati Rekor Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

Performa Messi pada laga pertama semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.

Kapten Argentina itu kini hanya membutuhkan tambahan gol untuk mengukir sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di putaran final Piala Dunia.

Momentum tersebut datang pada saat yang tepat. Argentina tampil lebih percaya diri dibandingkan saat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi sebelum akhirnya bangkit dan meraih gelar juara.

Gelandang Argentina, Enzo Fernández, menilai kemenangan pada laga pembuka memberikan dampak besar terhadap mental tim.

"Memulai turnamen dengan kemenangan sangat menguntungkan. Hal itu meningkatkan kepercayaan diri kami untuk menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Fernández dikutip The Guardian. 

Dallas Simpan Kenangan Diego Maradona

Pertandingan melawan Austria juga memiliki nilai historis bagi Argentina. Dallas merupakan kota yang menyimpan kenangan mendalam terkait legenda sepak bola Argentina dan dunia, Diego Maradona.

Tidak jauh dari Stadion AT&T, terdapat Stadion Cotton Bowl yang menjadi lokasi pertandingan terakhir Maradona bersama Argentina pada Piala Dunia 1994.

Saat itu, Maradona harus meninggalkan turnamen setelah tersandung kasus doping yang mengguncang dunia sepak bola.

Dalam konferensi pers yang terkenal, Maradona mengungkapkan kalimat yang masih dikenang hingga kini: "Mereka memotong kaki saya."

Kenangan tersebut masih membekas di hati para pendukung Argentina yang memadati Dallas menjelang pertandingan melawan Austria.

Baca Juga: Guncang Dunia! Cape Verde Cetak Gol Perdana Piala Dunia dan Tahan Uruguay 2-2

Sejumlah suporter bahkan menyanyikan lagu yang merujuk pada kegagalan Maradona mengangkat trofi Piala Dunia 1994 yang digelar si Amerika Serikat. 

Lionel Scaloni Puas dengan Mental Juara Argentina

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku puas melihat para pemainnya tetap memiliki ambisi besar meski sudah meraih berbagai gelar dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya pikir kami berada di jalur yang benar. Para pemain tidak pernah berhenti berkembang dan selalu ingin meningkatkan level permainan mereka," kata Scaloni.

Menurutnya, skuad Argentina saat ini bermain dengan lebih tenang dan matang. Gelar juara dunia yang diraih pada 2022 membuat para pemain mampu tampil tanpa tekanan berlebihan.

Situasi tersebut berbeda dengan empat tahun lalu ketika Argentina harus bangkit dari kekalahan mengejutkan pada pertandingan pertama.

Austria Siapkan Perlawanan Maksimal

Di sisi lain, pelatih Austria Ralf Rangnick menyadari besarnya tantangan yang harus dihadapi timnya.

"Jika melihat algoritma, mungkin peluang kami untuk menang sangat kecil," ujar Rangnick.

Pelatih asal Jerman itu bahkan mengaku kesulitan menemukan kelemahan Argentina.

"Jika berbicara tentang kelemahan mereka, saya tidak menemukan apa pun yang bisa kami manfaatkan berdasarkan pengamatan kami," katanya.

Meski demikian, Austria tetap memiliki senjata utama berupa permainan pressing intensitas tinggi yang menjadi ciri khas tim asuhan Rangnick.

Strategi tersebut diharapkan mampu mengganggu ritme permainan Argentina yang mengandalkan penguasaan bola dan kreativitas lini tengah.

Rangnick juga memberikan pujian khusus kepada Messi.

"Mereka memiliki pemain terbaik sepanjang masa. Messi sering terlihat berjalan atau tidak terlalu aktif menekan lawan, tetapi justru di situlah letak bahayanya," ujar Rangnick.

Baca Juga: Banyak Anak Muda Pilih Fokus Karier Ketimbang Percintaan

Menurutnya, Austria harus menampilkan performa terbaik sejak dirinya menangani tim nasional tersebut jika ingin menciptakan kejutan.

Momen Spesial bagi Messi dan Argentina

Laga Argentina kontra Austria berlangsung bertepatan dengan peringatan 40 tahun gol legendaris Maradona ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986.

Momen bersejarah tersebut menjadi simbol kebanggaan sepak bola Argentina dan masih dikenang hingga saat ini, karena Argentina kemudian menjadi juara Piala Dunia. 

Kini, publik Argentina berharap Messi mampu menciptakan babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.

Dengan performa yang sedang menanjak dan peluang memecahkan rekor dunia, pertandingan melawan Austria bisa menjadi panggung sempurna bagi sang megabintang.

Kemenangan akan membawa Argentina semakin dekat ke babak gugur sekaligus memperkuat status mereka sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.

Kalau 1994 , Dallas membuat Maradona dan Argentina menangis,  2026, saatnya Dallas membuat Messi dan Argentina tertawa. (rak) 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Argentina vs Austria #Dallas #Piala Dunia 2026 #diego maradona #lionel messi