RADAR SURABAYA – Timnas Iran sukses menahan imbang Belgia tanpa gol dalam laga lanjutan Grup Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Los Angeles, Senin (22/6) WIB.
Hasil ini menjaga peluang Iran untuk mencetak sejarah dengan lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Penampilan luar biasa kiper Iran, Alireza Beiranvand, menjadi kunci keberhasilan timnya mengamankan satu poin penting.
Beiranvand melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk aksi spektakuler menggagalkan peluang emas Belgia melalui Maxim De Cuyper pada menit ke-58.
Penyelamatan tersebut langsung menjadi sorotan karena dilakukan dalam situasi sulit. Beiranvand yang sempat bergerak ke arah
lain masih mampu mengulurkan tangan kirinya untuk menepis tembakan jarak dekat De Cuyper.
Belgia sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Tim asuhan Rudi Garcia mencatatkan 15 tembakan, sedangkan Iran hanya melepaskan empat percobaan.
Namun, rapatnya pertahanan Iran dan ketangguhan Beiranvand membuat Belgia gagal mencetak gol.
Baca Juga: Lamine Yamal Menggila! Spanyol Bantai Arab Saudi 4-0 dan Bungkam Semua Kritik
Gelandang veteran Kevin De Bruyne menjadi pemain Belgia yang paling aktif menciptakan peluang.
Salah satu umpan silangnya hampir dimaksimalkan oleh Romelu Lukaku, yang tampil sebagai starter setelah sebelumnya hanya bermain sebagai pemain pengganti pada laga pembuka.
Lukaku sendiri mencatatkan penampilan spesial karena menjadi pemain ketiga dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah tim nasional Belgia.
Namun, penyerang Napoli itu kesulitan menembus pertahanan disiplin yang diperagakan Iran.
Di kubu Iran, Mehdi Taremi sempat membuat pendukung Belgia terdiam setelah menjebol gawang Thibaut Courtois pada babak pertama.
Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menunjukkan Taremi berada dalam posisi offside.
Baca Juga: Selandia Baru vs Mesir: Mo Salah Bisa Ukir Rekor, Laga Hidup-Mati Grup G!
Courtois juga tampil impresif di bawah mistar Belgia. Kiper Real Madrid itu beberapa kali menggagalkan peluang Iran, termasuk tembakan keras Taremi dan usaha Hossein Kanaanizadegan.
Situasi pertandingan berubah pada menit ke-67 ketika Belgia harus bermain dengan 10 orang.
Bek muda Nathan Ngoy menerima kartu merah langsung setelah menjatuhkan Taremi yang sedang berpeluang besar mencetak gol.
Keunggulan jumlah pemain membuat Iran semakin percaya diri. Mereka beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat, termasuk peluang dari Saeid Ezatolahi yang masih mampu diamankan Courtois.
Meski terus menekan hingga akhir pertandingan, Iran gagal memanfaatkan keunggulan pemain untuk mencetak gol kemenangan.
Belgia juga tidak mampu menemukan solusi untuk membongkar pertahanan lawan.
Hasil imbang ini membuat persaingan di grup semakin ketat. Iran menjaga asa untuk melangkah ke fase gugur, sementara Belgia kembali kehilangan poin setelah sebelumnya juga gagal meraih kemenangan pada laga pembuka.
Bagi Iran, satu poin dari laga melawan salah satu unggulan Eropa ini menjadi modal berharga menghadapi pertandingan berikutnya.
Jika mampu mempertahankan performa disiplin dan efektivitas pertahanan, tim asuhan Amir Ghalenoei berpeluang mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan