RADAR SURABAYA — Curacao menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Ekuador
tanpa gol dan meraih poin pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.
Laga yang berlangsung sengit ini berubah menjadi panggung gemilang bagi kiper veteran Eloy Room, yang tampil luar biasa dengan sederet penyelamatan krusial menghadapi gempuran Ecuador.
Penampilan Heroik Eloy Room
Room, 37 tahun, menjadi tembok kokoh di bawah mistar. Ia menggagalkan peluang emas Enner Valencia di awal pertandingan serta menepis berbagai tembakan berbahaya sepanjang laga.
Baca Juga: Belgia vs Iran: Duel Penentu Nasib Grup G, Siapa yang Selamat di Los Angeles?
Bahkan, ia hampir mencatat rekor penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia, melampaui catatan legendaris Tim Howard pada 2014.
“Ini masih sulit saya cerna,” ujar Room usai pertandingan. “Saya sedikit kecewa tidak memecahkan rekor, tetapi ini hasil yang luar biasa untuk tim kami.”
Ekuador Dominan, Tapi Tumpul
Ekuador tampil lebih dominan dengan puluhan percobaan tembakan. Namun, ketangguhan Room serta rapatnya pertahanan Curacao membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.
Pelatih Ekuador, Sebastián Beccacece, mengakui frustrasi timnya: “Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol. Ini sangat menyakitkan.”
Curacao Tampil Disiplin dan Berani
Di bawah arahan pelatih senior Dick Advocaat, Curacao menunjukkan organisasi permainan yang disiplin.
Meski lebih banyak bertahan, mereka beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang membuat Ekuador kewalahan.
Dukungan suporter Curacao yang hadir dalam jumlah besar turut menambah semangat tim, menciptakan atmosfer luar biasa di stadion.
Sejarah Baru untuk Curacao
Hasil imbang ini menjadi momen bersejarah karena:
Poin pertama Curacao di Piala Dunia
Penampilan debut yang langsung mencuri perhatian dunia
Salah satu performa kiper terbaik turnamen sejauh ini
Curacao mungkin bukan favorit, tetapi mereka membuktikan bahwa disiplin, kerja keras, dan performa luar biasa seorang kiper dapat mengubah sejarah.
Sementara itu, Ekuador harus segera memperbaiki penyelesaian akhir jika ingin menjaga peluang lolos dari fase grup.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan