RADAR SURABAYA – Pertandingan krusial akan tersaji pada lanjutan Grup G Piala Dunia 2026 ketika Belgia menghadapi Iran di Stadion Los Angeles, Senin (22/6) dini hari WIB.
Laga ini menjadi titik penting bagi kedua tim yang sama-sama mengoleksi satu poin dari laga pembuka.
Dengan persaingan grup yang sangat ketat, hasil pertandingan ini bisa menjadi penentu nasib menuju babak 16 besar.
Kemenangan akan membuka jalan lebar, sementara kekalahan berpotensi membuat salah satu tim berada di ambang eliminasi.
Belgia Masih Mencari Konsistensi di Era “Golden Generation”
Belgia memulai turnamen dengan hasil kurang meyakinkan setelah ditahan imbang Mesir 1-1.
Sempat tertinggal oleh gol Emam Ashour, Belgia hanya mampu menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri lawan yang dipaksa oleh tekanan Romelu Lukaku.
Baca Juga: Deniz Undav Pimpin Perburuan Golden Boot Piala Dunia 2026, Messi dan Jonathan David Terus Mengancam
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Belgia di Piala Dunia, dengan catatan tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir, berbanding jauh dengan performa impresif sebelumnya yang mencatat 11 kemenangan dari 13 pertandingan.
Meski begitu, skuad asuhan Rudi Garcia masih bertumpu pada deretan pemain bintang seperti Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, Youri Tielemans, hingga Thibaut Courtois.
Secara kualitas, Belgia tetap dianggap sebagai salah satu kandidat kuat lolos dari fase grup.
Iran Tunjukkan Mental Tangguh di Tengah Tekanan
Di sisi lain, Iran tampil penuh determinasi saat menahan Selandia Baru 2-2 pada laga pembuka.
Dua kali tertinggal, Iran mampu bangkit melalui gol Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi.
Pelatih Amir Ghalenoei mendapat pujian atas mentalitas tim yang tetap solid di tengah berbagai tantangan nonteknis yang mengiringi keikutsertaan mereka di turnamen ini.
Namun, secara historis, Iran masih kesulitan di panggung Piala Dunia. Dari enam kali partisipasi, mereka belum pernah lolos dari fase grup dan hanya mengoleksi tiga kemenangan dari 19 pertandingan sepanjang sejarah turnamen.
Kondisi Tim: Lukaku Diragukan, Taremi Jadi Andalan
Belgia masih menunggu kondisi Romelu Lukaku, yang belum sepenuhnya bugar setelah tampil sebagai pemain pengganti di laga pertama.
Baca Juga: Sepatu Pink Jadi Tren Piala Dunia 2026, Dipakai Mbappé, Vinícius hingga Kane
Jika belum siap, Charles De Ketelaere berpotensi kembali dipercaya sebagai false nine.
Iran juga menghadapi masalah kebugaran pada dua gelandangnya, Roozbeh Cheshmi dan Saman Ghoddos.
Meski demikian, kekuatan utama tetap berada pada striker senior Mehdi Taremi, yang telah mencetak 60 gol internasional dan menjadi tumpuan utama lini depan.
Prediksi Susunan Pemain
Belgia (4-2-3-1):
Courtois; Meunier, Ngoy, Mechele, De Cuyper; Onana, Tielemans; Trossard, De Bruyne, Doku; De Ketelaere
Iran (4-4-2):
Beiranvand; Rezaeian, Khalilzadeh, Nemati, Mohammadi; Mohebi, Ezatolahi, Ghoddos, Ghayedi; Taremi, Moghanlou
Analisis Pertandingan: Kualitas vs Mentalitas
Secara kualitas individu, Belgia masih unggul di hampir semua lini. Namun, performa yang belum stabil membuka peluang Iran untuk memberikan kejutan, terutama lewat serangan balik cepat dan disiplin bertahan.
Iran diprediksi akan bermain lebih reaktif, sementara Belgia akan mendominasi penguasaan bola.
Kunci pertandingan akan terletak pada efektivitas lini depan Belgia dalam menembus pertahanan rapat lawan.
Meski Iran berpotensi merepotkan, pengalaman dan kedalaman skuad Belgia diyakini akan menjadi pembeda di laga ini.(rak)
Prediksi Skor: Belgia 2-1 Iran
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan