Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Mengenang Lahirnya Cruyff Turn yang Legendaris

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:21 WIB
Sang Legenda sepakbola Balanda dan dunia, Johan Cruyff.
Sang Legenda sepakbola Balanda dan dunia, Johan Cruyff.

RADAR SURABAYA – Pertandingan Belanda melawan Swedia pada matchday kedua Grup Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan poin menuju babak 16 besar.

Duel yang digelar Minggu dini hari WIB itu juga menghidupkan kembali kenangan tentang lahirnya salah satu teknik paling ikonik dalam sejarah sepak bola, yakni Cruyff Turn.

Menurut prediksi superkomputer Opta, Belanda dan Swedia sama-sama memiliki peluang lebih dari 90 persen untuk lolos ke fase gugur.

Namun, pertemuan kali ini memiliki nilai historis tersendiri karena menjadi laga Piala Dunia pertama antara kedua negara sejak edisi 1974.

Saat itu, Belanda dan Swedia bermain imbang tanpa gol. Meski berakhir 0-0, pertandingan tersebut dikenang sebagai momen lahirnya gerakan legendaris yang diperkenalkan oleh Johan Cruyff.

Baca Juga: Belanda vs Swedia: Duel Kelas Berat di Piala Dunia 2026, Pertarungan Penentu Nasib Grup F

Cruyff Turn Lahir dari Duel Belanda vs Swedia

Pada pertengahan babak pertama laga Piala Dunia 1974, Johan Cruyff menerima pengawalan ketat dari bek Swedia Jan Olsson di sisi kiri lapangan.

Dalam situasi tersebut, Cruyff tampak bersiap mengirim umpan silang menggunakan kaki kanannya. 

Namun, secara tiba-tiba ia menarik bola ke belakang tubuhnya, memutar arah, dan meninggalkan Olsson dalam posisi kehilangan keseimbangan.

Aksi itu kemudian dikenal sebagai Cruyff Turn, sebuah teknik yang hingga kini masih digunakan oleh pemain dari berbagai level kompetisi, mulai dari sepak bola amatir hingga liga elite Eropa.

Gerakan sederhana tersebut menjadi salah satu warisan terbesar Johan  Cruyff bagi dunia sepak bola dan terus diajarkan kepada generasi pemain muda hingga saat ini.

Statistik Johan Cruyff yang Luar Biasa

Selain menciptakan momen ikonik, Cruyff juga tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Penumpang Panik Berhamburan Keluar, Suroboyo Bus Keluarkan Asap Tebal di Jalan Darmo Surabaya

Data Opta menunjukkan legenda Belanda itu mencatatkan 11 dribel sukses dalam laga melawan Swedia.

Jumlah tersebut menyamai rekor yang sebelumnya dibuat Eussbio pada Piala Dunia 1966.

Hingga kini, catatan itu hanya mampu dilampaui oleh lima pemain sepanjang sejarah Piala Dunia.

Meski tampil dominan, Belanda gagal meraih kemenangan. Oranje menciptakan peluang dengan nilai 3,73 expected goals (xG) dan melepaskan 30 tembakan, tetapi tidak satu pun berbuah gol.

Meski demikian, Belanda tetap melaju hingga final Piala Dunia 1974 sebelum akhirnya kalah 1-2 dari Jerman Barat.

Rekor Dribel Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia

Setelah era Cruyff, beberapa pemain berhasil mencatatkan performa dribel luar biasa di Piala Dunia.

Rekor tertinggi masih dipegang gelandang Hungaria Tibor Nyilasi yang mencatat 14 dribel sukses dari 15 percobaan saat membawa negaranya mengalahkan El Salvador 10-1 pada Piala Dunia 1982.

Catatan tersebut bertahan selama lebih dari empat dekade. Pada Piala Dunia 2022, Jamal Musiala hampir menyamai rekor itu setelah mencatatkan 13 dribel sukses saat Jerman menghadapi Kosta Rika.

Jumlah yang sama juga pernah dibukukan El Hadji Diouf ketika membawa Senegal menyingkirkan Swedia pada babak 16 besar Piala Dunia 2002.

Piala Dunia 2026 Punya Banyak Dribbler Berbahaya

Piala Dunia 2026 juga dihuni sejumlah pemain yang memiliki kemampuan menggiring bola di atas rata-rata.

Penyerang Pantai Gading, Amad Diallo, mencuri perhatian setelah membukukan enam dribel sukses hanya dalam waktu 34 menit saat menghadapi Ekuador.

Sementara itu, bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, mencatat rata-rata 5,28 dribel sukses per 90 menit sepanjang musim 2025-2026 di lima liga top Eropa.

Selain Yamal, Belgia memiliki Jérémy Doku, sedangkan Pantai Gading mengandalkan Yan Diomande. Keduanya juga dikenal sebagai pemain dengan kemampuan melewati lawan yang sangat baik.

Belanda vs Swedia Kembali Hadir dengan Nuansa Bersejarah

Pertemuan Belanda dan Swedia di Piala Dunia 2026 mungkin tidak sepopuler laga-laga besar lainnya.

Namun, sejarah membuktikan bahwa duel kedua negara pernah melahirkan salah satu momen paling berpengaruh dalam sepak bola dunia.

Kini, lebih dari 50 tahun setelah Cruyff Turn pertama kali diperagakan, publik kembali menantikan apakah laga Belanda kontra Swedia akan menghadirkan momen ikonik baru yang layak dikenang sepanjang masa.(rak) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#belanda vs swedia #cruyf turn #piala dunia 1974 #johan cruyff #Piala Dunia 2026