RADAR SURABAYA– Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Australia pada laga Grup D yang berlangsung di Seattle Stadium, Sabtu dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1930, mereka mampu memenangi dua pertandingan awal secara beruntun di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Laga ini mempertemukan dua negara yang sama-sama berupaya memperkuat posisi sepak bola di tengah dominasi cabang olahraga lain di negaranya masing-masing.
Dengan modal kemenangan pada pertandingan pertama, kedua tim datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Namun, Amerika Serikat tampil lebih dominan sejak menit awal. Tim asuhan Mauricio Pochettino langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan Australia melalui kedua sisi lapangan.
Keunggulan tuan rumah tercipta pada menit ke-11. Berawal dari umpan Antonee Robinson kepada Folarin Balogun yang bergerak di sisi kiri, penyerang tersebut berhasil melewati Jacob Italiano sebelum mengirim bola mendatar ke kotak penalti.
Bek Australia, Cameron Burgess, yang berusaha menghalau justru membuat bola masuk ke gawang sendiri.
Australia sempat mencoba merespons dua menit kemudian. Mohamed Touré menahan bola dengan baik sebelum Mathew Leckie
melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang.
Pertandingan berlangsung keras dengan sejumlah duel fisik terjadi di berbagai area lapangan. Jordan Bos menjadi pemain pertama yang menerima kartu kuning setelah melanggar Weston McKennie.
Alessandro Circati kemudian menyusul masuk buku catatan wasit akibat menjegal Malik Tillman.
Sepanjang pertandingan, total tujuh kartu kuning dikeluarkan wasit Felix Zwayer, menjadi jumlah terbanyak dalam satu pertandingan di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Amerika Serikat menggandakan keunggulan pada menit ke-43. Berawal dari tendangan bebas yang diperoleh Malik Tillman di dekat garis akhir lapangan, Antonee Robinson mengirim umpan kepada Sergiño Dest di tepi kotak penalti.
Tembakan Dest sempat membentur Harry Souttar sebelum bola liar disambar Alex Freeman.
Gol Freeman sempat diperiksa melalui VAR karena dugaan offside. Namun, setelah peninjauan, wasit mengesahkan gol tersebut dan membuat Amerika Serikat unggul 2-0 hingga turun minum.
Pelatih Australia, Tony Popovic, merespons penampilan kurang maksimal timnya dengan melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua.
Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe, yang menjadi pencetak gol pada laga sebelumnya, akhirnya diturunkan untuk meningkatkan daya serang Socceroos.
Masuknya para pemain ofensif membuat Australia tampil lebih agresif. Cristian Volpato, yang menggantikan Leckie setelah satu jam pertandingan berjalan, nyaris memperkecil ketertinggalan.
Namun, peluang yang diperolehnya masih melambung di atas mistar gawang.
Connor Metcalfe juga sempat mengancam melalui tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi kiper Amerika Serikat, Matt Freese, mampu mengamankan bola tanpa kesulitan berarti.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap berbahaya lewat serangan balik cepat. Folarin Balogun hampir menambah keunggulan pada awal babak kedua, tetapi upayanya berhasil digagalkan lini belakang Australia.
Usai pertandingan, Mauricio Pochettino mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya.
"Kami membangun kemenangan ini melalui sikap dan mentalitas yang tepat. Hari ini, meskipun saya bukan orang Amerika, saya merasa emosional setelah pertandingan. Kami ingin terhubung dengan masyarakat dan para pendukung," ujar Pochettino.
Baca Juga: Prediksi Brasil vs Haiti: Saatnya Selecao Mengamuk, Haiti Terancam Jadi Korban
Pelatih asal Argentina itu juga memberikan pujian khusus kepada Alex Freeman yang tampil impresif.
"Perkembangannya luar biasa. Dia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia di posisinya," katanya.
Sementara itu, Tony Popovic mengakui timnya kalah dalam banyak aspek permainan.
"Tidak ada kejutan dari cara mereka bermain. Kami tidak mampu mengimbangi permainan mereka.
Kami terlambat bereaksi terhadap bola dan gagal merebut kembali momentum pertandingan," ujar Popovic.
Kemenangan ini memastikan Amerika Serikat melaju ke babak gugur dengan satu pertandingan tersisa di fase grup.
Sebaliknya, Australia harus berjuang pada laga terakhir untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan