RADAR SURABAYA – Cedera yang dialami Tino Livramento menjelang laga pembuka Inggris di Piala Dunia 2026 kembali memunculkan pertanyaan mengenai keputusan pelatih Thomas Tuchel dalam menyusun lini pertahanan The Three Lions.
Livramento terpaksa meninggalkan skuad setelah mengalami cedera betis saat sesi latihan sebelum pertandingan Grup D melawan Kroasia di Dallas, Kamis (18/6) dini hari WIB. Sebagai pengganti, Tuchel memanggil bek Chelsea, Trevoh Chalobah.
Keputusan tersebut semakin menyoroti risiko yang diambil Tuchel dalam memilih pemain belakang.
Sebab, sejumlah pemain yang diproyeksikan menjadi starter seperti Reece James dan John Stones juga memiliki riwayat cedera yang cukup panjang sepanjang musim lalu.
Selain itu, pemanggilan Chalobah yang berposisi alami sebagai bek tengah kembali memicu perdebatan mengenai absennya bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, dari skuad Inggris.
Cedera Livramento Perbesar Kekhawatiran
Cedera Livramento sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Bek Newcastle United itu sebelumnya juga sempat absen cukup lama akibat masalah paha dan hamstring pada akhir musim lalu.
Baca Juga: Austria vs Yordania: Austria Siap Hancurkan Mimpi Debut Bersejarah Yordania di Piala Dunia 2026
Kehilangan Livramento membuat Inggris hanya memiliki tiga bek sayap murni, yakni Reece James, Djed Spence, dan Nico O'Reilly.
Spence dikenal mampu bermain di kedua sisi pertahanan, sementara O'Reilly juga bisa ditempatkan di lini tengah.
Beberapa pemain lain seperti Dan Burn, Jarell Quansah, dan Ezri Konsa memang dapat dimainkan di posisi bek sayap.
Namun, menempatkan mereka di posisi yang bukan peran utama pada turnamen sebesar Piala Dunia tentu mengandung risiko besar.
Pengalaman serupa pernah dialami mantan pelatih Inggris, Gareth Southgate, saat mencoba memainkan Alexander-Arnold sebagai gelandang pada Euro 2024.
Eksperimen tersebut dinilai kurang berhasil karena turnamen besar bukanlah tempat yang ideal untuk mencoba peran baru.
Ketergantungan pada James dan Stones
John Stones tetap menjadi bek paling berpengalaman di skuad Inggris. Pemain berusia 32 tahun itu akan menjalani turnamen
besar keenam dalam kariernya dan masih dianggap sebagai salah satu bek terbaik yang dimiliki Inggris.
Namun, kondisi fisiknya menjadi perhatian serius. Musim lalu, Stones hanya tampil lima kali sebagai starter di Liga Inggris akibat masalah cedera yang berulang.
Situasi serupa juga dialami Reece James. Kapten Chelsea tersebut kerap diganggu cedera hamstring dalam beberapa tahun terakhir dan hanya tampil sebagai starter dalam 20 pertandingan liga musim lalu.
Meski kualitas keduanya tidak diragukan, Tuchel harus berhati-hati dalam mengatur menit bermain mereka, terutama karena
Inggris akan bertanding dalam kondisi cuaca panas ekstrem selama Piala Dunia berlangsung di Amerika Serikat.
Saat ini, lini pertahanan masih menjadi sektor yang paling mengkhawatirkan dalam skuad Inggris.
Alexander-Arnold Kembali Tidak Dilirik
Keputusan Tuchel memanggil Chalobah dibandingkan bek sayap murni lainnya semakin menguatkan indikasi bahwa Alexander-Arnold tidak masuk dalam rencana pelatih asal Jerman tersebut.
Sinyal itu sebenarnya sudah terlihat sejak Agustus lalu ketika Tuchel tidak memasukkan nama Alexander-Arnold dalam skuad untuk laga kualifikasi Piala Dunia melawan Andorra dan Serbia.
Bahkan, pada pertandingan melawan Andorra, Tuchel lebih memilih memainkan Curtis Jones—yang berposisi asli sebagai gelandang—di sektor bek kanan ketimbang Alexander-Arnold.
Tuchel secara terbuka pernah mengungkapkan keraguannya terhadap kemampuan bertahan mantan pemain Liverpool tersebut.
Menurut Tuchel, jika Alexander-Arnold ingin memberikan dampak besar bagi tim nasional Inggris, ia harus lebih serius dalam aspek pertahanan.
Dalam sepak bola turnamen, satu kesalahan kecil atau satu momen kehilangan konsentrasi dapat menjadi penyebab sebuah tim tersingkir lebih awal.
Pandangan itulah yang tampaknya membuat Alexander-Arnold terus berada di luar radar Tuchel.
Baca Juga: HP Bisa Deteksi AirTag Asing, Ini Cara Mengecek dan Menonaktifkannya
Fakta menunjukkan bahwa dari 14 pertandingan yang dipimpin Tuchel, Alexander-Arnold tidak pernah dimainkan satu kali pun.
Sebaliknya, saat Lee Carsley menjadi pelatih sementara Inggris, Alexander-Arnold tampil dalam empat dari enam pertandingan yang dijalani tim nasional.
Perbedaan tersebut memperlihatkan kontras yang sangat jelas dalam cara kedua pelatih memandang kemampuan pemain berusia 27 tahun itu.
Tuchel Utamakan Keseimbangan Tim Dibanding Nama Besar
Saat mengumumkan skuad berisi 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, Tuchel menegaskan bahwa dirinya tidak hanya memilih pemain paling berbakat.
Menurutnya, tujuan utama adalah membangun tim terbaik yang mampu memenangkan pertandingan dan turnamen.
Pendekatan pragmatis tersebut membuat sejumlah nama besar harus tersingkir. Bek Manchester United, Harry Maguire, mengaku terkejut setelah dicoret dari skuad final.
Sementara itu, Luke Shaw, Lewis Hall, dan Myles Lewis-Skelly juga gagal mendapatkan tempat.
Sebaliknya, pemain seperti Trevoh Chalobah mendapat kesempatan karena dinilai sesuai dengan karakter tim yang diinginkan Tuchel.
Bek Chelsea itu memiliki postur tinggi, kuat dalam duel udara, dan dianggap cocok dengan filosofi permainan Tuchel yang mengutamakan kekuatan fisik serta dominasi bola mati.
Alasan serupa juga diyakini menjadi faktor mengapa Ezri Konsa lebih berpeluang tampil dibanding Marc Guehi serta mengapa Dan Burn tetap dipertahankan dalam skuad.
Inggris Siapkan Fisik untuk Tantangan Berat di Piala Dunia
Selain kualitas teknis, kondisi fisik menjadi perhatian utama Tuchel dalam menyusun timnya.
Cuaca panas di Amerika Serikat diperkirakan menjadi tantangan besar bagi seluruh peserta.
Bahkan, Inggris berpotensi menghadapi tuan rumah Meksiko di babak 16 besar yang kemungkinan dimainkan di Mexico City dengan kondisi dataran tinggi.
Karena itu, Tuchel ingin memastikan para pemainnya siap secara fisik maupun taktis dalam upaya membawa Inggris meraih gelar juara dunia pertama sejak 1966.
Namun, dengan minimnya opsi di sektor pertahanan dan terus berlanjutnya absennya Trent Alexander-Arnold, keputusan Tuchel akan terus menjadi sorotan sepanjang perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan