RADAR SURABAYA – Suporter Timnas Inggris yang akan menghadiri laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di Stadion Dallas menghadapi aturan baru yang cukup ketat.
Mereka berisiko kehilangan bendera yang dibawa ke stadion apabila tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan FIFA dan pihak penyelenggara.
Menurut laporan media Inggris, Klub Suporter Inggris (England Supporters Club/ESC) telah menerima pemberitahuan dari pengelola
stadion bahwa penggemar tidak diperbolehkan menggantung bendera pada papan iklan LED yang mengelilingi lapangan.
Pihak stadion hanya mengizinkan bendera berukuran kecil masuk ke area pertandingan. Bendera tersebut juga harus ditempatkan di pagar yang berada di belakang gawang, bukan di area lain dalam stadion.
ESC diketahui telah mengatur pemasangan sejumlah spanduk dan bendera berukuran besar di belakang gawang.
Namun, suporter umum yang membawa bendera sendiri ke stadion berpotensi mengalami penyitaan oleh petugas keamanan.
Sumber FIFA menyebut kebijakan tersebut diterapkan demi alasan keselamatan dan keamanan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Suporter Belanda dan Jepang Sudah Mengalami Penyitaan
Penerapan aturan ini bukan sekadar peringatan. Sejumlah suporter Belanda dan Jepang dilaporkan telah kehilangan bendera
mereka saat menghadiri pertandingan yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Dallas pada Minggu (14/6).
Menariknya, insiden serupa tidak ditemukan di sejumlah stadion lain yang menjadi lokasi pertandingan Piala Dunia 2026.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan di setiap venue.
Baca Juga: Argentina vs Aljazair: Juara Bertahan Tantang Kuda Hitam di Laga Pembuka Grup J
Dalam panduan resmi turnamen, FIFA menyatakan bahwa bendera, spanduk, dan poster berukuran kecil yang terbuat dari bahan tahan api diperbolehkan masuk ke stadion.
Namun, untuk bendera dan spanduk berukuran besar, suporter wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari penyelenggara.
FIFA Larang Simbol Politik di Stadion
Selain mengatur ukuran bendera, FIFA juga menegaskan larangan terhadap atribut yang dianggap bermuatan politik, ofensif, maupun diskriminatif.
Pada Senin (15/6), FIFA memenangkan gugatan di pengadilan Los Angeles yang bertujuan mencegah pendukung Iran membawa bendera era pra-revolusi ke pertandingan tim nasional mereka.
FIFA mengategorikan bendera tersebut sebagai simbol politik yang tidak diperbolehkan berada di stadion.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya FIFA menjaga netralitas dan keamanan selama turnamen berlangsung.
Kritik terhadap Ketidakkonsistenan Aturan
Direktur Eksekutif Football Supporters Europe, Ronan Evain, mengkritik penerapan aturan yang dinilai tidak seragam di berbagai stadion.
Menurut Evain, banyak suporter yang tidak diperbolehkan memperlihatkan bendera meskipun aturan FIFA sebenarnya tidak secara tegas melarang hal tersebut.
Ia menilai masih banyak ketidakjelasan mengenai simbol atau atribut yang boleh dibawa ke stadion, termasuk bendera daerah, kota, maupun klub sepak bola.
“Masih sulit memahami apakah kebijakan ini benar-benar berasal dari FIFA atau merupakan interpretasi petugas stadion setempat. Yang jelas, penerapannya belum konsisten,” ujarnya.
FIFA Didesak Beri Kejelasan
Perbedaan penerapan aturan di berbagai stadion memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter menjelang pertandingan-pertandingan besar Piala Dunia 2026.
FIFA pun didesak untuk memberikan pedoman yang lebih jelas mengenai penggunaan bendera dan atribut pendukung
lainnya agar tidak menimbulkan kebingungan maupun kekecewaan bagi para penggemar yang datang langsung ke stadion.
Dengan jutaan suporter diperkirakan memadati stadion sepanjang turnamen, konsistensi aturan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan