Keputusan Berani Tunisia: Pecat Pelatih Usai Kekalahan Telak di Laga Pembuka Piala Dunia
RADAR SURABAYA– Federasi Sepak Bola Tunisia mengambil langkah tegas dan berani dengan memecat pelatih kepala Sabri Lamouchi hanya satu pertandingan setelah dimulainya Piala Dunia 2026.
Keputusan ini diambil menyusul kekalahan telak 1–5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F, Selasa dini hari WIB.
Pemecatan tersebut diumumkan langsung melalui pernyataan resmi federasi di media sosial, yang menandai akhir cepat masa kepemimpinan Lamouchi yang baru berjalan sejak Januari.
“Telah dicapai kesepakatan resmi untuk memberhentikan pelatih Sabri Lamouchi,” demikian pernyataan federasi.
Sebagai langkah transisi, Tunisia menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara.
Langkah cepat di tengah tekanan besar
Keputusan ini disebut sebagai respons cepat terhadap performa buruk Tunisia yang langsung berada di bawah tekanan besar di turnamen akbar tersebut.
Baca Juga: Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Laga Pembuka Grup G yang Bisa Langsung Mengejutkan!
Kekalahan dari Swedia tidak hanya memperburuk posisi di klasemen, tetapi juga memperpanjang catatan negatif tim dalam laga uji coba sebelumnya.
Sebelum Piala Dunia, Tunisia juga menelan kekalahan 0–5 dari Belgia dalam laga persahabatan di Brussels, yang semakin memperkuat kritik terhadap performa tim di bawah Lamouchi.
Tantangan berat di sisa fase grup
Meski pergantian pelatih dilakukan, Tunisia masih menghadapi jalan terjal di fase grup. Mereka dijadwalkan melawan Jepang pada
laga berikutnya di stadion yang sama di Guadalupe, sebelum menutup pertandingan grup menghadapi Belanda di Kansas City.
Dengan dua lawan berat yang masih tersisa, keputusan federasi dinilai sebagai upaya menyelamatkan peluang tim untuk tetap bersaing di turnamen.
Baca Juga: Prediksi Arab Saudi vs Uruguay: Duel Sengit Pembuka Grup H Piala Dunia 2026
Rekam jejak Sabri Lamouchi
Sabri Lamouchi, pelatih asal Prancis berusia 54 tahun, sebelumnya pernah menangani Pantai Gading pada Piala Dunia 2014.
Namun saat itu, ia juga gagal membawa tim melangkah lebih jauh dari fase grup di Brasil.
Kondisi ini membuat tekanan terhadapnya semakin besar hingga akhirnya Tunisia memilih jalan cepat dengan melakukan pergantian di tengah kompetisi.
Keputusan yang bisa menentukan nasib Tunisia
Langkah pemecatan pelatih di tengah turnamen bukan keputusan mudah, namun Tunisia memilih mengambil risiko demi perubahan instan di lapangan.
Kini, perhatian tertuju pada Mondher Kebaier yang akan memimpin tim dalam laga krusial berikutnya.
Apakah keputusan berani ini akan menjadi titik balik Tunisia, atau justru memperburuk situasi mereka di Piala Dunia 2026, akan terlihat dalam pertandingan selanjutnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan