Vinicius Junior Selamatkan Brasil dari Kekalahan, Maroko Paksa Selecao Bermain Imbang di Piala Dunia 2026
RADAR SURABAYA– Timnas Brasil gagal meraih kemenangan pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Maroko dengan skor 1-1 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (14/6) WIB.
Gol Ismael Saibari sempat membawa Maroko unggul lebih dulu sebelum Vinicius Junior menyelamatkan Brasil dari kekalahan melalui gol penyeimbang.
Hasil ini menjadi peringatan bagi pelatih Carlo Ancelotti yang masih memiliki banyak pekerjaan untuk membentuk Selecao menjadi kandidat kuat juara dunia.
Maroko justru tampil lebih meyakinkan pada babak pertama. Tim asuhan Mohamed Ouahbi mampu menguasai lini tengah dan membuat Brasil kesulitan mengembangkan permainan.
Gelandang muda Ayyoub Bouaddi menjadi motor permainan Atlas Lions. Pemain berusia 18 tahun itu tampil matang dan mampu mengimbangi pemain-pemain berpengalaman Brasil seperti Casemiro dan Bruno Guimaraes.
Tekanan Maroko akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21. Brahim Diaz melepaskan umpan terobosan brilian yang berhasil dimanfaatkan Ismael Saibari untuk menaklukkan Alisson Becker. Gol tersebut membuat Maroko unggul 1-0.
Keunggulan itu bukanlah kejutan mengingat Maroko tampil lebih agresif sejak menit awal. Bahkan, mereka nyaris menggandakan skor melalui Achraf Hakimi yang beberapa kali merepotkan pertahanan Brasil.
Vinicius Junior Jadi Penyelamat Brasil
Saat berada dalam tekanan, Brasil mendapatkan momentum melalui aksi individu Vinicius Junior.
Penyerang Real Madrid tersebut menunjukkan kualitasnya pada menit ke-32.
Menerima umpan Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti, Vinicius berhasil melewati Neil El Aynaoui sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal diantisipasi kiper Yassine Bounou.
Gol tersebut menjadi penyelamat Brasil sekaligus menegaskan pentingnya peran Vinicius di tengah absennya Neymar yang masih dibekap cedera betis.
Bagi Vinicius, gol itu merupakan gol ke-10 dalam 50 penampilannya bersama tim nasional Brasil.
Ancelotti Akui Brasil Masih Bermasalah
Penampilan Brasil pada babak pertama memunculkan banyak pertanyaan, terutama terkait keputusan Carlo Ancelotti memainkan Roger Ibanez sebagai bek kanan.
Baca Juga: Jepang Datang Bukan Sekadar Meramaikan, Samurai Biru Bidik Kejutan Besar di Piala Dunia 2026
Posisi yang bukan spesialisasinya itu menjadi salah satu titik lemah yang terus dieksploitasi Maroko.
Menyadari kesalahan tersebut, Ancelotti langsung melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Danilo dan Fabinho.
Pergantian itu membuat permainan Brasil lebih stabil. Selecao mulai mengontrol jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Igor Thiago, Matheus Cunha, hingga Luis Henrique mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol kemenangan.
Namun, penampilan gemilang Yassine Bounou di bawah mistar gawang Maroko membuat skor tetap bertahan hingga laga usai.
Maroko Kembali Tunjukkan Kualitas
Hasil imbang melawan Brasil mempertegas status Maroko sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.
Setelah menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022, Atlas Lions kembali menunjukkan kualitas permainan yang disiplin, cepat, dan efektif.
Pelatih Mohamed Ouahbi yang menggantikan Walid Regragui pada Maret lalu berhasil mempertahankan identitas permainan Maroko.
Bahkan, timnya nyaris mencuri kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan.
Sementara bagi Brasil, hasil ini menjadi alarm bahwa perjalanan menuju gelar juara dunia keenam tidak akan mudah.
Carlo Ancelotti masih harus menemukan komposisi terbaik jika ingin membawa Selecao melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan