RADAR SURABAYA - Lima kali juara dunia, Brasil, akan memulai perjuangannya di Grup C Piala Dunia 2026 dengan menghadapi raksasa Afrika, Maroko, di Stadion New York New Jersey, Minggu pagi pukul 05.00 WIB.
Tim Samba bertekad menebus kegagalan mereka yang tersingkir di perempat final Piala Dunia Qatar 2022.
Sementara itu, Maroko datang dengan ambisi besar untuk mengulangi pencapaian bersejarah saat menembus semifinal empat tahun lalu.
Carlo Ancelotti Memulai Era Baru Brasil
Sejarah tercipta pada Mei 2025 ketika Federasi Sepak Bola Brasil menunjuk pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, sebagai pelatih asing pertama tim nasional Brasil.
Pelatih berusia 67 tahun itu kini menghadapi tantangan baru di level internasional setelah meraih banyak kesuksesan sepanjang karier kepelatihannya di klub.
Brasil masih menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan lima gelar juara. Selecao juga memegang rekor sebagai tim
yang paling banyak memainkan pertandingan dan meraih kemenangan di ajang tersebut. Namun, mereka belum lagi mengangkat trofi sejak 2002.
Baca Juga: Qatar vs Swiss: Qatar Berburu Sejarah, Swiss Mengincar Start Sempurna di Piala Dunia 2026
Menariknya, puasa gelar Brasil kini telah berlangsung selama 24 tahun, sama seperti rentang tanpa gelar yang mereka alami antara 1970 hingga 1994. Kala itu, penantian berakhir di tanah Amerika Serikat.
Perjalanan Brasil menuju Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya mulus. Mereka mencatat delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan dalam 18 laga kualifikasi zona CONMEBOL sebelum finis di posisi kelima.
Dalam beberapa bulan terakhir, Brasil sempat menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Bolivia pada laga kualifikasi terakhir.
Mereka juga kalah dari Jepang (2-3) dan Prancis (1-2) dalam laga persahabatan. Namun, pasukan Ancelotti bangkit dengan memenangi tiga pertandingan terakhir melawan Kroasia, Panama, dan Mesir dengan agregat 11-4.
Saat ini, Brasil menempati peringkat kelima dunia FIFA dan memiliki catatan impresif saat menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia.
Dari delapan pertemuan, mereka memenangkan tujuh laga. Satu-satunya kekalahan terjadi saat takluk 0-1 dari Kamerun pada fase grup Piala Dunia 2022.
Maroko Ingin Ulangi Kejutan
Empat tahun setelah menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia, Maroko kembali hadir sebagai salah satu kuda hitam utama turnamen.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketujuh Atlas Lions di ajang empat tahunan tersebut.
Menariknya, tiga partisipasi pertama Maroko terjadi di Meksiko (1970 dan 1986) serta Amerika Serikat (1994), dua dari tiga tuan rumah bersama edisi kali ini.
Perkembangan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Sejak awal 2023, mereka membukukan 33 kemenangan, 10 hasil imbang, dan hanya dua kekalahan dari 45 pertandingan.
Saat ini, Maroko berada di peringkat ketujuh dunia FIFA, mengungguli sejumlah negara kuat seperti Belanda, Belgia, dan Jerman.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Walid Regragui. Namun, pelatih yang membawa Maroko bersinar di Qatar itu mengundurkan diri kurang dari 100 hari sebelum Piala Dunia dimulai.
Posisinya kemudian digantikan Mohamed Ouahbi, yang sebelumnya menangani tim U-23.
Di bawah arahan Ouahbi, Maroko mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan. Laga terakhir mereka berakhir imbang 1-1 melawan Norwegia.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Folarin Balogun Mengamuk! Amerika Serikat Hancurkan Paraguay 4-1
Meski kalah dalam dua dari tiga pertemuan terakhir melawan Brasil, Maroko memiliki kenangan manis setelah menang 2-1 dalam laga persahabatan pada Maret 2023.
Kabar Tim
Brasil dipastikan belum bisa diperkuat pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka, Neymar, yang masih menjalani pemulihan cedera betis tingkat dua.
Bek kanan Wesley juga harus absen dari Piala Dunia akibat cedera otot yang dialami saat menghadapi Mesir.
Gelandang Ederson yang baru dipanggil ke skuad disebut sempat dicoba sebagai bek kanan dalam sesi latihan.
Selain itu, Ancelotti masih memiliki opsi Danilo dan Roger Ibanez untuk mengisi sektor tersebut.
Penjaga gawang Alisson Becker, bek Gabriel Magalhaes, dan gelandang Bruno Guimaraes diprediksi menjadi starter.
Sementara Vinicius Junior dan Raphinha akan menjadi andalan di lini serang.
Di kubu Maroko, Nayef Aguerd dan Abde Ezzalzouli dipastikan absen karena cedera. Keduanya telah digantikan oleh Marwane Saadane dan Amine Sbai dalam skuad.
Bek serbabisa Noussair Mazraoui juga mengalami masalah pada bahu saat menghadapi Norwegia.
Namun, kondisinya tidak dianggap serius dan keputusan mengenai kesiapannya akan ditentukan menjelang pertandingan.
Kapten Achraf Hakimi dan Brahim Diaz hampir pasti menjadi starter. Diaz yang telah mencetak 14 gol dari 26 laga internasional diperkirakan akan memimpin lini serang bersama Ismael Saibari dan Bilal El Khannouss.
Prediksi Pertandingan
Maroko berpeluang memberikan kejutan dan meningkatkan peluang mereka untuk menjadi juara Grup C apabila mampu mengalahkan Brasil.
Namun, pengalaman, kualitas individu, serta sentuhan Carlo Ancelotti membuat Selecao tetap lebih diunggulkan.
Kondisi lini belakang Maroko yang kehilangan beberapa pemain penting akibat cedera juga berpotensi dimanfaatkan oleh lini serang Brasil yang dihuni banyak pemain berkelas.
Catatan ini membuat Brasil lebih layak diunggulkan untuk memenangkan pertandingan kali ini. (rak)
Perkiraan Susunan Pemain
Brasil (4-2-3-1):
Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Alex Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.
Maroko (4-3-3):
Bounou; Achraf Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; Sofyan Amrabat, El Aynaoui, Ounahi; Brahim Diaz, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss.