Cyle Larin jadi pahlawan Kanada di Toronto Stadium
RADAR SURABAYA – Timnas Kanada mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina pada laga perdana Grup B yang berlangsung di Toronto Stadium, Sabtu dini hari WIB.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Kanada sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal lebih dahulu.
Namun, gol Cyle Larin pada menit ke-78 berhasil menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan dan mengamankan satu poin penting dalam persaingan grup.
Hasil tersebut sekaligus menjaga peluang Kanada untuk melangkah ke fase gugur. Di sisi lain, capaian Kanada dan Meksiko sebagai sesama tuan rumah membuat
tekanan terhadap Amerika Serikat semakin besar menjelang laga pembuka mereka melawan Paraguay.
Bosnia-Herzegovina Unggul Lebih Dulu
Kanada sebenarnya tampil agresif sejak menit-menit awal. Dukungan penuh suporter di Toronto membuat skuad asuhan Jesse Marsch berani mengambil inisiatif serangan.
Peluang emas pertama hadir pada menit ke-17 melalui Jonathan David. Sayangnya, penyelesaian akhir sang penyerang masih mampu diamankan kiper Bosnia-Herzegovina.
Bosnia-Herzegovina justru berhasil memanfaatkan kelemahan Kanada dalam mengantisipasi bola mati.
Setelah beberapa kali mengancam melalui sepak pojok dan tendangan bebas, Jovo Lukic sukses mencetak gol pembuka yang membawa timnya unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Kanada harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan di hadapan publik sendiri.
Cyle Larin Jadi Penyelamat Kanada
Memasuki babak kedua, Kanada meningkatkan intensitas serangan. Mereka beberapa kali menciptakan peluang berbahaya dan mendominasi penguasaan bola.
Upaya Kanada nyaris membuahkan hasil ketika bola membentur mistar gawang. Selain itu, bek veteran Bosnia-Herzegovina, Sead Kolasinac, juga melakukan penyelamatan penting di garis gawang untuk menggagalkan peluang tuan rumah.
Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78. Cyle Larin berhasil mencetak gol penyeimbang yang membuat skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut disambut meriah ribuan pendukung Kanada yang memenuhi stadion. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan kedua tim harus puas berbagi poin.
Peluang Kanada Masih Terbuka
Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang ini tetap menjadi modal positif bagi Kanada.
Mereka masih memiliki peluang besar untuk lolos dari Grup B yang juga dihuni Swiss dan Qatar.
Pada pertandingan berikutnya, Kanada akan menghadapi lawan-lawan yang dinilai masih bisa mereka kalahkan. Satu kemenangan berpotensi membuka jalan menuju babak 32 besar.
Format baru Piala Dunia 2026 juga memberi keuntungan tambahan karena delapan tim peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke fase gugur.
Pelatih Jesse Marsch diperkirakan akan fokus memperbaiki kelemahan timnya dalam mengantisipasi situasi bola mati yang menjadi sumber masalah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.
Amerika Serikat dalam Tekanan
Hasil positif yang diraih Kanada dan kemenangan Meksiko atas Afrika Selatan membuat sorotan kini mengarah kepada Amerika Serikat.
Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat dituntut meraih hasil maksimal saat menghadapi Paraguay pada laga pembuka Grup D.
Tekanan terhadap tim berjuluk USMNT tersebut semakin besar setelah muncul berbagai kontroversi di luar lapangan, mulai dari tingginya harga tiket hingga kebijakan visa yang menuai kritik.
Jika gagal meraih kemenangan atas Paraguay, gelombang kritik terhadap Amerika Serikat diperkirakan akan semakin meningkat.
Sebaliknya, kemenangan dapat membantu mengalihkan perhatian publik kembali kepada pertandingan di lapangan.
Dengan Kanada dan Meksiko yang sudah menunjukkan performa menjanjikan, Amerika Serikat kini dituntut mengikuti jejak sesama tuan rumah agar tidak menjadi sorotan negatif di awal Piala Dunia 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan