RADAR SURABAYA – Penyanyi asal Kolombia, Shakira, resmi membuka Piala Dunia FIFA 2026 melalui upacara pembukaan spektakuler di Stadion Azteca, Meksiko, Kamis (11/6) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB.
Penampilan megabintang musik Latin itu menjadi sorotan utama saat turnamen sepak bola terbesar dalam sejarah resmi dimulai.
Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim.
Ribuan suporter dari berbagai negara memadati kota-kota tuan rumah untuk menyaksikan pesta sepak bola dunia tersebut.
Shakira dan Burna Boy Hentak Stadion Azteca
Sebelum laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan dimulai, para penonton disuguhi pertunjukan meriah yang dipimpin Shakira bersama Burna Boy.
Keduanya membawakan lagu Dai Dai, yang ditetapkan sebagai lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026.
Penampilan tersebut berlangsung megah dengan iringan ratusan penari dan tata panggung spektakuler.
Shakira tampil mencolok mengenakan bodysuit kuning neon dan rok mini putih, sekaligus memperlihatkan kembali tarian khas yang telah menjadi identitasnya sejak tampil di Piala Dunia 2010.
Suasana semakin semarak ketika penyanyi berusia 49 tahun itu berkolaborasi dengan kelompok musik mariachi tradisional Meksiko.
Sebuah replika trofi Piala Dunia berwarna emas raksasa muncul dari tengah lapangan dan menjadi pusat perhatian para penonton.
Selain Shakira dan Burna Boy, acara pembukaan juga dimeriahkan oleh sejumlah musisi ternama seperti Andea Bocelli, J Balvin, Alejandro Fernandez, Belinda, Danny Ocean, Lila Downs, Tyla, serta grup legendaris Maná.
Suporter Meksiko Padati Stadion Azteca
Ribuan pendukung Meksiko memadati Stadion Azteca sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.
Mereka merayakan momen bersejarah karena Meksiko menjadi negara pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah Piala Dunia setelah edisi 1970 dan 1986.
Atmosfer stadion dipenuhi warna merah dan hijau khas Meksiko. Banyak suporter mengenakan kostum unik, mulai dari sombrero berpayet hingga topeng luchador yang identik dengan budaya gulat profesional Meksiko.
Sementara itu, para penggemar yang tidak mendapatkan tiket memilih berkumpul di kawasan fan zone Plaza Zócalo di pusat Kota Meksiko.
Kericuhan Warnai Fan Zone Piala Dunia 2026
Meski berlangsung meriah, suasana sempat memanas di area fan festival Plaza Zócalo. Ribuan orang berusaha memasuki kawasan tersebut menjelang laga pembuka sehingga memicu desak-desakan dengan petugas keamanan.
Akses menuju lokasi diketahui terganggu oleh pemasangan barikade yang sebelumnya digunakan untuk menghalangi demonstrasi serikat guru.
Beberapa suporter bahkan melempar botol air dan meneriakkan slogan dukungan kepada tim nasional Meksiko.
Pemerintah Kota Meksiko kemudian mengumumkan bahwa area tersebut telah penuh dan meminta masyarakat menuju lokasi nonton bareng lainnya yang telah disiapkan.
Penonton Amerika Serikat Kecewa
Penampilan Shakira yang mendapat sambutan meriah ternyata tidak dapat disaksikan oleh sebagian besar penonton televisi di Amerika Serikat.
Stasiun televisi pemegang hak siar resmi, Fox Sports, memilih menayangkan program analisis pertandingan dibandingkan menyiarkan upacara pembukaan secara langsung.
Keputusan tersebut memicu kritik dari banyak penggemar sepak bola yang berharap dapat menyaksikan penampilan Shakira.
Sebaliknya, jaringan berbahasa Spanyol Telemundo menyiarkan seluruh rangkaian acara pembukaan secara lengkap.
Kontroversi Bayangi Piala Dunia 2026
Di balik kemeriahan pesta sepak bola dunia, sejumlah kontroversi turut membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Di Meksiko, demonstrasi yang dilakukan serikat guru terkait tuntutan kenaikan gaji, reformasi pensiun, dan kebijakan ketenagakerjaan berlangsung di beberapa titik kota.
Di sisi lain, kelompok lingkungan hidup seperti Greenpeace juga mengkritik dampak lingkungan dari penyelenggaraan turnamen yang tersebar di 16 kota tuan rumah.
Selain itu, kebijakan visa pemerintahan Presiden Donald Trump menjadi perhatian internasional. Sejumlah jurnalis, suporter, dan ofisial dilaporkan mengalami kendala dalam proses masuk ke Amerika Serikat.
Salah satu kasus yang paling disorot adalah penolakan masuk terhadap wasit Somalia, Omar Artan, yang sebelumnya masuk daftar wasit resmi FIFA untuk turnamen tersebut.
FIFA Minta Semua Pihak Tetap Tenang
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela langkah organisasinya dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul menjelang turnamen.
Menurut Infantino, FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan imigrasi suatu negara dan hanya dapat berupaya memastikan turnamen berjalan lancar.
Meski dibayangi berbagai kontroversi, pembukaan Piala Dunia 2026 tetap berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian dunia.
Penampilan Shakira di Stadion Azteca menjadi simbol dimulainya turnamen terbesar sepanjang sejarah sepak bola yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan di Amerika Utara.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan