RADAR SURABAYA – Spanyol dan Prancis menjadi dua tim yang paling difavoritkan untuk menjuarai Piala Dunia 2026.
Laporan ESPN, prediksi tersebut tidak hanya datang dari bandar taruhan internasional, tetapi juga tercermin dari besarnya dukungan para
petaruh yang menempatkan kedua negara sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Menjelang kick-off turnamen, Spanyol menempati posisi teratas dalam bursa taruhan dengan odds sekitar +450.
Prancis berada tepat di belakangnya, bahkan di beberapa platform berbagi status sebagai favorit bersama dengan odds berkisar antara +450 hingga +500.
Data dari sejumlah operator taruhan menunjukkan bahwa minat publik terhadap kedua tim sangat tinggi.
Menurut BetMGM, lebih dari 30 persen total taruhan dan hampir separuh nilai taruhan pasar juara dunia ditempatkan pada Spanyol dan Prancis.
Kondisi tersebut menjadikan Spanyol sebagai salah satu potensi kerugian terbesar bagi bandar taruhan jika berhasil keluar sebagai juara.
Direktur Sportsbook DraftKings, Johnny Avello, mengaku terkejut dengan konsistensi arus taruhan yang mengalir kepada kedua tim tersebut.
“Saya tidak menyangka arus taruhan untuk kedua tim ini akan berlangsung begitu konsisten,” ujarnya.
Avello menambahkan bahwa dalam sepekan terakhir, Spanyol dan Prancis menerima lonjakan taruhan yang sangat signifikan dibandingkan tim-tim peserta lainnya.
Inggris, Argentina, dan Brasil Masuk Daftar Penantang
Pimpinan taruhan sepak bola Caesars Sportsbook, Mark Bickerdike, menilai Spanyol dan Prancis memang pantas disebut sebagai dua kekuatan utama menjelang Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Kakek Pikun di Surabaya Ingin Pulang Kampung Malah ewat Genteng Rumah
Di bawah keduanya, terdapat kelompok penantang kuat yang terdiri atas Inggris dengan odds +700, serta Argentina dan Brasil yang sama-sama berada di angka +950.
Namun, satu negara yang menarik perhatian pasar taruhan adalah Portugal. Tim yang masih diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo itu menjadi salah satu favorit para petaruh dalam beberapa pekan terakhir.
Di DraftKings, Portugal menempati posisi ketiga dalam jumlah nilai taruhan yang diterima.
Popularitas tersebut membuat odds juara mereka menyusut dari 10-1 menjadi +800, menandakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap peluang Selecao das Quinas.
Sejarah Membuktikan Favorit Tidak Selalu Menang
Meski menjadi unggulan utama, sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa status favorit tidak menjamin kesuksesan.
Sejak era modern, hanya tiga tim yang berhasil menjuarai turnamen setelah memulai kompetisi sebagai favorit utama, yakni Jerman Barat pada 1974, Brasil pada 1994, dan Spanyol pada 2010.
Sebaliknya, salah satu kejutan terbesar terjadi ketika Italia sukses merebut gelar juara pada 1982 meski hanya memiliki peluang 18-1 sebelum turnamen dimulai.
Amerika Serikat Jadi Favorit Publik Lokal
Sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat mendapatkan dukungan luar biasa dari para petaruh domestik.
Meski hanya memiliki odds juara 60-1, Amerika Serikat tetap masuk dalam daftar tim yang paling banyak didukung. Di DraftKings, tim berjuluk USMNT itu menempati posisi kedelapan dalam jumlah nilai taruhan pada pasar juara dunia.
Tingginya dukungan tersebut membuat Amerika Serikat berpotensi menjadi ancaman finansial bagi operator taruhan jika mampu melangkah jauh atau bahkan menjuarai turnamen.
“Orang-orang ingin menonton tim mereka, berharap mereka menang, lalu memasang taruhan. Apalagi pertandingan berlangsung di negara kami sendiri, serta dekat dengan Meksiko dan Kanada. Hal itu membuat dukungan menjadi semakin besar,” kata Avello.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menerima konsekuensi finansial apabila Amerika Serikat mampu menciptakan kejutan dan mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Haiti Jadi Kuda Hitam yang Menarik Perhatian
Selain Amerika Serikat, tim kuda hitam yang mencuri perhatian pasar taruhan adalah Haiti.
Negara Karibia tersebut memiliki odds juara mencapai 2.500-1, salah satu yang terpanjang di turnamen. Meski peluangnya sangat kecil, antusiasme sebagian petaruh tetap tinggi.
Salah satu contoh datang dari seorang petaruh di BetMGM yang memasang taruhan sebesar 1.000 dolar AS untuk Haiti menjadi juara dunia.
Jika skenario mengejutkan itu benar-benar terjadi, bandar taruhan harus membayar sekitar 2,5 juta dolar AS.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa menjelang Piala Dunia 2026, pasar taruhan tidak hanya dipenuhi dukungan terhadap tim-tim unggulan seperti Spanyol dan Prancis, tetapi juga harapan besar terhadap kejutan yang bisa muncul dari tim-tim nonfavorit.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan