Korea Selatan Wajib Menang atas Ceko, Rekor Buruk Laga Pembuka Piala Dunia Jadi Sorotan
RADAR SURABAYA – Timnas Korea Selatan menghadapi ujian penting saat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Taegeuk Warriors dituntut meraih kemenangan atas Ceko pada laga pembuka Grup A guna memutus tren negatif yang terus menghantui mereka dalam beberapa edisi terakhir turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Sejarah menunjukkan bahwa hasil pertandingan pertama sering kali menjadi penentu nasib Korea Selatan di Piala Dunia.
Dalam tiga edisi terakhir, tim asal Asia Timur itu gagal meraih kemenangan pada laga pembuka dan kesulitan bersaing untuk lolos ke fase gugur.
Pada Piala Dunia 2014, Korea Selatan hanya mampu mengumpulkan satu poin dan finis di dasar klasemen grup.
Empat tahun kemudian, mereka kembali tersingkir meski mencatat kemenangan bersejarah 2-0 atas Jerman, sang juara bertahan, pada pertandingan terakhir fase grup.
Sementara itu, pada Piala Dunia Qatar 2022, Korea Selatan berhasil melaju ke babak 16 besar.
Namun, kelolosan tersebut diraih dengan perjuangan dramatis setelah mengalahkan Portugal 2-1 berkat gol Hwang Hee-chan pada masa injury time.
Keberhasilan itu tidak lepas dari aksi individu kapten Son Heung-min yang melakukan penetrasi cepat sebelum memberikan assist penentu kemenangan.
Tanpa momen tersebut, Korea Selatan kemungkinan besar kembali gagal melewati fase grup.
Kemenangan Perdana Kerap Jadi Kunci Kesuksesan
Catatan sejarah memperlihatkan bahwa Korea Selatan cenderung tampil lebih baik ketika mampu memenangkan pertandingan pertama di Piala Dunia.
Baca Juga: Anthony Gordon Mengamuk! Inggris Hancurkan Kosta Rika 3-0 Jelang Piala Dunia 2026.
Prestasi terbaik mereka, yakni finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 2002 saat menjadi tuan rumah bersama Jepang, diawali dengan kemenangan atas Polandia.
Begitu pula pada Piala Dunia 2010, ketika mereka berhasil mencapai babak 16 besar setelah mengawali turnamen dengan kemenangan.
Satu-satunya pengecualian terjadi pada Piala Dunia 2006. Meski membuka turnamen dengan kemenangan atas Togo dan menahan imbang Prancis, Korea Selatan gagal lolos setelah kalah dari Swiss pada laga terakhir grup.
Format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim memang memberi peluang lebih besar bagi peserta untuk lolos.
Delapan tim peringkat ketiga terbaik masih berhak melaju ke babak 32 besar.
Meski demikian, finis di posisi ketiga bukanlah target ideal karena berpotensi menghadapkan mereka pada lawan yang lebih kuat di fase gugur.
Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar
Korea Selatan tergabung di Grup A bersama Meksiko, Ceko, dan Afrika Selatan. Di atas kertas, Meksiko menjadi favorit utama karena berstatus tuan rumah sekaligus memiliki peringkat FIFA tertinggi di grup tersebut.
Namun, perbedaan kualitas antar tim dinilai tidak terlalu jauh. Korea Selatan berada di peringkat ke-25 dunia, sementara Ceko menempati posisi ke-40 dan Afrika Selatan berada di urutan ke-60.
Data peringkat FIFA menunjukkan Grup A menjadi salah satu grup paling seimbang di Piala Dunia 2026.
Kondisi ini membuat peluang setiap tim untuk lolos ke babak berikutnya masih sangat terbuka.
Apabila mampu finis sebagai juara grup, Korea Selatan berpotensi menghadapi lawan yang relatif lebih ringan di babak 32 besar.
Sebaliknya, jika hanya lolos sebagai peringkat ketiga, mereka berisiko bertemu tim kuat seperti Jerman atau Belgia lebih awal.
Laga Kontra Ceko Jadi Penentu
Pertandingan melawan Ceko menjadi momen krusial bagi Korea Selatan untuk mengawali turnamen dengan langkah positif.
Selain menjaga peluang menjadi juara grup, kemenangan juga dapat menghapus catatan buruk yang telah berlangsung selama 16 tahun.
Dengan komposisi skuad yang masih mengandalkan pengalaman Son Heung-min serta sejumlah pemain muda berbakat, Korea Selatan memiliki peluang besar untuk memulai Piala Dunia 2026 dengan hasil maksimal.
Kini, tantangan terbesar Taegeuk Warriors adalah membuktikan bahwa mereka mampu mengubah sejarah dan mengakhiri penantian panjang kemenangan pada laga pembuka Piala Dunia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan